Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

7 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Pasar

Euforia Saham Semikonduktor AS Dekati Level Dot-Com Bubble — Risiko Koreksi Global Mengintai IHSG

Saham semikonduktor AS, yang diwakili oleh iShares Semiconductor ETF (SOXX), melonjak 5% dalam sepekan dan mencatat kenaikan tahun berjalan sekitar 68%. PHLX Semiconductor Index (SOX) bahkan naik lebih dari 50% dalam 25 hari, level yang terakhir terlihat pada 9 Maret 2000 — sehari sebelum puncak dot-com bubble. Saat itu, Nasdaq kehilangan 80% nilainya dalam tiga tahun berikutnya. Euforia saat ini didorong oleh ekspektasi AI yang berlebihan, mirip dengan pola historis yang berakhir dengan koreksi tajam. Bagi Indonesia, koreksi di saham teknologi global dapat memicu aksi jual risk-off yang merembet ke IHSG dan menekan rupiah melalui arus keluar modal asing.

Tim Redaksi Feedberry · 17:30 WIB
Pasar

BI: Rupiah Undervalued, Pelemahan Akibat Faktor Global dan Musiman

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan rupiah saat ini undervalued — tidak mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat, seperti pertumbuhan PDB 5,61% (tertinggi di G20), inflasi 2,4%, dan surplus neraca perdagangan 71 bulan beruntun. Pelemahan rupiah disebabkan faktor global: tensi geopolitik, kenaikan harga minyak, suku bunga AS yang tinggi, dan indeks dolar (DXY) yang naik 4,41%. Secara musiman, permintaan dolar di Indonesia meningkat pada April-Mei karena musim haji, repatriasi dividen, dan pembayaran utang luar negeri. BI menyatakan akan 'all out' menjaga rupiah dengan koordinasi erat bersama pemerintah dan dukungan presiden. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa tekanan rupiah bersifat sementara dan eksternal, bukan akibat fundamental domestik yang memburuk.

Tim Redaksi Feedberry · 17:25 WIB
Makro

KSSK Siapkan Stimulus Q2-2026 di Tengah Volatilitas Global — APBN Jadi Shock Absorber

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia terjaga meskipun volatilitas global meningkat akibat gejolak Timur Tengah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pemerintah tengah menyiapkan stimulus tambahan yang akan diluncurkan pada kuartal II-2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, setelah PDB Q1-2026 tercatat tumbuh 5,61%. APBN akan terus berperan sebagai shock absorber, terutama terhadap fluktuasi harga minyak dunia, sementara pembentukan Satgas Percepatan Program Pemerintah (P3M-PPE) bertujuan mempercepat penyelesaian hambatan investasi lintas sektor. Langkah ini muncul di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan pelemahan IHSG yang mendekati level terendah dalam setahun, menciptakan kontras antara optimisme fiskal dan sinyal risiko dari pasar keuangan.

Tim Riset Feedberry
Makro & Kebijakan / analisis / data Semua artikel makro →
Makro

Bangkok Diprediksi Jadi Kota Terpanas ASEAN 2050 — Ancaman Produktivitas dan Biaya Energi

Laporan ASEAN Center of Energy memproyeksikan Bangkok akan menjadi kota besar terpanas di Asia Tenggara pada 2050, dengan suhu maksimum harian rata-rata mencapai 38,1°C — naik hampir 5°C dari level tahun 2000. Jumlah hari panas ekstrem (suhu di atas 35°C) di Bangkok diperkirakan melonjak dari 45 hari per tahun pada 2025 menjadi 120 hari pada 2050. Jakarta diproyeksikan mencatat suhu 36,1°C pada periode yang sama, lebih rendah dari Bangkok, Ho Chi Minh, Manila, dan Kuala Lumpur. Laporan ini mengidentifikasi perubahan iklim dan urbanisasi cepat sebagai pendorong utama, dengan efek pulau panas perkotaan membuat pusat kota Bangkok bisa 3°C lebih panas dari pinggiran. Dampak ekonomi langsung mencakup penurunan produktivitas tenaga kerja — terutama bagi 1,3 juta pekerja luar ruangan di Bangkok — serta kenaikan tagihan listrik rumah tangga yang dilaporkan naik 10-50% selama gelombang panas.

Tim Redaksi Feedberry · 17:25 WIB
Makro

KSSK Siapkan Stimulus Q2-2026 di Tengah Volatilitas Global — APBN Jadi Shock Absorber

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia terjaga meskipun volatilitas global meningkat akibat gejolak Timur Tengah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pemerintah tengah menyiapkan stimulus tambahan yang akan diluncurkan pada kuartal II-2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, setelah PDB Q1-2026 tercatat tumbuh 5,61%. APBN akan terus berperan sebagai shock absorber, terutama terhadap fluktuasi harga minyak dunia, sementara pembentukan Satgas Percepatan Program Pemerintah (P3M-PPE) bertujuan mempercepat penyelesaian hambatan investasi lintas sektor. Langkah ini muncul di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan pelemahan IHSG yang mendekati level terendah dalam setahun, menciptakan kontras antara optimisme fiskal dan sinyal risiko dari pasar keuangan.

Tim Redaksi Feedberry · 17:15 WIB

Pasar Real-time

Yahoo Finance · Data tertunda · 17:48 WIB

Utama
USD/IDR
17.335 ▲ 0.37%
IHSG
7.174,3 ▲ 1.15%
Emas
USD 4,741 ▲ 0.99%
Global & Komoditas
Brent
USD 99.37 ▼ 1.88%
WTI
USD 93.21 ▼ 1.97%
S&P 500
7,365.1 ▲ 1.46%
Nasdaq
25,838.9 ▲ 2.02%
Saham IDX
BBRI
3.310 ▲ 4.75%
BBCA
6.225 ▲ 4.62%

Ringkasan ini dikurasi agar homepage tetap rapi. 9 ticker lain tersedia di halaman pasar.

Lihat semua data pasar →
Analisis Pilihan / riset / data
Rupiah ▲ 0.37%
17.335
USD melemah
IHSG ▲ 1.15%
7.174,3
Bursa menguat
Minyak ▼ 1.88%
USD 99.37
Brent global
Risk Appetite ▲ 2.02%
25,838.9
Nasdaq Composite
Semua analisis →
Kebijakan Skor 8.7

Kadin Soroti Beban Usaha Bengkak Akibat Rupiah Lesu dan Restitusi Pajak Diperketat

Kadin melaporkan tekanan berlapis yang dihadapi dunia usaha akibat pelemahan rupiah yang menembus Rp17.400 per dolar AS dan pengetatan restitusi pajak melalui PMK 28/2026. Wakil Ketua Umum Kadin, Sarman Simanjorang, menyebutkan bahwa gangguan logistik, kenaikan harga bahan baku impor, BBM non-subsidi, dan tarif transportasi semakin membebani biaya operasional dan arus kas perusahaan. Di sisi lain, restitusi pajak yang diperketat memperlambat pengembalian kelebihan pembayaran pajak, memperparah tekanan likuiditas. Kadin memperingatkan bahwa jika kondisi berlanjut, pelaku usaha akan menyesuaikan harga ke konsumen, berpotensi menekan daya beli masyarakat. Data terkini menunjukkan rupiah berada di Rp17.387 per dolar AS, sedikit menguat dari hari sebelumnya, namun tekanan struktural tetap tinggi. Kebijakan pengetatan fiskal ini berjalan simultan dengan pengawasan pajak yang diperketat terhadap 965 wajib pajak besar per Juli 2026, serta sorotan Presiden terhadap capital outflow kuartal I-2026.

Tim Riset Feedberry 17:15 WIB
Pasar Skor 8.7

Negosiasi Damai AS-Iran Masih Tarik Ulur — Risiko Gangguan Pasokan Minyak dan Volatilitas Rupiah Belum Reda

Negosiasi damai antara AS dan Iran masih berada di tahap klaim sepihak tanpa kesepakatan konkret. Presiden Trump memprediksi perang akan segera berakhir, namun Iran belum memberikan tanggapan resmi atas proposal AS dan justru menudingnya sebagai propaganda. Dua isu utama masih menjadi batu sandungan: program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz — jalur transit sekitar 20% pasokan minyak dunia. Bagi Indonesia, ketidakpastian ini sangat krusial karena harga minyak Brent masih bertahan di atas US$101 per barel, menekan biaya impor energi di tengah rupiah yang baru saja pulih dari level terlemah sepanjang sejarah di Rp17.445. Pasar sempat merespons optimis dengan penguatan rupiah dan penurunan harga minyak, tetapi pola ini bersifat sentimen-driven dan sangat rapuh tanpa konfirmasi kesepakatan yang definitif. Eskalasi retorika militer Trump yang mengancam akan 'menghancurkan Iran' menunjukkan bahwa risiko gangguan pasokan masih sangat nyata, dan Indonesia sebagai importir minyak netto berada di garis depan dampaknya.

Tim Riset Feedberry 16:29 WIB
Makro Skor 8.3

KSSK Waspadai Dampak Perang Timur Tengah ke Ekonomi Domestik — Fokus Mitigasi Volatilitas Energi

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menkeu, Gubernur BI, Ketua OJK, dan Ketua LPS menggelar rapat berkala dan menyatakan kewaspadaan tinggi terhadap dampak tekanan ekonomi global akibat perang di Timur Tengah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa volatilitas pasar keuangan global, terutama lonjakan harga energi, menjadi faktor utama yang dicermati. Meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat cukup solid di 5,61%, KSSK mengakui prospek kuartal II penuh ketidakpastian dan akan melakukan asesmen forward looking serta mitigasi terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pernyataan ini muncul di tengah konfirmasi bahwa konflik Iran-AS telah menghentikan sementara dorongan pelonggaran moneter bank sentral global pada April, dan laporan Maersk yang mencatat laba anjlok 12 kali lipat akibat gangguan Selat Hormuz — mengindikasikan bahwa tekanan rantai pasok global sudah mulai terasa di sektor riil.

Tim Riset Feedberry 16:55 WIB
Newsletter · Gratis Selamanya

Bisnis Indonesia, dibaca sebelum pasar buka

Feedberry Pagi hadir di inbox Anda setiap pagi kerja — ringkasan tajam yang langsung ke intinya. Semua konten bebas diakses, tanpa paywall.

Gratis Selamanya Tanpa Paywall Ringkasan Harian Batalkan Kapan Saja

Bergabung dengan ribuan pembaca profesional yang mengikuti bisnis Indonesia setiap pagi.