Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

ICBP

Blue Chip

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Consumer Non-Cyclicals · Food & Beverage

Harga
7.050
▼ 1.74%
Market Cap
Rp82,22 T
PER
7,79
PBV
1,51
Dividend Yield
3,72%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp21,72 T Rp2,57 T Rp140,15 T Rp77,02 T 11,9%
Q4-2025 Rp18,58 T Rp2,12 T Rp135,54 T Rp73,68 T 11,4%
Q3-2025 Rp18,67 T Rp1,57 T Rp132,41 T Rp71,35 T 8,4%
Q2-2025 Rp17,42 T Rp2,88 T Rp132 T Rp69,5 T 16,5%
Q1-2025 Rp20,19 T Rp2,66 T Rp130,73 T Rp69,83 T 13,2%
Q4-2024 Rp17,11 T Rp-1,07 T Rp126,04 T Rp67,04 T -6,3%
Q3-2024 Rp18,52 T Rp4,61 T Rp124,19 T Rp67,71 T 24,9%
Q2-2024 Rp17,04 T Rp1,19 T Rp125,21 T Rp63,53 T 7,0%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Q1-2026

Executive Summary

ICBP mencatat pendapatan Rp 76,4 triliun pada Q1-2026, tumbuh 7,6% YoY, namun laba bersih turun 3,1% menjadi Rp 9,1 triliun. Net profit margin terjaga di 12,0% dengan GPM 34,8%, sementara arus kas operasi Rp 12,6 triliun dan free cash flow Rp 8,9 triliun menunjukkan likuiditas solid. Di tengah tekanan IHSG yang anjlok 91,51% ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410, emiten ini memiliki PER 9,1x dan PBV 1,61x dengan ROE 14,6%. Kinerja ini penting karena terjadi di tengah ketidakpastian inflasi AS dan risiko kenaikan suku bunga yang dapat menekan daya beli konsumen domestik.

Transmission Mechanism

Pelemahan rupiah ke Rp 17.410 per USD langsung meningkatkan beban bahan baku impor ICBP, terutama gandum dan kemasan, yang dapat menekan margin kotor jika tidak diimbangi kenaikan harga jual. Namun, ICBP memiliki kas Rp 32,8 triliun dan utang Rp 47,9 triliun, sehingga rasio utang terhadap ekuitas masih terkendali dan biaya bunga tidak akan membebani secara signifikan meskipun BI rate naik. Di sisi lain, inflasi Indonesia yang melampaui target BI 2-4% (data BPS) berpotensi mendorong kenaikan suku bunga acuan, yang akan menekan daya beli masyarakat dan volume penjualan produk konsumer ICBP. Jika data CPI AS pada 12 Mei 2026 menunjukkan inflasi di atas konsensus 3,7%, maka ekspektasi hawkish Fed akan memperkuat USD dan semakin melemahkan IDR, memperparah tekanan biaya impor bagi ICBP. Sebaliknya, jika inflasi AS rendah, ruang rate cut dapat mendorong aliran modal ke emerging market dan memperkuat rupiah, memberikan relief pada biaya operasional emiten.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% YoY) — jika di atas ekspektasi, USD/IDR berpotensi naik lebih lanjut, menekan margin ICBP. 2) Data inflasi Indonesia dari BPS yang perlu dipantau untuk melihat apakah BI akan menaikkan suku bunga acuan, berdampak langsung pada daya beli konsumen. 3) Rilis PPI AS pada 13 Mei 2026 (konsensus 0,5% MoM) — indikasi tekanan harga produsen yang dapat merembet ke inflasi konsumen dan kebijakan Fed.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.