Direktori Emiten ·IDX
GOTO
Blue ChipPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
Technology · Software & IT Services
Analisis terkait GOTO
-
2 Jun 2026 Skor 7.3
FTSE Russell Depak 4 Saham RI Lagi, Ada GOTO hingga NCKL
FTSE Russell mengumumkan pengeluaran empat saham Indonesia dari indeks globalnya pada 2 Juni 2026. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Trimegah Bangun Persada (NCKL) dikeluarkan dari Mid Cap Index, sementara BUMA Internasional Grup (DOID) dan Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) dikeluarkan dari Micro Cap Index. Alasannya: keempat saham tersebut tercatat di Papan Pengembangan BEI, yang dinilai FTSE tidak memenuhi syarat untuk GEIS. Keputusan ini efektif pada 22 Juni. Ini merupakan gelombang kedua setelah pada 23 Mei FTSE juga mengeluarkan DSSA (Large Cap karena konsentrasi kepemilikan tinggi), DAAZ, HILL, dan MLIA (Micro Cap karena free float rendah atau gagal screening). Yang tidak terlihat dari headline adalah pola sistematis: FTSE Russell secara konsisten menolak saham-saham yang berada di Papan Pengembangan BEI. Papan ini diperuntukkan bagi emiten yang tidak memenuhi persyaratan pencatatan reguler, seperti riwayat keuangan terbatas atau struktur tata kelola tertentu. Bagi investor global yang menggunakan indeks FTSE sebagai acuan, masuknya saham dalam Papan Pengembangan berarti otomatis tidak eligible — tidak peduli seberapa besar kapitalisasi pasarnya. GOTO, misalnya, adalah salah satu startup terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar puluhan triliun rupiah, tetapi karena status pencatatannya, ia tetap dikeluarkan. Hal ini menjadi cerminan bahwa standar indeks global masih memiliki celah dengan regulasi bursa domestik. Dampak langsung dari keputusan ini adalah potensi tekanan jual pada saham-saham tersebut menjelang 22 Juni. Dana kelolaan yang berbasis indeks FTSE (seperti ETF global) akan melepas posisi secara otomatis. Namun, bagi investor non-indeks, penurunan harga bisa membuka peluang akumulasi jika fundamental perusahaan tetap kuat. Lebih penting lagi, berita ini menambah persepsi negatif terhadap pasar modal Indonesia di mata asing. Di saat yang sama, rupiah melemah ke Rp17.879 per dolar AS dan IHSG berada di 6.202, sementara yield obligasi AS yang tinggi dan ketegangan geopolitik Timur Tengah membuat investor asing cenderung risk-off. Pengumuman FTSE ini bisa menjadi katalis tambahan yang mempercepat outflow. Yang perlu dipantau dalam dua minggu ke depan adalah volume perdagangan saham GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA, terutama pada sesi menjelang 22 Juni. Jika aksi jual besar terjadi, maka akan menjadi konfirmasi bahwa keputusan FTSE berdampak material. Sinyal lain yang perlu diperhatikan adalah respons resmi dari OJK atau BEI — apakah akan ada revisi aturan Papan Pengembangan untuk menyelaraskan dengan standar global, atau insentif bagi emiten untuk pindah papan reguler. Tanpa perubahan struktural, risiko pengeluaran lebih banyak saham dari indeks FTSE akan terus membayangi kepercayaan investor asing terhadap bursa Indonesia.
Sumber data: IDX
-
28 Mei 2026 Skor 7.0
MSCI Bekukan Rebalancing Saham GOTO Imbas Likuiditas di Level Gocap
MSCI membekukan semua perubahan terkait saham GOTO dalam peninjauan indeks Mei 2026 karena saham emiten tersebut diperdagangkan di level minimum Rp50 alias gocap, sehingga menimbulkan potensi masalah replikasi indeks akibat rendahnya likuiditas. Keputusan ini mencakup pembekuan penyesuaian jumlah saham (NOS), foreign inclusion factor, domestic inclusion factor, faktor pembatas, hingga penambahan atau penghapusan GOTO dari seluruh varian indeks MSCI. MSCI akan meninjau ulang likuiditas GOTO pada evaluasi Agustus 2026, dan jika persyaratan tidak terpenuhi, GOTO berpotensi dikeluarkan dari indeks. Sementara itu, MSCI masih mempertahankan GOTO dalam MSCI Global Standard Indexes. Hingga 5 Mei, harga GOTO bertahan di Rp50, setelah terkoreksi 21,88% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar GOTO tercatat sekitar Rp59,55 triliun dengan porsi saham publik 71,28%. GOTO pertama kali masuk MSCI Global Standard Indexes pada Mei 2023 di harga Rp100-an, jauh dari harga IPO Rp338 dan level tertinggi Rp404. Sejak akhir 2023, saham ini konsisten bergerak di rentang Rp70-Rp50. Kondisi ini menjadi preseden buruk bagi saham berkapitalisasi besar di Indonesia yang akhirnya terperangkap di batas bawah harga saham. Freeze MSCI bukanlah insiden terisolasi; sebelumnya MSCI juga membekukan penambahan konstituen baru dari Indonesia dan justru mengeluarkan 18 emiten Indonesia lainnya — terdiri dari enam saham dari MSCI Global Standard Indexes dan 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes. Artinya, tekanan terhadap partisipasi Indonesia di indeks global sedang berlangsung, dan GOTO menjadi episentrum terbaru. Di sisi makro, situasi ini terjadi di tengah kondisi yang sudah menantang: IHSG bertahan di kisaran 6.130, rupiah melemah ke level Rp17.785 per dolar AS, dan investor asing cenderung risk-off menjelang IPO raksasa teknologi AS seperti SpaceX dan OpenAI yang diperkirakan akan menarik likuiditas global dari pasar berkembang. Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini memperkuat persepsi bahwa likuiditas pasar modal Indonesia sedang diuji. Bagi GOTO, freeze ini berarti tidak ada penyesuaian bobot indeks yang bisa dilakukan, sehingga eksposur dari dana pasif yang melacak MSCI tidak akan berubah secara natural, dan jika likuiditas tidak membaik hingga Agustus, risiko dikeluarkan dari indeks menjadi nyata. Potensi dampak lanjutan mencakup kesulitan GOTO dalam melakukan aksi korporasi yang memerlukan harga wajar saham, seperti rights issue atau akuisisi berbasis saham. Yang perlu dipantau dalam 1–4 minggu ke depan: pertama, respons manajemen GOTO — apakah akan melakukan aksi korporasi seperti stock split (untuk memberikan ruang harga lebih tinggi) atau buyback untuk menopang harga. Kedua, data likuiditas harian saham GOTO — volume transaksi yang sangat rendah akan memperkuat alasan MSCI untuk mengeluarkan saham. Ketiga, perkembangan musim IPO global — jika dana asing semakin terkonsentrasi ke AS, tekanan jual di saham Indonesia bisa semakin deras. Sinyal penting lainnya: apakah BEI akan merevisi aturan batas auto rejection bawah atau memberikan relaksasi khusus untuk saham di level Rp50 agar tidak menjadi jebakan likuiditas bagi emiten besar. Ini adalah ujian kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
Sumber data: IDX
-
23 Mei 2026 Skor 7.3
Teddy Terima Kunjungan CEO GoTo, Bahas Kenaikan Pendapatan Driver Ojol
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan CEO GoTo Hans Patuwo pada Jumat (22/5) malam. Dalam pertemuan tersebut, GoTo menyatakan komitmennya mendukung program Presiden Prabowo untuk menaikkan pendapatan pengemudi dari saat ini 80% menjadi 92% per transaksi. Artinya, potongan yang diambil aplikator menyusut dari 20% menjadi 8%. GoTo saat ini memiliki 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif dari total 3 juta pengemudi yang pernah tercatat sejak perusahaan berdiri. Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai serius mengintervensi struktur bagi hasil di industri ride-hailing yang selama ini menjadi keluhan utama mitra pengemudi. Meski komitmen GoTo disampaikan secara lisan dan belum ada detail teknis seperti jadwal implementasi atau mekanisme kompensasi bagi aplikator, arah kebijakan sudah jelas: kesejahteraan driver menjadi prioritas. Presiden Prabowo sendiri menekankan bahwa kenaikan pendapatan driver harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang sehat, sehingga aplikator tetap bisa memperoleh keuntungan wajar. Bagi GoTo, pengurangan potongan dari 20% menjadi 8% berarti potensi penurunan pendapatan bersih jangka pendek jika tidak diimbangi pertumbuhan volume transaksi atau efisiensi biaya. Namun, langkah ini bisa meningkatkan loyalitas dan produktivitas driver, mengurangi churn, serta memperkuat posisi tawar GoTo di hadapan pesaing seperti Grab. Bagi 800 ribu hingga 1 juta driver aktif, kenaikan 12 poin persen per transaksi berarti tambahan pendapatan langsung yang signifikan, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan pelemahan daya beli. Dampak lebih luas: kebijakan ini bisa menjadi preseden bagi regulasi sektor platform digital lain di Indonesia, seperti e-commerce, logistik, dan layanan on-demand. Investor perlu mencermati bahwa GoTo sebagai perusahaan publik (GOTO) harus menyeimbangkan tekanan sosial-politik dengan target profitabilitas. Dalam jangka pendek, margin laba GOTO berpotensi tertekan, namun jika berhasil meningkatkan volume transaksi melalui driver yang lebih puas, dampaknya bisa netral atau positif. Pemerintah juga perlu memastikan ada mekanisme pengawasan agar potongan benar-benar turun, bukan sekadar janji. Yang harus dipantau dalam beberapa minggu ke depan: (1) rilis resmi dari GoTo tentang detail implementasi dan timeline, (2) reaksi Grab apakah akan mengikuti kebijakan serupa untuk mempertahankan pangsa pasar, (3) respons pasar terhadap saham GOTO — apakah akan terkoreksi karena kekhawatiran margin atau justru naik karena sentimen positif terhadap kesejahteraan driver, dan (4) kemungkinan diterbitkannya Peraturan Presiden atau Keputusan Menteri yang mewajibkan seluruh aplikator mengadopsi skema serupa.
Sumber data: IDX
-
17 Mei 2026 Skor 3.7
Cek Broker Saham Terbaik Pilihan Cerdas 2026 di Sini
Artikel ini menyajikan daftar lima sekuritas dan aplikasi trading saham terbaik di Indonesia untuk tahun 2026, dengan fokus pada kelengkapan ekosistem dan inovasi bagi investor ritel. Data utama yang disajikan adalah rata-rata 50.645 investor baru bergabung setiap hari sepanjang 2026, dengan total basis investor mencapai 26,12 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap pasar modal, namun artikel tidak menyebutkan sumber data spesifik atau metodologi pemeringkatan. Daftar yang ditampilkan hanya mencakup satu entitas, yaitu Pluang, yang diposisikan sebagai aplikasi multi-aset dengan lebih dari 13 juta pengguna. Pluang menawarkan akses ke 2.000+ produk investasi termasuk saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, crypto, logam mulia, reksa dana, serta derivatif seperti crypto perpetual dan opsi saham AS. Fitur unggulan meliputi biaya trading 0%, tanpa minimum deposit, bonus saham hingga Rp300.000, dan integrasi dengan fitur charting TradingView. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas yang diawasi OJK. Dampak utama dari artikel ini bersifat informasional bagi investor ritel yang mencari platform trading. Tidak ada perubahan regulasi, data fundamental pasar, atau peristiwa korporasi signifikan yang dilaporkan. Artikel lebih berfungsi sebagai konten promosi bersponsor atau advertorial, bukan berita bisnis independen. Investor perlu melakukan verifikasi independen terhadap klaim biaya dan fitur sebelum menggunakan layanan. Yang perlu dipantau adalah tren pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia — jika terus berlanjut, dapat meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong inovasi platform trading. Namun, tanpa data pendukung tentang kualitas investor baru (aktif vs pasif) atau dampaknya terhadap volume transaksi, angka 26,12 juta SID belum cukup untuk menyimpulkan peningkatan partisipasi pasar yang bermakna.
Sumber data: IDX
-
15 Mei 2026 Skor 3.0
Didik Rachbini Sentil Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem, Ungkap Perangkap Politik
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi pendidikan. Ekonom Didik Rachbini menilai kasus ini sebagai 'perangkap politik' yang menjerat Nadiem karena latar belakangnya sebagai pendiri startup Gojek yang tidak memahami dinamika birokrasi pemerintahan. Proyek digitalisasi pendidikan yang digagas Nadiem memiliki anggaran hampir Rp10 triliun — dua kali lipat proyek e-KTP yang juga bermasalah. Didik mengkritik pendekatan 'techno-solutionism' yang menganggap transformasi pendidikan bisa dilakukan secara instan melalui gadget dan internet, sebagaimana terjadi di sektor e-commerce. Menurutnya, proyek ini sudah keliru sejak awal secara administratif dan kebijakan, dan hasilnya nyaris tidak terlihat. Presiden Joko Widodo disebut juga memiliki keyakinan serupa ketika merekrut Nadiem ke kabinet. Kasus ini menjadi preseden penting bagi eksekutif sektor swasta yang mempertimbangkan masuk ke pemerintahan — risiko hukum dan politik yang melekat di birokrasi bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Bagi investor, kasus ini tidak memiliki dampak langsung terhadap fundamental ekonomi atau pasar saham, namun relevan sebagai risiko reputasi bagi perusahaan yang terkait dengan Nadiem, terutama GoTo Gojek Tokopedia. Yang perlu dipantau adalah perkembangan sidang selanjutnya dan potensi dampak terhadap persepsi investor terhadap proyek-proyek digitalisasi pemerintah.
Sumber data: IDX
-
12 Mei 2026 Skor 7.7 Signal Tinggi
MSCI Depak 6 Emiten dari Global Indeks: Sisa 11 Saham Termasuk ASII, BBCA, BRPT
MSCI mengumumkan pengeluaran enam emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes dalam tinjauan kuartalan periode Mei 2026, efektif 1 Juni 2026. Enam saham yang didepak adalah BREN, TPIA, CUAN (tiga emiten konglomerat Prajogo Pangestu), AMMN, DSSA, serta AMRT yang diturunkan ke MSCI Small Cap Indexes. Dengan keluarnya keenam saham tersebut, jumlah emiten Indonesia yang menjadi konstituen indeks bergengsi itu menyusut menjadi sebelas: ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BRMS, BRPT, CPIN, GOTO, TLKM, dan UNTR. Keputusan ini merupakan hasil tinjauan berkala yang mempertimbangkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan faktor lainnya. Secara global, MSCI menambahkan 49 sekuritas dan menghapus 101 sekuritas dari MSCI ACWI Index dalam tinjauan kali ini. Tiga penambahan terbesar ke MSCI World Index berasal dari Amerika Serikat, sementara penambahan terbesar ke MSCI Emerging Markets Index berasal dari Brasil dan China. Tinjauan MSCI berikutnya dijadwalkan pada Agustus 2026 dengan pengumuman 12 Agustus dan tanggal efektif 1 September 2026. Pengeluaran enam emiten ini menjadi sinyal bahwa daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor global sedang teruji di tengah tekanan eksternal seperti konflik Selat Hormuz yang mendorong harga minyak Brent ke US$107,24 per barel dan rupiah yang melemah ke Rp17.509 — level terlemah dalam satu tahun. Kondisi ini membuat investor asing cenderung mengurangi eksposur ke pasar emerging market yang dianggap berisiko tinggi. Yang tidak terlihat dari headline adalah bahwa tiga dari enam emiten yang dikeluarkan berasal dari satu grup konglomerat — Prajogo Pangestu — yang sebelumnya menjadi favorit investor ritel dan institusi domestik. Ini bisa menjadi sinyal bahwa MSCI menilai likuiditas atau kapitalisasi pasar saham-saham tersebut tidak lagi memenuhi standar indeks global, atau ada faktor fundamental lain yang mendasari keputusan tersebut. Dampak langsung dari pengeluaran ini adalah tekanan jual asing pada saham-saham yang dikeluarkan, karena fund manager global yang mereplikasi indeks MSCI harus menjual posisi mereka. Namun, dampak tidak langsung yang lebih luas adalah berkurangnya bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, yang dapat mengurangi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi terkoreksi karena sentimen negatif. Namun, saham-saham yang masih bertahan di indeks — terutama BBCA, BBRI, BMRI, dan ASII — justru bisa menjadi tujuan rotasi dana asing karena bobotnya di indeks menjadi lebih besar. Yang perlu dipantau ke depan adalah arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan ke depan, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks. Sinyal penting lainnya adalah apakah akan ada aksi korporasi dari emiten yang dikeluarkan — seperti buyback saham — untuk menahan tekanan jual. Risiko yang perlu dicermati adalah jika pengeluaran ini diikuti oleh penurunan peringkat atau outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat lain, yang bisa memperkuat tekanan jual asing.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 5.0
Jejak Investasi GOTO Genggam 4,32% Saham Taksi Biru Blue Bird (BIRD)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat memiliki 4,32% saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) per 31 Maret 2026, setara 108,20 juta lembar. Posisi ini menjadikan GOTO pemegang saham signifikan di luar lingkar pengendali keluarga Djokosoetono yang masih menguasai mayoritas. Langkah ini terjadi di tengah kinerja positif Blue Bird: pendapatan Q1-2026 Rp1,45 triliun (+11,6% YoY), laba bersih Rp157 miliar, dan pertumbuhan layanan taksi 12% YoY. Investasi GOTO mempertegas tren konvergensi antara platform digital dan operator armada konvensional — hubungan yang selama ini bersifat kemitraan kini berubah menjadi kepemilikan silang. Ini relevan dengan data makro yang menunjukkan PMTB tumbuh 5,96% di Q1-2026, didorong subkomponen kendaraan (+12,39%), mengindikasikan aktivitas distribusi dan belanja modal yang kuat di sektor transportasi.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 8.3 Signal Tinggi
Saham GOTO Bisa Terancam Aturan Baru: Saatnya Jual atau Tahan?
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan aplikator transportasi daring maksimal 8%, turun drastis dari level sekitar 20% yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama Gojek. Saham GOTO langsung terpukul: terkunci di level Rp50 dengan antrean jual puluhan juta lot sejak awal sesi. Manajemen baru mengetahui kebijakan ini dari media pada 1 Mei 2026 dan masih menunggu salinan resmi untuk evaluasi. Ironisnya, fundamental GOTO baru saja menunjukkan perbaikan signifikan — laba bersih Rp170,74 miliar di Q1-2026, berbalik dari rugi Rp366,59 miliar di Q1-2025, dengan pendapatan naik 26% menjadi Rp5,34 triliun. Namun, struktur pendapatan yang sangat bergantung pada komisi bagi hasil membuat capaian ini langsung terancam oleh regulasi baru. BPI Danantara telah masuk sebagai pemegang saham di bawah 1%, namun langkah ini lebih bersifat sinyal kepercayaan daripada intervensi penyelamatan jangka pendek.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Goto Ungkap Status Saham Pemerintah Melalui Danantara, Ini Daftar Pemilliknya
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengonfirmasi bahwa Danantara — badan investasi negara — telah membeli saham GOTO di bursa dengan porsi kurang dari 1%. Langkah ini terjadi di saat yang kritis: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 baru saja membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20%, yang secara langsung mengancam profitabilitas segmen Gojek yang baru mulai mencatat laba di kuartal I 2026. Meskipun porsi saham Danantara saat ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kebijakan, rencana penambahan kepemilikan secara bertahap membuka risiko intervensi negara yang lebih dalam. Di sisi lain, struktur kepemilikan GOTO masih didominasi investor institusi global seperti SoftBank (7,65%), Taobao (7,43%), dan Google, sementara Telkomsel — anak usaha TLKM yang berada di bawah naungan Danantara — juga tercatat sebagai pemegang saham. Masuknya Danantara menandai babak baru dalam dinamika kepemilikan emiten teknologi terbesar di Indonesia, di tengah tekanan regulasi dan volatilitas pasar yang tinggi.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
GOTO Akui Pemerintah Genggam Saham Lewat Danantara, Berapa Porsi Kepemilikannya?
Pemerintah melalui Danantara telah resmi menjadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan porsi kurang dari 1% dari total saham beredar, melalui pembelian di bursa. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyambut investasi ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. Namun, langkah ini terjadi di tengah tekanan regulasi baru: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan komisi aplikator ojol maksimal 8%, turun drastis dari sekitar 20% sebelumnya — sebuah pukulan langsung bagi pendapatan segmen Gojek. GOTO mengaku belum menerima salinan perpres tersebut dan masih menunggu informasi lengkap sebelum melakukan kajian. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan akan terus meningkatkan kepemilikan saham secara bertahap, namun belum mengungkapkan target porsi. Langkah ini menandai intervensi negara yang lebih langsung ke dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi, dengan narasi kesejahteraan mitra sebagai justifikasi utama.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Danantara Borong Saham GOTO!
Danantara, badan investasi yang dipimpin Rosan Roeslani, telah resmi masuk sebagai pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Rosan mengaitkan langkah ini dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol), termasuk mendorong besaran Bantuan Hari Raya (BHR) yang lebih besar tahun ini. Ia memberi kode bahwa keterlibatan Danantara dimulai sekitar Januari 2026, bertepatan dengan momentum GOTO yang mulai mencatatkan laba untuk pertama kalinya. Meski demikian, Rosan enggan mengungkapkan porsi saham yang dimiliki, dengan alasan proses masih berlangsung secara bertahap. Langkah ini menandai intervensi negara yang lebih langsung ke dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi, dengan narasi kesejahteraan mitra sebagai justifikasi utama.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 9.0 Signal Tinggi
Hari Menegangkan: Pertumbuhan Ekonomi Dirilis, Purbaya-OJK Buka Suara
Pasar keuangan Indonesia bergerak mixed pada awal pekan: IHSG ditutup menguat tipis 0,22% ke 6.972, sementara rupiah justru melemah 0,35% ke Rp17.365/US$ — rekor terlemah sepanjang masa. Inflasi April tercatat 2,4% YoY, masih dalam target BI, namun tekanan dari sektor transportasi mulai terasa. Hari ini BPS akan merilis data pertumbuhan ekonomi Q1-2026 yang menjadi katalis utama pergerakan pasar.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.0 Signal Tinggi
Intervensi Danantara Picu Spekulasi Merger GOTO–Grab, Risiko Monopoli Menguat?
Pemerintah melalui Danantara dikonfirmasi telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojol, yang diinterpretasikan sebagai pintu masuk untuk menurunkan potongan aplikator ojol dari 10-20% menjadi maksimal 8% sesuai Perpres 27/2026. ISEAI menyoroti risiko monopoli jika skema ini berujung pada merger GOTO–Grab, serta potensi konflik kepentingan karena negara menjadi pemilik sekaligus regulator.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.0 Signal Tinggi
Prospek GOTO di Bawah Perpres 8% — Tekanan Margin dan Risiko Pendapatan
Perpres 27/2026 yang akan datang berpotensi memangkas potongan aplikasi ojol dari 20% menjadi maksimal 8%. Bagi GOTO, segmen mobilitas yang baru mencapai profitabilitas operasional berpotensi balik rugi Rp77,96 miliar per kuartal, dan bisa membengkak menjadi Rp302,96 miliar jika ditambah kewajiban BPJS. Ini adalah ujian pertama profitabilitas GOTO pasca-laba perdana di Q1-2026.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.0 Signal Tinggi
Prabowo Janji Potongan Aplikasi Ojol 8%, Segini Pendapatan Driver
Presiden Prabowo meneken Perpres No. 27/2026 yang menaikkan porsi pendapatan pengemudi ojek online dari 80% menjadi minimal 92%, memangkas potongan aplikasi menjadi maksimal 8%. GoTo dan Grab menyatakan akan mematuhi aturan, namun tengah mengkaji implikasi operasional dan finansial. Simulasi menunjukkan pendapatan driver per trip naik dari Rp12.800 menjadi Rp14.720 (kenaikan 15%), sementara komisi aplikasi turun dari Rp3.200 menjadi Rp1.280 per trip.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
Danantara Pegang Saham Aplikator Ojol, Ini Pemegang Saham GOTO Terbaru
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengonfirmasi bahwa pemerintah melalui Danantara telah menjadi pemegang saham di perusahaan aplikator ojol (GOTO). Langkah ini disebut sebagai pintu masuk untuk mendorong penurunan potongan aplikator dari 10-20% menjadi sekitar 8%, sejalan dengan Perpres 27/2026 yang baru diteken Presiden Prabowo. Saham GOTO langsung anjlok 7,41% ke Rp50 (ARB) setelah pengumuman tersebut.
Sumber data: IDX