Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

8 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Makro

Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa, BI Gerogoti Cadangan Devisa — Risiko Krisis 1997 Mengemuka

Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang masa di kisaran Rp17.400 per dolar AS, melampaui titik terendah saat krisis Asia 1997. Bank Indonesia mengerahkan cadangan devisa secara besar-besaran untuk menahan laju pelemahan, yang menurut data terbaru telah menyusut USD 2 miliar menjadi USD146,2 miliar per akhir April 2026. Pemerintah merespons dengan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) — instrumen pengelolaan arus modal yang mengingatkan pada skema serupa era 2015. Langkah ini, ditambah dengan capital outflow SBN yang mencapai Rp11,7 triliun year-to-date, menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah sudah bersifat struktural dan tidak lagi sekadar fluktuasi harian. Kombinasi defisit kembar (APBN dan transaksi berjalan), ketergantungan pada komoditas, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Prabowo menjadi akar masalah yang membuat investor asing menarik diri.

Tim Redaksi Feedberry · 17:07 WIB
Makro

IRENA: Biaya Listrik Surya+Baterai Kalahkan Batu Bara dan Gas — Implikasi ke Transisi Energi Global

Laporan IRENA terbaru menunjukkan bahwa biaya listrik dari kombinasi pembangkit surya atau angin dengan baterai penyimpanan (BESS) kini lebih murah dibandingkan pembangkit batu bara dan gas. Di wilayah dengan intensitas sinar matahari tinggi, firm LCOE surya+baterai sudah di bawah US$50 per MWh — separuh dari biaya tahun 2020 yang melampaui US$100 per MWh. Sebagai perbandingan, biaya listrik batu bara di Cina berkisar US$70-85 per MWh, sementara gas masih di atas US$100 per MWh secara global. Penurunan ini didorong oleh penurunan harga panel surya (87% sejak 2010), turbin angin (55%), dan baterai (93%). IRENA memproyeksikan biaya surya+baterai akan terus turun di bawah US$50 per MWh pada 2035. Ini bukan sekadar tren — ini adalah titik balik struktural yang mengubah ekonomi energi global, dengan implikasi langsung terhadap daya saing batu bara dan gas sebagai sumber listrik.

Tim Redaksi Feedberry · 17:06 WIB
Pasar

IHSG Terjun 2,86% ke 6.969 — Saham Tambang Rontok Imbas Rencana Kenaikan Royalti Minerba

IHSG ditutup melemah 2,86% ke 6.969,39 pada Jumat (8/5), setelah sempat menguat di awal sesi ke 7.189,83. Pelemahan dipicu rencana kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) yang langsung menghantam saham emiten tambang: TINS turun 14,88% (ARB), INCO melemah 13,89%. Sektor barang baku menjadi yang terlemah dengan koreksi -7,37%, dan 575 saham terkoreksi secara total. Tekanan diperparah oleh pelemahan rupiah ke Rp17.382 per dolar AS, penurunan cadangan devisa April 2026 ke US$146,2 miliar (terendah sejak Juli 2024), serta ketidakpastian geopolitik AS-Iran yang memicu aksi risk-off di bursa Asia. Volume transaksi mencapai Rp36,08 triliun — menunjukkan aksi jual masif, bukan sekadar koreksi teknis.

Tim Riset Feedberry
Makro & Kebijakan / analisis / data Semua artikel makro →
Makro

Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa, BI Gerogoti Cadangan Devisa — Risiko Krisis 1997 Mengemuka

Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang masa di kisaran Rp17.400 per dolar AS, melampaui titik terendah saat krisis Asia 1997. Bank Indonesia mengerahkan cadangan devisa secara besar-besaran untuk menahan laju pelemahan, yang menurut data terbaru telah menyusut USD 2 miliar menjadi USD146,2 miliar per akhir April 2026. Pemerintah merespons dengan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) — instrumen pengelolaan arus modal yang mengingatkan pada skema serupa era 2015. Langkah ini, ditambah dengan capital outflow SBN yang mencapai Rp11,7 triliun year-to-date, menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah sudah bersifat struktural dan tidak lagi sekadar fluktuasi harian. Kombinasi defisit kembar (APBN dan transaksi berjalan), ketergantungan pada komoditas, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Prabowo menjadi akar masalah yang membuat investor asing menarik diri.

Tim Redaksi Feedberry · 17:07 WIB
Makro

IRENA: Biaya Listrik Surya+Baterai Kalahkan Batu Bara dan Gas — Implikasi ke Transisi Energi Global

Laporan IRENA terbaru menunjukkan bahwa biaya listrik dari kombinasi pembangkit surya atau angin dengan baterai penyimpanan (BESS) kini lebih murah dibandingkan pembangkit batu bara dan gas. Di wilayah dengan intensitas sinar matahari tinggi, firm LCOE surya+baterai sudah di bawah US$50 per MWh — separuh dari biaya tahun 2020 yang melampaui US$100 per MWh. Sebagai perbandingan, biaya listrik batu bara di Cina berkisar US$70-85 per MWh, sementara gas masih di atas US$100 per MWh secara global. Penurunan ini didorong oleh penurunan harga panel surya (87% sejak 2010), turbin angin (55%), dan baterai (93%). IRENA memproyeksikan biaya surya+baterai akan terus turun di bawah US$50 per MWh pada 2035. Ini bukan sekadar tren — ini adalah titik balik struktural yang mengubah ekonomi energi global, dengan implikasi langsung terhadap daya saing batu bara dan gas sebagai sumber listrik.

Tim Redaksi Feedberry · 17:06 WIB

Pasar Real-time

Yahoo Finance · Data tertunda · 17:32 WIB

Utama
USD/IDR
17.370 ▼ 0.07%
IHSG
6.969,4 ▼ 2.86%
Emas
USD 4,728 ▲ 0.36%
Global & Komoditas
IHSG
6.969,4 ▼ 2.86%
USD/IDR
17.370 ▼ 0.07%
Brent
USD 100.45 ▲ 0.39%
BBRI
3.260 ▼ 1.51%
Saham IDX
BBRI
3.260 ▼ 1.51%
BBCA
6.175 ▼ 0.80%

Ringkasan ini dikurasi agar homepage tetap rapi. 5 ticker lain tersedia di halaman pasar.

Lihat semua data pasar →
Analisis Pilihan / riset / data
Rupiah ▼ 0.07%
17.370
USD menguat
IHSG ▼ 2.86%
6.969,4
Bursa melemah
Minyak ▲ 0.39%
USD 100.45
Brent global
Risk Appetite
Feedberry Market Pulse — Data Pasar Indonesia
Semua analisis →
Makro Skor 9.3

Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa, BI Gerogoti Cadangan Devisa — Risiko Krisis 1997 Mengemuka

Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang masa di kisaran Rp17.400 per dolar AS, melampaui titik terendah saat krisis Asia 1997. Bank Indonesia mengerahkan cadangan devisa secara besar-besaran untuk menahan laju pelemahan, yang menurut data terbaru telah menyusut USD 2 miliar menjadi USD146,2 miliar per akhir April 2026. Pemerintah merespons dengan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) — instrumen pengelolaan arus modal yang mengingatkan pada skema serupa era 2015. Langkah ini, ditambah dengan capital outflow SBN yang mencapai Rp11,7 triliun year-to-date, menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah sudah bersifat struktural dan tidak lagi sekadar fluktuasi harian. Kombinasi defisit kembar (APBN dan transaksi berjalan), ketergantungan pada komoditas, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Prabowo menjadi akar masalah yang membuat investor asing menarik diri.

Tim Riset Feedberry 17:07 WIB
Pasar Skor 8.7

IHSG Terjun 2,86% ke 6.969 — Saham Tambang Rontok Imbas Rencana Kenaikan Royalti Minerba

IHSG ditutup melemah 2,86% ke 6.969,39 pada Jumat (8/5), setelah sempat menguat di awal sesi ke 7.189,83. Pelemahan dipicu rencana kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) yang langsung menghantam saham emiten tambang: TINS turun 14,88% (ARB), INCO melemah 13,89%. Sektor barang baku menjadi yang terlemah dengan koreksi -7,37%, dan 575 saham terkoreksi secara total. Tekanan diperparah oleh pelemahan rupiah ke Rp17.382 per dolar AS, penurunan cadangan devisa April 2026 ke US$146,2 miliar (terendah sejak Juli 2024), serta ketidakpastian geopolitik AS-Iran yang memicu aksi risk-off di bursa Asia. Volume transaksi mencapai Rp36,08 triliun — menunjukkan aksi jual masif, bukan sekadar koreksi teknis.

Tim Riset Feedberry 17:02 WIB
Pasar Skor 8.7

IHSG Ambrol 2,86% ke 6.969 — Sembilan Sektor Tertekan, Barang Baku Pimpin Pelemahan

IHSG ditutup di level 6.969 pada Jumat (8/5), melemah 204,92 poin atau 2,86% dari perdagangan sebelumnya. Sebanyak 575 saham terkoreksi, sementara hanya 133 saham menguat. Sembilan dari sebelas sektor indeks berada di zona merah, dengan sektor barang baku menjadi yang terlemah (-7,37%). Volume transaksi mencapai Rp36,08 triliun dengan 56,33 miliar saham diperdagangkan. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan di bursa Asia, Eropa, dan Amerika, mengindikasikan aksi risk-off global yang simultan. Dalam konteks domestik, pelemahan ini memperkuat sinyal tekanan likuiditas dan ekspektasi perlambatan ekonomi yang sudah terlihat dari data makro sebelumnya.

Tim Riset Feedberry 16:50 WIB
Newsletter · Gratis Selamanya

Bisnis Indonesia, dibaca sebelum pasar buka

Feedberry Pagi hadir di inbox Anda setiap pagi kerja — ringkasan tajam yang langsung ke intinya. Semua konten bebas diakses, tanpa paywall.

Gratis Selamanya Tanpa Paywall Ringkasan Harian Batalkan Kapan Saja

Bergabung dengan ribuan pembaca profesional yang mengikuti bisnis Indonesia setiap pagi.