Analisis terkait TPIA
-
6 Mei 2026 Skor 7.0 Signal Tinggi
Transformasi Bikin Laba Tumbuh 954,2 Persen, TPIA Diklaim Ubah Peta Industri di Asia Tenggara
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih USD205 juta pada Q1-2026, melonjak 954,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA mencapai USD421 juta, tumbuh 1.813,6% YoY — keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan. Lonjakan ini didorong oleh integrasi segmen energi yang baru diakuisisi di Singapura, yang kini menyumbang 60% dari total pendapatan, menandai pergeseran fundamental TPIA dari bisnis petrokimia tradisional menuju perusahaan energi terintegrasi. Pencapaian ini terjadi di tengah tekanan eksternal yang signifikan: rupiah berada di level terlemah dalam satu tahun (USD/IDR Rp17.366, persentil 100%), yang seharusnya menjadi beban bagi industri petrokimia yang sangat bergantung pada impor nafta. Namun, transformasi TPIA tampaknya mampu mengkompensasi tekanan tersebut melalui diversifikasi pendapatan ke sektor energi yang lebih resilient terhadap fluktuasi kurs.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 5.0
IHSG Sesi I Naik ke Level 7.102, Saham UNVR, TPIA dann COIN Ceria
IHSG ditutup naik 0,65% ke 7.102 pada perdagangan sesi I, Selasa (5/5), didorong oleh kenaikan saham UNVR (+8,84%), TPIA (+7,41%), dan COIN (+7,17%). Meskipun rebound terjadi, indeks masih terkoreksi 17,86% secara year-to-date, mencerminkan tekanan akumulatif sejak awal tahun. Volume transaksi mencapai 22,57 miliar saham dengan nilai Rp10,46 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp12.771 triliun. Secara sektoral, transportasi memimpin kenaikan (+2,28%), diikuti oleh sembilan sektor lainnya di zona hijau — hanya satu sektor yang masih merah. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen positif bursa Asia, di mana Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai Composite juga menguat. Namun, data baseline menunjukkan IHSG masih berada di persentil 8% dalam rentang satu tahun terverifikasi (6.787–9.135), menandakan bahwa level saat ini masih mendekati area terendah tahunan meskipun ada rebound harian.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 7.0
PGEO Kejar Kapasitas 1,8 GW, Laba PANI Melejit 4 Kali Lipat
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057,11 pada perdagangan Selasa (5/5), didorong lonjakan saham BRPT (24,66%), TPIA (19,70%), dan BBRI (3,62%). Namun, investor asing mencatat jual bersih Rp317,94 miliar di pasar reguler dan Rp518,39 miliar secara keseluruhan, menunjukkan tekanan arus modal yang masih berlanjut. Data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% YoY — tertinggi sejak kuartal III-2022 dan di atas ekspektasi pasar 5,40% — menjadi katalis utama sentimen positif. Di sisi korporasi, PGEO menargetkan kapasitas 1,8 GW pada 2033 (naik 2,5 kali lipat dari 727 MW di 2026) dengan investasi proyek Hululais US$449 juta, sementara PANI mencatat laba bersih Rp662,64 miliar, tumbuh 409,76% YoY, didorong marketing sales yang melonjak 112% menjadi Rp987 miliar. Kontras antara penguatan IHSG dan outflow asing menunjukkan bahwa kenaikan ini lebih didorong oleh sektor spesifik dan data makro positif, bukan oleh kepercayaan investor asing secara luas.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.7
IHSG Sesi I Naik ke Rp 7.029, Saham Prajogo BRPT, TPIA hingga PTRO Bergairah
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham konglomerat Prajogo Pangestu (BRPT, TPIA, PTRO) memimpin penguatan, sementara saham nikel seperti INCO dan ANTM justru tertekan rencana bea keluar dan windfall tax. Meski menguat, IHSG masih terkoreksi 18,7% secara year-to-date.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Balik Menguat ke Level 7.000, Saham Bank-Konglo Ijo Royo-royo
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029,85 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham perbankan seperti BBRI (+3,62%), BBNI (+2,86%), BMRI (+2,49%), dan BBCA (+2,12%) menjadi penggerak penguatan, bersama saham konglomerasi BRPT (+14,36%) dan TPIA (+10,34%). Volume perdagangan tercatat 25,34 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,21 triliun.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini
IHSG ditutup menguat tipis 0,22% ke 6.971,95, ditopang TLKM dan BBRI. Investor asing mencatat jual bersih Rp791,28 miliar di pasar reguler. Pasar menanti rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,40% YoY, sementara tensi geopolitik Selat Hormuz menekan sentimen global.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0 Signal Tinggi
Chandra Asri Pacific (TPIA) Raih Laba Bersih US$ 146,13 Juta pada Kuartal I-2026
Chandra Asri Pacific (TPIA) membukukan laba bersih US$146,13 juta pada kuartal I-2026, membalikkan rugi bersih US$25,64 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan melesat 286,40% YoY menjadi US$2,40 miliar, didorong oleh segmen energi yang baru berkontribusi US$1,45 miliar — segmen yang tidak ada pendapatannya setahun sebelumnya. Laba sebelum pajak mencapai US$230,51 juta, berbanding terbalik dari rugi sebelum pajak US$31,86 juta di Q1-2025. Namun, beban bahan baku dan produksi melonjak 215,85% YoY, sementara beban keuangan naik 114,10% YoY, mengindikasikan tekanan margin yang perlu dicermati. Total aset naik tipis 1,54% menjadi US$12,51 miliar. Kinerja ini terjadi di tengah tekanan pasar keuangan domestik — rupiah di level terlemah dalam setahun dan IHSG mendekati level terendah — yang bisa mempengaruhi biaya impor bahan baku TPIA ke depan.
Sumber data: IDX