Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

INDF

Blue Chip

Indofood Sukses Makmur Tbk

Consumer Non-Cyclicals · Food & Beverage

Harga
6.975
▼ 2.11%
Market Cap
Rp61,24 T
PER
5,37
PBV
0,79
Dividend Yield
4,03%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp33,89 T Rp2,96 T Rp226,51 T Rp125,58 T 8,7%
Q4-2025 Rp32,51 T Rp2,8 T Rp217,98 T Rp120,24 T 8,6%
Q3-2025 Rp31,14 T Rp2,04 T Rp214,47 T Rp116,18 T 6,6%
Q2-2025 Rp28,29 T Rp3,11 T Rp209,25 T Rp112,69 T 11,0%
Q1-2025 Rp31,56 T Rp2,72 T Rp209,24 T Rp112,58 T 8,6%
Q4-2024 Rp28,84 T Rp-119,14 M Rp201,71 T Rp108,99 T -0,4%
Q3-2024 Rp29,65 T Rp4,91 T Rp195,49 T Rp107,94 T 16,5%
Q2-2024 Rp26,5 T Rp1,4 T Rp201,18 T Rp102,92 T 5,3%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Q1-2026

Executive Summary

Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan pendapatan Rp125,8 triliun dan laba bersih Rp10,9 triliun pada Q1-2026, dengan pertumbuhan laba 8,6% YoY dan margin laba bersih 8,7%. Valuasi saham berada pada PER 5,6x dan PBV 0,83x, dengan posisi kas Rp60,1 triliun yang solid. Di tengah tekanan IHSG yang turun 91,51 poin dan USD/IDR di level 17.410, laporan ini penting karena menunjukkan ketahanan fundamental INDF di tengah volatilitas makro yang tinggi.

Transmission Mechanism

Kinerja INDF sangat terpengaruh oleh daya beli konsumen domestik dan harga komoditas pangan global. Inflasi Indonesia yang masih di atas target BI 2-4% dapat mendorong BI untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang akan menekan konsumsi rumah tangga dan berpotensi memperlambat pertumbuhan pendapatan INDF ke depan. Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap USD (USD/IDR di 17.410) meningkatkan biaya impor bahan baku seperti gandum dan kedelai, yang dapat menekan margin laba kotor INDF jika tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual. Dari sisi neraca, total utang INDF sebesar Rp76,7 triliun terhadap ekuitas Rp73,1 triliun menghasilkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sekitar 1,05x, yang masih dalam batas wajar untuk perusahaan konglomerasi. Arus kas operasi yang kuat sebesar Rp19,9 triliun dan free cash flow Rp13,9 triliun memberikan bantalan likuiditas yang memadai untuk menghadapi kenaikan suku bunga. Namun, jika Fed mempertahankan sikap hawkish akibat inflasi AS yang masih tinggi (konsensus CPI AS 3,7% pada 12 Mei), tekanan pada rupiah dan IHSG akan berlanjut, yang secara tidak langsung mempengaruhi sentimen pasar terhadap saham INDF.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% YoY) — jika aktual lebih tinggi, dapat memicu penguatan USD dan tekanan tambahan pada rupiah serta IHSG. 2) Keputusan Fed Chair Nomination Vote pada 12 Mei 2026 — perubahan kepemimpinan dapat mengubah arah kebijakan moneter AS. 3) Data inflasi Indonesia (BPS) yang akan dirilis — jika di atas target BI 2-4%, risiko rate hike akan meningkat dan menekan daya beli konsumen.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.