Direktori Emiten · IDX
INDF
Blue ChipIndofood Sukses Makmur Tbk
Consumer Non-Cyclicals · Food & Beverage
Analisis terkait INDF
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
INDF Disorot saat IHSG Konsolidasi Terbatas di 6.900-7.100
Phintraco Sekuritas menyoroti INDF sebagai kandidat profit taking di tengah konsolidasi IHSG, didukung Stochastic RSI Golden Cross di jenuh jual.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Samuel Sekuritas Beri Rating Buy untuk INDF: Valuasi Murah dan Dividen 4,03% Jadi Daya Tarik
Samuel Sekuritas merekomendasikan buy untuk INDF dengan target Rp7.900, didukung PER 5,37x dan dividend yield 4,03% di tengah IHSG yang lesu.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Samuel Sekuritas Turunkan Target IHSG 2026: INDF dan Saham Lain Direkomendasikan
Samuel Sekuritas merevisi target IHSG 2026 ke 7.500 dengan rekomendasi beli untuk INDF dan saham lainnya, mencerminkan optimisme terbatas di tengah ekspektasi pertumbuhan laba 2% dan PER 12,3x.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Samuel Sekuritas Upgrade INDF ke Target Rp 7.900: Valuasi Murah di Tengah Pelemahan Rupiah
Samuel Sekuritas merevisi target harga INDF ke Rp 7.900, didorong ekspektasi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak yang menguntungkan konglomerasi bisnis Indofood.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
INDF Disorot Pasca Rekomendasi Samuel: Valuasi Murah di Tengah Konsolidasi IHSG
Samuel Sekuritas kembali memasukkan INDF ke daftar saham pilihan dengan target harga Rp 7.900, menyoroti valuasi yang masih rendah di sektor konsumen non-siklikal.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 8.0
IHSG Masih Rawan Tertekan, Perhatikan Analisa Saham INDF-UNTR
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057 pada perdagangan kemarin, namun analis memperkirakan indeks masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% dalam satu tahun terakhir — mendekati level terendah yang terverifikasi. Tekanan ini terjadi di tengah reformasi pasar modal OJK-BEI yang telah merampungkan empat dari delapan inisiatif, termasuk kenaikan free float minimum menjadi 15% dan pembukaan data pemilik saham di atas 1%. Di sisi global, reli saham AI di AS dan Korea Selatan (KOSPI tembus 7.000) memberikan sentimen positif terbatas, namun ketegangan AS-Iran dan blokade Selat Hormuz masih menekan minyak Brent di atas USD107 dan rupiah ke Rp17.366 — level terlemah dalam setahun. Kombinasi tekanan eksternal dan transisi regulasi domestik membuat IHSG berada di titik kritis: apakah reformasi akan memulihkan kepercayaan investor atau justru menambah tekanan jangka pendek akibat penyesuaian portofolio.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.7
IHSG Diproyeksi Mendung Hari Ini
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057 pada perdagangan kemarin, namun analis memproyeksikan indeks masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 hari ini. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% dalam satu tahun — mendekati level terendah — sementara rupiah tertekan ke Rp17.366, level tertinggi dalam periode yang sama. Penguatan IHSG kemarin lebih bersifat teknikal dan didorong sektor spesifik, bukan pemulihan kepercayaan investor secara luas.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat pada Rabu (6/5), Cek Saham Rekomendasi Analis
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057,11 pada Selasa (5/5/2026), didorong saham konglomerasi dan perbankan, dengan sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61%. Namun, penguatan ini terjadi di tengah tekanan rupiah yang masih melemah ke Rp17.433/USD — level yang mendekati rekor terlemah sepanjang sejarah modern Indonesia. Data baseline 1 tahun menunjukkan IHSG saat ini berada di persentil 8% (mendekati terendah), sementara rupiah di persentil 100% (terlemah). Artinya, penguatan IHSG lebih merupakan technical rebound dari area tertekan, bukan perubahan tren fundamental, apalagi dengan capital outflow asing yang masih tercatat jual bersih Rp791 miliar di sesi sebelumnya.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Deret Emiten Tebar Dividen Jumbo ITMG, UNTR, PTBA hingga ANTM, Intip Besarannya
Sejumlah emiten di BEI telah mengumumkan dividen jumbo untuk periode kuartal I-II 2026. UNTR memimpin dengan Rp1.663 per saham, disusul ITMG Rp992, ADMF Rp630, BMRI Rp376,95, BBNI Rp349,41, dan BBCA Rp281. Emiten seperti ANTM, TLKM, INDF, dan PTBA masih belum mengumumkan keputusan dividen.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 7.0 Signal Tinggi
Laba Grup Indofood (INDF) dan (ICBP) Berlawanan Arah, Cek Rekomendasi Sahamnya
Grup Indofood melaporkan kinerja kuartal I-2026 yang kontras: INDF sebagai holding mencatat penjualan Rp33,89 triliun (+7,4% YoY) dan laba bersih Rp2,95 triliun (+8,59% YoY), sementara ICBP yang fokus pada produk konsumen membukukan penjualan Rp21,72 triliun (+7,57% YoY) namun laba bersih turun 3,11% YoY menjadi Rp2,57 triliun. Perbedaan ini berasal dari struktur bisnis: INDF diuntungkan diversifikasi ke agribisnis dan komoditas yang menikmati harga relatif baik, sedangkan ICBP menghadapi tekanan margin dari kenaikan biaya bahan baku impor seperti gandum dan daya beli yang belum pulih. Analis Kiwoom Sekuritas menilai INDF lebih defensif karena buffer diversifikasi, sementara ICBP berpotensi recovery jika tekanan margin mereda di semester II-2026.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 7.7
IHSG Diramal Koreksi Imbas Data PMI, Saham BUVA hingga INDF Direkomendasikan
IHSG ditutup naik tipis 0,22% ke 6.971, namun analis memproyeksikan koreksi ke rentang 6.645–6.838. Tekanan utama datang dari PMI manufaktur April 2026 yang turun ke 49,1 — masuk zona kontraksi dan terendah sejak Juni 2025. Surplus neraca perdagangan Maret 2026 juga menyusut menjadi US$3,32 miliar, dipicu kontraksi ekspor 3,1% YoY.
Sumber data: IDX