Analisis terkait INCO
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
MNC Sekuritas Rekomendasi Buy-on-Weakness Vale Indonesia Rp5.125-Rp5.350, IHSG Dilematis
MNC Sekuritas rekomendasikan akumulasi INCO di rentang Rp5.125-Rp5.350 seiring proyeksi IHSG melemah ke 6.892-7.095, dipicu kekhawatiran kenaikan royalti pemerintah.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
INCO Anjlok 13,89% ke Rp5.425, Analis Soroti Peluang Buy on Weakness di Tengah IHSG Tertekan
PT Vale Indonesia Tbk merosot signifikan ke Rp5.425, dipicu tekanan sektor basic materials sejalan IHSG yang bergerak fluktuatif menjelang risiko teknikal support 6.838.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Saham Vale Indonesia Melesat 11,52% akibat Penundaan Tarif Ekspor Minerba
Penundaan tarif ekspor baru oleh pemerintah mendorong reli saham tambang, dengan INCO naik 11,52% meski IHSG stagnan dan risiko outflow MSCI mengancam.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
INCO Melonjak 11% Usai Kenaikan Royalti Tambang Ditunda — Royalti Tambang Ditunda, Saham Emiten Melonjak
INCO memimpin penguatan saham tambang setelah pemerintah menunda kenaikan royalti untuk nikel, tembaga, dan timah, meredakan kekhawatiran margin produsen.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
INCO Melonjak 11% Setelah Kenaikan Royalti Ditunda, Fundamental Tetap Solid
Saham Vale Indonesia melesat setelah pemerintah menunda kenaikan royalti tambang, dengan risiko terdampak hanya 1,5% terhadap EPS dan biaya tunai di bawah US$10.000 per ton.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 7.0
PGEO Kejar Kapasitas 1,8 GW, Laba PANI Melejit 4 Kali Lipat
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057,11 pada perdagangan Selasa (5/5), didorong lonjakan saham BRPT (24,66%), TPIA (19,70%), dan BBRI (3,62%). Namun, investor asing mencatat jual bersih Rp317,94 miliar di pasar reguler dan Rp518,39 miliar secara keseluruhan, menunjukkan tekanan arus modal yang masih berlanjut. Data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% YoY — tertinggi sejak kuartal III-2022 dan di atas ekspektasi pasar 5,40% — menjadi katalis utama sentimen positif. Di sisi korporasi, PGEO menargetkan kapasitas 1,8 GW pada 2033 (naik 2,5 kali lipat dari 727 MW di 2026) dengan investasi proyek Hululais US$449 juta, sementara PANI mencatat laba bersih Rp662,64 miliar, tumbuh 409,76% YoY, didorong marketing sales yang melonjak 112% menjadi Rp987 miliar. Kontras antara penguatan IHSG dan outflow asing menunjukkan bahwa kenaikan ini lebih didorong oleh sektor spesifik dan data makro positif, bukan oleh kepercayaan investor asing secara luas.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.7
IHSG Sesi I Naik ke Rp 7.029, Saham Prajogo BRPT, TPIA hingga PTRO Bergairah
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham konglomerat Prajogo Pangestu (BRPT, TPIA, PTRO) memimpin penguatan, sementara saham nikel seperti INCO dan ANTM justru tertekan rencana bea keluar dan windfall tax. Meski menguat, IHSG masih terkoreksi 18,7% secara year-to-date.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0 Signal Tinggi
Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen
Saham emiten nikel kompak terkoreksi pada 5 Mei 2026 setelah pemerintah mengumumkan rencana penerapan bea keluar dan windfall profit tax untuk komoditas nikel. INCO menjadi yang terburuk dengan penurunan 8% ke Rp6.325, disusul ANTM turun 3,42% dan MDKA turun 2,81%. Kebijakan ini bertujuan memberantas underinvoicing dan menekan subsidi energi yang membengkak.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
IHSG Turun Tajam Menjelang Long Weekend — Investor Asing Akumulasi 10 Saham Pilihan
IHSG anjlok 2,03% ke 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026) menjelang long weekend, dengan koreksi 5,72% dalam 4 hari terakhir. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp8,56 triliun di seluruh pasar, sementara pembelian bersih hanya Rp59,29 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Sumber data: IDX