26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

INDF

Blue Chip

Indofood Sukses Makmur Tbk

Consumer Non-Cyclicals · Food & Beverage

Harga
6.725
▼ 2.11%
Market Cap
Rp59,05 T
PER
4,99
PBV
0,79
Div Yield
416,00%
Volume
9,3jt
ROE
8,89%
EPS
1.217
Listing
1994-07-14

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp33,89 T Rp2,96 T Rp226,51 T Rp125,58 T 8,7%
Q4-2025 Rp32,51 T Rp2,8 T Rp217,98 T Rp120,24 T 8,6%
Q3-2025 Rp31,14 T Rp2,04 T Rp214,47 T Rp116,18 T 6,6%
Q2-2025 Rp28,29 T Rp3,11 T Rp209,25 T Rp112,69 T 11,0%
Q1-2025 Rp31,56 T Rp2,72 T Rp209,24 T Rp112,58 T 8,6%
Q4-2024 Rp28,84 T Rp-119,14 M Rp201,71 T Rp108,99 T -0,4%
Q3-2024 Rp29,65 T Rp4,91 T Rp195,49 T Rp107,94 T 16,5%
Q2-2024 Rp26,5 T Rp1,4 T Rp201,18 T Rp102,92 T 5,3%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Q1-2026

Executive Summary

Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan pendapatan Rp 33,9 triliun pada Q1-2026, tumbuh 7,4% YoY, dengan laba bersih Rp 3,0 triliun yang naik 8,6% YoY. Margin laba bersih terjaga di 8,7%, sementara arus kas operasi yang kuat sebesar Rp 19,9 triliun dan free cash flow Rp 13,9 triliun menunjukkan likuiditas yang solid. Di tengah pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per USD dan lonjakan harga minyak Brent ke $100,21 (+71,36% YoY), INDF memiliki posisi kas besar Rp 60,1 triliun yang dapat menjadi bantalan terhadap tekanan biaya impor bahan baku. Laporan ini penting karena mengonfirmasi kemampuan INDF mempertahankan pertumbuhan di tengah tekanan makro yang signifikan.

Transmission Mechanism

Pelemahan rupiah terhadap USD (USD/IDR naik ke 17.712) secara langsung meningkatkan biaya impor bahan baku seperti gandum dan kedelai yang menjadi input utama produk mi instan dan tepung terigu INDF. Namun, posisi kas INDF yang mencapai Rp 60,1 triliun — hampir setara dengan total utang Rp 76,7 triliun — memberikan fleksibilitas untuk melakukan lindung nilai (hedging) atau membayar utang valas lebih awal, sehingga mengurangi eksposur kerugian selisih kurs. Di sisi lain, kenaikan harga minyak Brent ke $100,21 mendorong biaya logistik dan distribusi, tetapi INDF dapat mengompensasinya melalui skala ekonomi dan efisiensi rantai pasok yang sudah mapan. Suku bunga BI yang masih tinggi (asumsikan di kisaran 6,0-6,5%) membuat beban bunga utang INDF tetap terkendali mengingat rasio utang terhadap ekuitas yang moderat (0,99x), sementara arus kas operasi yang kuat memungkinkan perusahaan membiayai belanja modal tanpa bergantung pada pendanaan eksternal.

Peer Comparison

Dibandingkan rata-rata sub-sektor Food & Beverage (ROE 19,1%, PER 66,4x), INDF mencatat ROE 13,3% yang berada di bawah rata-rata, namun PER 5,4x jauh lebih rendah dari rata-rata peer, menunjukkan valuasi yang lebih konservatif. Net profit margin INDF 8,7% juga lebih rendah dari beberapa peer seperti CMRY (ROE 30,0%) dan TAPG (ROE 31,7%), tetapi unggul dalam likuiditas dan skala aset.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia untuk Mei 2026 (dijadwalkan awal Juni) — inflasi tinggi dapat menekan daya beli konsumen dan margin INDF. 2) Keputusan suku bunga BI pada 19-20 Juni 2026 — kenaikan BI rate akan memperkuat tekanan pada biaya utang dan nilai tukar. 3) Perkembangan harga minyak Brent yang sudah naik 71,36% YoY — jika berlanjut, akan meningkatkan biaya logistik dan distribusi INDF secara material.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.