Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

GOTO

Blue Chip

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

Technology · Software & IT Services

Harga
50
▲ 0.00%
Market Cap
Rp57,03 T
PER
-9,40
PBV
1,78
Dividend Yield

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp5,34 T Rp257,94 M Rp46,78 T Rp28,82 T 4,8%
Q4-2025 Rp5,03 T Rp-410,1 M Rp45,76 T Rp28,71 T -8,2%
Q3-2025 Rp4,74 T Rp-195,54 M Rp42,11 T Rp29,1 T -4,1%
Q2-2025 Rp4,33 T Rp-296,69 M Rp42,32 T Rp29,19 T -6,9%
Q1-2025 Rp4,23 T Rp-283,33 M Rp43,74 T Rp29,78 T -6,7%
Q4-2024 Rp4,23 T Rp-841,78 M Rp43,21 T Rp30,4 T -19,9%
Q3-2024 Rp3,93 T Rp-1,61 T Rp43,83 T Rp31,66 T -41,1%
Q2-2024 Rp3,66 T Rp-1,84 T Rp46,39 T Rp33,52 T -50,2%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Q1-2026

Executive Summary

GoTo mencatat pendapatan Rp 19,4 triliun pada Q1-2026, tumbuh 26,3% YoY, dengan laba kotor Rp 11,4 triliun (GPM 58,8%). Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih Rp 644,4 miliar (NPM -3,3%), meskipun arus kas operasi positif Rp 1,1 triliun dan free cash flow Rp 747,8 miliar. Posisi kas Rp 23,0 triliun sangat kuat, setara 2,9x total utang Rp 8,0 triliun, memberikan bantalan likuiditas yang solid. Di tengah tekanan IHSG yang turun 91,51 poin dan USD/IDR di 17.410, laporan ini menunjukkan GoTo masih dalam fase transisi menuju profitabilitas penuh.

Transmission Mechanism

Kenaikan USD/IDR ke 17.410 (rupiah melemah) berdampak langsung pada biaya impor teknologi dan infrastruktur cloud yang digunakan GoTo, karena sebagian besar server dan lisensi software dibayar dalam dolar. Jika rupiah terus tertekan akibat data inflasi AS (CPI y/y konsensus 3,7% vs sebelumnya 3,3%) yang berpotensi mendorong sikap hawkish The Fed, margin operasional GoTo bisa tertekan lebih lanjut. Sebaliknya, jika BI merespons dengan menahan suku bunga atau bahkan menaikkan BI Rate untuk menstabilkan rupiah, biaya pendanaan utang GoTo (Rp 8,0 triliun) akan meningkat, menggerus laba bersih yang masih negatif. Di sisi lain, tekanan daya beli masyarakat akibat inflasi Indonesia yang berada di atas target BI 2-4% (data BPS) dapat mengurangi frekuensi transaksi di ekosistem GoTo (Gojek, Tokopedia), terutama pada segmen on-demand dan e-commerce yang sensitif terhadap harga. Namun, pendapatan yang tumbuh 26,3% menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mengerek volume transaksi meskipun ada tekanan makro. Arus kas operasi positif menjadi sinyal bahwa model bisnis mulai menghasilkan uang tunai, mengurangi ketergantungan pada pendanaan eksternal di tengah kondisi likuiditas global yang ketat.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini. Namun, sebagai referensi, emiten teknologi besar di Asia Tenggara seperti Grab dan Sea Limited umumnya memiliki NPM negatif pada fase pertumbuhan tinggi, sementara GoTo mencatat NPM -3,3% dan ROE -3,3%, yang masih dalam kisaran wajar untuk perusahaan digital yang sedang mengejar profitabilitas. PBV 1,66x relatif moderat dibandingkan emiten teknologi global yang sering diperdagangkan di atas 3-5x.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% YoY) — jika aktual di atas ekspektasi, USD/IDR berpotensi naik lebih lanjut, menekan biaya operasional GoTo. 2) Keputusan BI Rate pada akhir Mei 2026 — jika BI menaikkan suku bunga untuk merespons inflasi domestik, beban bunga utang GoTo meningkat. 3) Data Retail Sales AS pada 14 Mei 2026 (konsensus 0,6% MoM) — jika lebih rendah dari perkiraan, bisa memicu risk-on dan mendukung penguatan rupiah, menguntungkan GoTo.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.