Analisis terkait DCII
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
DCI Indonesia Catat Pertumbuhan Laba 25,67% di 2025, Valuasi Ekstrem Jadi Sorotan
Pendapatan DCII melonjak 40,17% YoY menjadi Rp2,54 triliun, namun PER 518,83 kali dan PBV 116,55 kali memicu pertanyaan soal keberlanjutan premi sektor teknologi di IHSG.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
DCII Catat Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Naik 25,7% — Valuasi Ekstrem Jadi Sorotan
PT DCI Indonesia Tbk membukukan pendapatan Rp2,5 triliun (+40,1% yoy) dan laba bersih Rp1 triliun (+25,7%) di 2025, didorong data center JK6, meski PER 518,83 kali dan kapitalisasi pasar Rp498 triliun bikin valuasi paling mahal di IDX.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
DCII Ekspansi Kapasitas ke 2.000 MW, Realisasikan Belanja Modal 2026 Lebih Cepat dari Jadwal
PT DCI Indonesia Tbk mempercepat ekspansi kapasitas data center hingga 2.000 MW, dengan belanja modal 2026 sudah berjalan, menandai pertumbuhan agresif di tengah permintaan hyperscale.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
DCI Indonesia Resmikan E2 Data Center di Surabaya, Tambah Kapasitas 9 MW
PT DCI Indonesia Tbk memperluas jejak data center ke Surabaya dengan E2, menambah 9 MW kapasitas IT dan SLA 99,999%, mendukung diversifikasi geografis dan ketahanan operasional.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
DCI Indonesia (DCII) Amankan Pinjaman Rp17 Triliun dari BCA, Laba Bersih Q1-2026 Turun 9,8%
Operator pusat data DCII memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi Rp17 triliun dari BCA untuk ekspansi, namun laba bersih Q1-2026 justru terkontraksi 9,8% menjadi Rp377,75 miliar meski pendapatan naik 10,9%.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 7.0
DCII Kantongi Fasilitas Kredit Jumbo Rp 17 T, Untuk Apa?
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memperoleh fasilitas kredit investasi senilai Rp17 triliun dari Bank Central Asia (BBCA) untuk membiayai pembangunan pusat data baru. Dana ini akan digunakan untuk belanja modal seiring meningkatnya permintaan kapasitas dari pelanggan, termasuk untuk layanan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan kebutuhan digital perusahaan. DCII menjaminkan lebih dari 50% kekayaan bersihnya — termasuk tanah, bangunan, mesin, dan peralatan pusat data — sebagai agunan, dengan persetujuan pemegang saham melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham DCII Nomor 99 tertanggal 15 April 2026. Hingga akhir 2025, DCII memiliki kapasitas terpasang 128 MW dan potensi pengembangan jangka panjang melampaui 2.000 MW. Fasilitas ini memperkuat struktur pendanaan jangka panjang DCII di tengah ekspansi agresif sektor pusat data di Indonesia, yang didorong oleh pertumbuhan digitalisasi dan adopsi AI.
Sumber data: IDX