Direktori Emiten · IDX
GOTO
Blue ChipPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
Technology · Software & IT Services
Analisis terkait GOTO
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
GoTo Cetak Laba Perdana Rp170,7 M di Q1-2026, Sementara Bukalapak Rugi Rp423,5 M
GoTo membukukan laba bersih kuartal pertama Rp170,7 miliar pada Q1-2026, berbalik dari rugi Rp366,5 miliar setahun sebelumnya, didorong pertumbuhan segmen fintech.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
GOTO Cetak Laba Perdana Rp 170,7 Miliar di Q1 2026, Fintech Tumbuh 72% YoY
GoTo Gojek Tokopedia raih laba bersih pertama Rp 170,7 miliar di Q1 2026, ditopang lonjakan GTV fintech 72% YoY menjadi Rp 230 triliun, sementara Bukalapak dan Blibli masih rugi.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Danantara Masuk GOTO: Sinyal Kepercayaan Modal Nasional ke Teknologi Lokal
Danantara mengonfirmasi kepemilikan awal di GOTO, menandai dukungan modal negara terhadap ekosistem teknologi Indonesia dengan target IPO 2028.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Danantara Ambil <1% Saham GOTO, Sinyal Dukungan Pemodal Negara ke Teknologi
Danantara, sovereign wealth fund Indonesia, resmi memiliki <1% saham GOTO per 11 Mei 2026. Langkah ini memberikan legitimasi pasar namun dampak fundamental masih terbatas.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Regulasi Batasi Komisi Ride-Hailing 8% Tekan Margin GOTO, Saham Anjlok 21,88% YTD
Pembatasan tarif komisi ride-hailing oleh pemerintah memaksa GOTO beralih ke fintech dan logistik, namun margin profitabilitas tertekan di tengah harga saham Rp50.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 5.0
Jejak Investasi GOTO Genggam 4,32% Saham Taksi Biru Blue Bird (BIRD)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat memiliki 4,32% saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) per 31 Maret 2026, setara 108,20 juta lembar. Posisi ini menjadikan GOTO pemegang saham signifikan di luar lingkar pengendali keluarga Djokosoetono yang masih menguasai mayoritas. Langkah ini terjadi di tengah kinerja positif Blue Bird: pendapatan Q1-2026 Rp1,45 triliun (+11,6% YoY), laba bersih Rp157 miliar, dan pertumbuhan layanan taksi 12% YoY. Investasi GOTO mempertegas tren konvergensi antara platform digital dan operator armada konvensional — hubungan yang selama ini bersifat kemitraan kini berubah menjadi kepemilikan silang. Ini relevan dengan data makro yang menunjukkan PMTB tumbuh 5,96% di Q1-2026, didorong subkomponen kendaraan (+12,39%), mengindikasikan aktivitas distribusi dan belanja modal yang kuat di sektor transportasi.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 8.3 Signal Tinggi
Saham GOTO Bisa Terancam Aturan Baru: Saatnya Jual atau Tahan?
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan aplikator transportasi daring maksimal 8%, turun drastis dari level sekitar 20% yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama Gojek. Saham GOTO langsung terpukul: terkunci di level Rp50 dengan antrean jual puluhan juta lot sejak awal sesi. Manajemen baru mengetahui kebijakan ini dari media pada 1 Mei 2026 dan masih menunggu salinan resmi untuk evaluasi. Ironisnya, fundamental GOTO baru saja menunjukkan perbaikan signifikan — laba bersih Rp170,74 miliar di Q1-2026, berbalik dari rugi Rp366,59 miliar di Q1-2025, dengan pendapatan naik 26% menjadi Rp5,34 triliun. Namun, struktur pendapatan yang sangat bergantung pada komisi bagi hasil membuat capaian ini langsung terancam oleh regulasi baru. BPI Danantara telah masuk sebagai pemegang saham di bawah 1%, namun langkah ini lebih bersifat sinyal kepercayaan daripada intervensi penyelamatan jangka pendek.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 6.0
Rosan Sebut Danantara Beli Saham GOTO Demi Kesejahteraan Pengemudi
BPI Danantara resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi di bawah 1%, sebuah langkah yang dikonfirmasi oleh CEO Rosan Roeslani dan manajemen GOTO. Rosan menyatakan investasi ini bertujuan mendorong kesejahteraan pengemudi ojol, termasuk melalui kepesertaan BPJS dan pemangkasan komisi aplikator maksimal 8% berdasarkan Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Langkah ini terjadi di tengah tekanan fundamental GOTO: saham terkunci di Rp50 dengan antrean jual puluhan juta lot pasca regulasi, meskipun Q1-2026 mencatat laba bersih Rp170,74 miliar — berbalik dari rugi tahun sebelumnya. Danantara mengisyaratkan pembelian masih berlanjut secara bertahap, namun porsi saat ini belum signifikan secara finansial.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 7.0
Ini Daftar Pemegang Saham GOTO Usai Diborong Danantara
BPI Danantara telah mengakuisisi kurang dari 1% saham GOTO melalui pembelian di bursa, sebuah langkah yang dikonfirmasi oleh CEO Danantara Rosan Roeslani sebagai investasi non-finansial yang bertujuan mendorong kesejahteraan pengemudi ojek online, termasuk kepesertaan BPJS. Langkah ini terjadi di saat kritis: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 baru membatasi potongan komisi aplikator maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20%, yang secara langsung mengancam profitabilitas segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Meskipun porsi Danantara saat ini minim, struktur kepemilikan GOTO masih didominasi investor institusi global seperti SoftBank (7,65%), Taobao (7,43%), dan Google, sementara Telkomsel — anak usaha TLKM yang berada di bawah naungan Danantara — juga tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi 1,99%. Masuknya Danantara menandai babak baru dalam dinamika kepemilikan emiten teknologi terbesar di Indonesia, di tengah tekanan regulasi dan volatilitas pasar yang tinggi.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 7.0
Rosan Buka Suara soal Danantara Akuisisi Saham GoTo
Danantara, badan investasi negara, telah resmi menjadi pemegang saham GoTo dengan porsi kurang dari 1% melalui pembelian di bursa. CEO Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi langkah ini bukan semata investasi finansial, melainkan untuk mendorong kesejahteraan pengemudi ojek online — termasuk perlindungan BPJS dan bonus hari raya yang dilipatgandakan. Langkah ini terjadi di saat kritis: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 baru membatasi potongan komisi aplikator maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20%, yang secara langsung mengancam profitabilitas segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Meskipun porsi saham saat ini minim, rencana penambahan kepemilikan secara bertahap membuka risiko intervensi negara yang lebih dalam di perusahaan teknologi publik terbesar di Indonesia.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Goto Ungkap Status Saham Pemerintah Melalui Danantara, Ini Daftar Pemilliknya
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengonfirmasi bahwa Danantara — badan investasi negara — telah membeli saham GOTO di bursa dengan porsi kurang dari 1%. Langkah ini terjadi di saat yang kritis: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 baru saja membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20%, yang secara langsung mengancam profitabilitas segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Meskipun porsi saham Danantara saat ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kebijakan, rencana penambahan kepemilikan secara bertahap membuka risiko intervensi negara yang lebih dalam. Di sisi lain, struktur kepemilikan GOTO masih didominasi investor institusi global seperti SoftBank (7,65%), Taobao (7,43%), dan Google, sementara Telkomsel — anak usaha TLKM yang berada di bawah naungan Danantara — juga tercatat sebagai pemegang saham. Masuknya Danantara menandai babak baru dalam dinamika kepemilikan emiten teknologi terbesar di Indonesia, di tengah tekanan regulasi dan volatilitas pasar yang tinggi.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
GOTO Tanggapi Isu Danantara Jadi Pemegang Saham, Porsinya di Bawah 1 Persen
Danantara, badan investasi negara yang dipimpin Rosan Roeslani, telah resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi kurang dari 1% melalui pembelian di bursa. Langkah ini dikonfirmasi oleh manajemen GOTO sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan, namun terjadi di tengah tekanan regulasi baru yang signifikan: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20% — pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Meskipun porsi saham Danantara saat ini minim dan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kebijakan, rencana penambahan kepemilikan secara bertahap membuka risiko tata kelola dan persepsi intervensi negara yang lebih dalam di perusahaan teknologi publik. Langkah ini juga bertepatan dengan narasi kesejahteraan mitra ojol yang diusung Danantara, menimbulkan pertanyaan tentang independensi manajemen GOTO dalam menjalankan strategi bisnis ke depan.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Rosan Bongkar Alasan Danantara Boyong Saham GoTo, Manajemen Buka Suara
Danantara, badan investasi negara yang dipimpin Rosan Roeslani, telah resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi kurang dari 1% melalui pembelian di bursa. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan tekanan regulasi baru yang signifikan: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20% — pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Rosan mengaitkan investasi ini dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mitra ojol, termasuk mendorong besaran Bantuan Hari Raya yang lebih besar. Meski demikian, porsi saham masih dirahasiakan dan Danantara berencana menambah kepemilikan secara bertahap. Langkah ini menandai intervensi negara yang lebih langsung ke dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi publik, membuka risiko tata kelola dan persepsi investor tentang independensi manajemen.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
GOTO Akui Pemerintah Telah Genggam Saham Lewat Danantara, Berapa Porsinya?
Pemerintah melalui Danantara telah resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi kurang dari 1%, melalui pembelian di bursa. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan akan terus meningkatkan kepemilikan secara bertahap, namun belum mengungkapkan target porsi. Langkah ini terjadi di tengah tekanan regulasi baru: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20% sebelumnya — sebuah pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek. GOTO mengaku belum menerima salinan perpres tersebut dan masih menunggu informasi lengkap sebelum melakukan kajian. Masuknya Danantara sebagai pemegang saham dapat dibaca sebagai sinyal kepercayaan pemerintah terhadap fundamental GOTO, namun juga membuka risiko tata kelola dan persepsi intervensi negara yang lebih dalam di perusahaan teknologi publik.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
GOTO Akui Pemerintah Genggam Saham Lewat Danantara, Berapa Porsi Kepemilikannya?
Pemerintah melalui Danantara telah resmi menjadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan porsi kurang dari 1% dari total saham beredar, melalui pembelian di bursa. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyambut investasi ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. Namun, langkah ini terjadi di tengah tekanan regulasi baru: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20% sebelumnya — sebuah pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek. GOTO mengaku belum menerima salinan perpres tersebut dan masih menunggu informasi lengkap sebelum melakukan kajian. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan akan terus meningkatkan kepemilikan saham secara bertahap, namun belum mengungkapkan target porsi. Langkah ini menandai intervensi negara yang lebih langsung ke dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi, dengan narasi kesejahteraan mitra sebagai justifikasi utama.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
GOTO Akui Dimiliki Danantara, Segini Porsi Kepemilikannya!
BPI Danantara resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi di bawah 1%, dikonfirmasi oleh manajemen GOTO dan CEO Danantara Rosan Roeslani. Langkah ini dinyatakan bukan untuk keuntungan finansial, melainkan untuk mendorong kesejahteraan pengemudi ojek online — termasuk kepesertaan BPJS dan pemangkasan komisi aplikator maksimal 8% berdasarkan Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Masuknya Danantara terjadi di tengah tekanan berat di pasar keuangan Indonesia: IHSG mendekati level terendah dalam satu tahun (6.969) dan rupiah di titik terlemahnya (Rp17.366). Meski porsi saat ini belum signifikan secara finansial, langkah ini menandai babak baru intervensi negara di emiten teknologi terbesar Indonesia, di mana struktur kepemilikan GOTO masih didominasi investor global seperti SoftBank (7,65%), Taobao (7,43%), dan Google.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 8.0
Danantara Beli Saham GOTO!
Danantara, badan investasi negara, telah resmi menjadi pemegang saham GOTO dengan porsi kurang dari 1% melalui pembelian di bursa. Langkah ini dikonfirmasi CEO Danantara Rosan Roeslani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojol, dan disebut akan terus ditambah secara bertahap. Masuknya Danantara terjadi di saat yang kritis: GOTO baru mencatat laba di kuartal I 2026 untuk pertama kalinya, namun Perpres Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8% dari sebelumnya sekitar 20% — pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek. Meskipun porsi saham saat ini minim, rencana penambahan bertahap membuka risiko persepsi intervensi negara yang lebih dalam di perusahaan teknologi publik, terutama ketika narasi kesejahteraan mitra ojol diusung oleh pemegang saham yang juga bagian dari pemerintah.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Danantara Borong Saham GOTO!
Danantara, badan investasi yang dipimpin Rosan Roeslani, telah resmi masuk sebagai pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Rosan mengaitkan langkah ini dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol), termasuk mendorong besaran Bantuan Hari Raya (BHR) yang lebih besar tahun ini. Ia memberi kode bahwa keterlibatan Danantara dimulai sekitar Januari 2026, bertepatan dengan momentum GOTO yang mulai mencatatkan laba untuk pertama kalinya. Meski demikian, Rosan enggan mengungkapkan porsi saham yang dimiliki, dengan alasan proses masih berlangsung secara bertahap. Langkah ini menandai intervensi negara yang lebih langsung ke dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi, dengan narasi kesejahteraan mitra sebagai justifikasi utama.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 8.0 Signal Tinggi
Pemerintah Akuisisi GoTo Lewat Danantara, Porsi Saham Ditingkatkan Bertahap
Pemerintah melalui Danantara resmi masuk sebagai pemegang saham GoTo dan berencana meningkatkan kepemilikan secara bertahap. Langkah ini dikaitkan dengan upaya menurunkan potongan komisi driver ojol dari 10-20% menjadi 8% sesuai Perpres 27/2026. Detail transaksi dan besaran saham belum diungkapkan.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini
IHSG ditutup menguat tipis 0,22% ke 6.971,95, ditopang TLKM dan BBRI. Investor asing mencatat jual bersih Rp791,28 miliar di pasar reguler. Pasar menanti rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,40% YoY, sementara tensi geopolitik Selat Hormuz menekan sentimen global.
Sumber data: IDX