Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

UNVR

Blue Chip

Unilever Indonesia Tbk

Consumer Non-Cyclicals · Nondurable Household Products

Harga
1.800
▼ 1.91%
Market Cap
Rp68,67 T
PER
16,94
PBV
10,47
Dividend Yield
8,17%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp8,44 T Rp2,14 T Rp20,01 T Rp6,56 T 25,4%
Q4-2025 Rp4,33 T Rp4,31 T Rp20,02 T Rp4,48 T 99,4%
Q3-2025 Rp9,41 T Rp1,18 T Rp17,49 T Rp3,35 T 12,5%
Q2-2025 Rp8,74 T Rp918,2 M Rp18,53 T Rp2,57 T 10,5%
Q1-2025 Rp9,47 T Rp1,24 T Rp17,81 T Rp3,38 T 13,1%
Q4-2024 Rp7,72 T Rp359 M Rp16,05 T Rp2,15 T 4,6%
Q3-2024 Rp8,37 T Rp543,04 M Rp16,54 T Rp3,44 T 6,5%
Q2-2024 Rp8,96 T Rp1,02 T Rp19,72 T Rp2,86 T 11,4%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Q1-2026

Executive Summary

UNVR mencatat pendapatan Rp 32,2 triliun di Q1-2026, tumbuh 2,8% dari Q4-2025, dengan laba bersih Rp 3,7 triliun yang melonjak 73,8% YoY. Margin laba bersih mencapai 26,6%, jauh di atas rata-rata historis, didorong oleh efisiensi operasional dan basis perbandingan rendah. Di tengah tekanan IHSG yang ambles ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410, laporan ini menunjukkan ketahanan daya beli segmen menengah-atas yang menjadi basis konsumen UNVR, namun perlu diwaspadai risiko inflasi AS dan dampaknya terhadap rupiah.

Transmission Mechanism

Kinerja UNVR sangat terkait dengan daya beli rumah tangga Indonesia, yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi domestik dan nilai tukar rupiah. Data Q1-2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang moderat (2,8% QoQ), mengindikasikan konsumen masih bertahan meskipun ada tekanan harga komoditas global (Brent $103,82). Namun, laba bersih yang melonjak 73,8% YoY lebih disebabkan oleh basis perbandingan rendah dan efisiensi biaya, bukan ekspansi volume penjualan yang agresif. Dari sisi makro, USD/IDR di 17.410 mencerminkan rupiah yang melemah, meningkatkan biaya impor bahan baku UNVR (seperti minyak sawit dan bahan kimia). Jika inflasi AS (CPI y/y konsensus 3,7%) keluar lebih tinggi pada 12 Mei, The Fed akan cenderung hawkish, memperkuat dolar AS dan menekan rupiah lebih lanjut. Hal ini bisa menekan margin laba kotor UNVR di kuartal-kuartal mendatang, meskipun saat ini GPM 46,9% masih relatif stabil. Sebaliknya, jika inflasi AS lebih rendah, ruang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka, meredakan tekanan pada rupiah dan biaya impor.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini.

Forward Alert

1) Rilis inflasi AS (CPI y/y) pada 12 Mei 2026 — jika di atas konsensus 3,7%, berpotensi memperkuat USD dan menekan rupiah, berdampak pada biaya impor UNVR. 2) Keputusan suku bunga BI pada akhir Mei — inflasi Indonesia yang mungkin di atas target 2-4% bisa memicu kenaikan BI rate, menekan daya beli konsumen. 3) Data penjualan ritel AS (14 Mei) — jika lebih rendah dari konsensus 0,6%, bisa mengindikasikan perlambatan ekonomi global yang berimbas pada permintaan ekspor Indonesia.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.