Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

PTBA

Mid Cap

Bukit Asam Tbk

Energy · Oil, Gas & Coal

Harga
2.860
▼ 0.69%
Market Cap
Rp32,95 T
PER
6,99
PBV
1,40
Dividend Yield
11,27%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp9,93 T Rp801,79 M Rp43,23 T Rp23,67 T 8,1%
Q4-2025 Rp11,32 T Rp1,54 T Rp43,92 T Rp22,62 T 13,6%
Q3-2025 Rp10,88 T Rp560,98 M Rp42,84 T Rp20,77 T 5,2%
Q2-2025 Rp10,49 T Rp441,57 M Rp42,68 T Rp19,79 T 4,2%
Q1-2025 Rp9,96 T Rp391,48 M Rp42,26 T Rp23,07 T 3,9%
Q4-2024 Rp12,11 T Rp1,87 T Rp41,85 T Rp22,64 T 15,5%
Q3-2024 Rp11,01 T Rp1,2 T Rp40,15 T Rp20,34 T 10,9%
Q2-2024 Rp10,23 T Rp1,24 T Rp38,39 T Rp19,52 T 12,1%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Bukit Asam Tbk (PTBA) Q1-2026

Executive Summary

PTBA mencatatkan laba bersih Rp 3,3 triliun di Q1-2026, melonjak 104,7% YoY meskipun pendapatan hanya turun tipis 0,3% menjadi Rp 42,6 triliun. Lonjakan laba ini didorong oleh efisiensi operasional yang signifikan, tercermin dari margin laba bersih yang naik ke 7,8% dari periode sebelumnya. Di tengah pelemahan IHSG ke 6.906 dan tekanan rupiah di Rp 17.410 per dolar AS, kinerja ini menjadi kontras dengan kondisi pasar yang lesu. Data ini penting karena menunjukkan kemampuan PTBA mempertahankan profitabilitas di tengah siklus komoditas yang tidak pasti.

Transmission Mechanism

Kenaikan laba bersih PTBA yang signifikan di Q1-2026, meskipun pendapatan flat, mengindikasikan adanya perbaikan struktur biaya atau efisiensi operasional yang agresif. Dalam konteks makro, tekanan terhadap rupiah (USD/IDR di 17.410) dan kenaikan harga minyak Brent ke $103,66 per barel meningkatkan biaya logistik dan energi bagi emiten tambang batu bara. Namun, jika PTBA berhasil mengelola beban pokok pendapatan lebih baik dari pesaing, maka margin kotor 17,1% bisa menjadi bantalan terhadap kenaikan biaya input. Di sisi lain, suku bunga BI yang berpotensi naik akibat inflasi di atas target (data BPS belum dirilis) akan meningkatkan biaya pendanaan, meskipun PTBA memiliki utang yang relatif rendah (Rp 2,7 triliun) dibandingkan kas (Rp 4,6 triliun), sehingga dampak kenaikan bunga terhadap beban keuangan diperkirakan minimal.

Peer Comparison

Data peer untuk sektor tambang batu bara di IDX belum tersedia secara langsung dalam laporan ini. Namun, secara umum, ROE PTBA sebesar 14,4% dan NPM 7,8% berada di kisaran moderat untuk emiten batu bara skala besar. PER 9,9x dan PBV 1,40x menunjukkan valuasi yang tidak ekstrem dibandingkan rata-rata historis sektor, meskipun tanpa data pembanding konkret, kesimpulan lebih lanjut tidak dapat ditarik.

Forward Alert

1) Rilis data CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% YoY) — jika lebih tinggi dari ekspektasi, dapat memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta harga komoditas batu bara. 2) Data inflasi Indonesia (BPS) yang akan dirilis — jika di atas target BI 2-4%, berpotensi memicu kenaikan BI rate yang membebani sektor riil. 3) Rilis data PPI AS pada 13 Mei 2026 (konsensus 0,5% MoM) — indikasi tekanan harga produsen yang dapat mempengaruhi kebijakan Fed dan pergerakan USD/IDR.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.