26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

TPIA

Blue Chip

PT Chandra Asri Pacific Tbk

Basic Materials · Basic Materials

Harga
1.890
▼ 3.93%
Market Cap
Rp163,51 T
PER
16,43
PBV
7,24
Div Yield
52,00%
Volume
ROE
23,41%
EPS
211
Listing
2008-05-26

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp40,86 T Rp2,48 T Rp212,62 T Rp82,56 T 6,1%
Q4-2025 Rp32,09 T Rp-3,47 T Rp206,24 T Rp77,94 T -10,8%
Q3-2025 Rp36,43 T Rp610,08 M Rp182,62 T Rp82,78 T 1,7%
Q2-2025 Rp37,39 T Rp21,07 T Rp173,42 T Rp77,34 T 56,4%
Q1-2025 Rp10,35 T Rp-426,64 M Rp100,76 T Rp50,87 T -4,1%
Q4-2024 Rp8,95 T Rp-149,65 M Rp91,43 T Rp47,38 T -1,7%
Q3-2024 Rp5,53 T Rp-188,35 M Rp81 T Rp43,92 T -3,4%
Q2-2024 Rp6,47 T Rp-235,04 M Rp85,72 T Rp47,72 T -3,6%

Laporan Earnings Pro · 24 Mei 2026

Earnings Flash: PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Q1-2026

Executive Summary

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan pendapatan Rp 40,9 triliun pada Q1-2026, melonjak 286,4% YoY dari Rp 10,3 triliun, dengan laba bersih Rp 2,5 triliun setelah rugi Rp 426,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Margin laba bersih mencapai 14,3% dengan ROE 42,4% yang sangat tinggi, jauh di atas rata-rata peer basic materials. Di tengah tekanan rupiah di level 17.712 per dolar AS dan harga minyak Brent yang melonjak 71,36% ke USD 100,21 per barel, lonjakan pendapatan TPIA mengindikasikan pemanfaatan siklus komoditas yang menguntungkan, meskipun beban utang Rp 100,7 triliun tetap menjadi perhatian utama.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga minyak Brent ke USD 100,21 per barel (+71,36% YoY) menjadi katalis utama bagi TPIA sebagai emiten petrokimia hulu. Harga nafta dan etilena yang terkait langsung dengan minyak mentah mendorong pendapatan TPIA melonjak 286,4% YoY. Dengan rupiah yang melemah ke 17.712 per dolar AS, pendapatan TPIA yang sebagian besar dalam dolar AS mendapat keuntungan translasi saat dikonversi ke rupiah, memperkuat laba bersih. Namun, utang perusahaan yang mencapai Rp 100,7 triliun — sebagian besar kemungkinan dalam dolar AS — meningkatkan beban bunga dan risiko nilai tukar, sehingga arus kas operasi Rp 8,5 triliun menjadi penyangga kritis. Suku bunga BI yang masih tinggi (diperkirakan 6,25%+) menekan biaya pendanaan, tetapi free cash flow Rp 5,9 triliun memberikan ruang likuiditas.

Peer Comparison

TPIA unggul signifikan dibandingkan peer basic materials dengan ROE 42,4% vs rata-rata peer 4,6%, dan net profit margin 14,3% vs rata-rata peer yang negatif. PER TPIA 5,3x jauh lebih rendah dari AMMN (19,3x) dan BRPT (24,3x), sementara PBV 2,63x di bawah rata-rata peer 6,38x. ANTM mencatat ROE 19,7% dan PER 5,5x yang paling mendekati TPIA, namun TPIA tetap unggul dalam profitabilitas.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi AS (CPI) pada 12 Juni 2026 — mempengaruhi ekspektasi suku bunga global dan USD/IDR. 2) Rapat Dewan Gubernur BI 19-20 Juni 2026 — keputusan suku bunga acuan akan berdampak langsung pada biaya utang TPIA. 3) Pergerakan harga minyak Brent — setiap perubahan USD 5 per barel berdampak langsung pada margin petrokimia TPIA.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.