Analisis terkait BMRI
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Bank Mandiri (BMRI) Tertekan Aksi Jual Asing Rp1,62 Triliun, Kinerja Perbankan Besar Pekan Lalu Bervariasi
Bank Mandiri (BMRI) turun 3,85% di tengah outflow asing terbesar di sektor perbankan, sementara BBRI dan BBCA mencatat kenaikan signifikan.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
BMRI, BBCA, BBRI Pimpin Pelemahan IHSG Jelang Rebalancing MSCI, Rupiah & Aksi Jual Asing Tekan
IHSG jatuh 0,92% ke bawah 6.910 dipimpin saham bank besar; net foreign sell Rp 659 miliar terjadi jelang rebalancing MSCI 12 Mei, dengan pelemahan rupiah sebagai pemicu utama.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Bank Mandiri Ex-Dividend Tekan Saham 7,99%; Kinerja Q1-2026 Tetap Tumbuh
Harga saham BMRI turun 7,99% ke Rp4.260 pada hari pertama ex-dividend, lebih dalam dibanding bank besar lain, namun seluruh emiten mencatat pertumbuhan laba kuartal I-2026.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
BMRI Anjlok 7,9%: Aksi Jual Asing Rp171,2 Miliar dan Dampaknya di Tengah Tekanan IHSG
Investor asing net sell Rp171,2 miliar saham BMRI, dorong harga turun 7,9% ke Rp4.260. Kinerja YTD -16,4%, tertekan faktor makro dan sektor perbankan.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
BMRI, BBCA, BBRI Pimpin Koreksi IHSG di Bawah 6.910 Jelang Rebalancing MSCI
IHSG turun 0,92% pada 11 Mei 2026 dengan net foreign sell Rp 659 miliar; BMRI, BBCA, BBRI tertekan menjelang rebalancing MSCI 12 Mei.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 5.0
IHSG Sesi I Naik ke Level 7.102, Saham UNVR, TPIA dann COIN Ceria
IHSG ditutup naik 0,65% ke 7.102 pada perdagangan sesi I, Selasa (5/5), didorong oleh kenaikan saham UNVR (+8,84%), TPIA (+7,41%), dan COIN (+7,17%). Meskipun rebound terjadi, indeks masih terkoreksi 17,86% secara year-to-date, mencerminkan tekanan akumulatif sejak awal tahun. Volume transaksi mencapai 22,57 miliar saham dengan nilai Rp10,46 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp12.771 triliun. Secara sektoral, transportasi memimpin kenaikan (+2,28%), diikuti oleh sembilan sektor lainnya di zona hijau — hanya satu sektor yang masih merah. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen positif bursa Asia, di mana Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai Composite juga menguat. Namun, data baseline menunjukkan IHSG masih berada di persentil 8% dalam rentang satu tahun terverifikasi (6.787–9.135), menandakan bahwa level saat ini masih mendekati area terendah tahunan meskipun ada rebound harian.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 3.0
Direktur Mandiri Novita Widya Terima Penghargaan Leading Women Awards
Director of Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menerima penghargaan Outstanding Leader in National Data Governance & Statistical System di ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026. Penghargaan ini mengapresiasi kontribusinya dalam menjaga kinerja keuangan yang solid, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat transformasi digital dan pertumbuhan kredit yang sehat. Meskipun bersifat apresiasi individu, penghargaan ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan dengan fundamental kuat dan tata kelola yang diakui secara publik. Dalam konteks makro, tekanan pada sektor perbankan akibat suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi membuat pengakuan atas tata kelola dan efisiensi menjadi semakin relevan sebagai pembeda antar bank.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 2.7
Direktur Mandiri Eka Fitria Sabet Penghargaan di Leading Women Awards
Director of Human Capital and Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria, menerima penghargaan Outstanding Leader in Human Capital & Governance Transformation di CNN Indonesia Leading Women Awards 2026. Penghargaan ini mengapresiasi perannya dalam mendorong transformasi human capital dan tata kelola yang memperkuat budaya kerja berintegritas, inklusif, dan berorientasi kinerja di Bank Mandiri. Meski bersifat apresiasi individu, pengakuan ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai institusi dengan tata kelola yang diakui secara publik — sebuah aset penting di tengah tekanan margin bunga bersih akibat suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi. Dalam konteks makro, rupiah yang berada di area tekanan tinggi (USD/IDR Rp17.366, persentil 100% dalam 1 tahun) dapat memengaruhi sentimen pasar secara umum, membuat efisiensi dan tata kelola menjadi pembeda utama antar bank.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 4.7
Bank Mandiri Lelang Festival 2026, Ribuan Aset dengan Harga Kompetitif
Bank Mandiri menggelar Mandiri Lelang Festival 2026 pada 1 Mei–30 Juni, menawarkan lebih dari 3.500 aset — 3.340 properti (limit lelang Rp2,6 triliun) dan 171 kendaraan (limit Rp30,3 miliar) — dengan harga penawaran hingga 50% di bawah pasar. Proses lelang dilakukan daring melalui platform DJKN (lelang.go.id), dan Bank Mandiri menyediakan KPR Lelang dengan bunga mulai 2,66% flat selama tiga tahun, tenor hingga 15 tahun. Festival ini merupakan bagian dari strategi Bank Mandiri untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset berkualitas, sekaligus mengoptimalkan aset agunan yang dimiliki perseroan. Di tengah tekanan daya beli dan suku bunga yang masih tinggi, skema diskon besar dan pembiayaan murah ini bisa menjadi katalis bagi segmen pembeli yang selama ini tertahan.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Saham Himbara Menguat pada Selasa (5/5), Cermati Rekomendasi Analis
Saham bank milik negara (Himbara) kompak menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), dipimpin BBRI yang naik 3,62% ke Rp3.150, diikuti BBNI (+2,08%), BRIS (+1,68%), BMRI (+1,58%), dan BBTN (+0,37%). Analis Wafi mengaitkan reli ini dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI dan global yang berpotensi menekan cost of fund perbankan, serta likuiditas yang didukung penempatan dana SAL di Himbara. Valuasi yang sudah terkoreksi dalam dan indikasi arus masuk dana asing menjadi katalis tambahan. Namun, pergerakan diperkirakan volatil dan sangat tergantung pada arah suku bunga, stabilitas rupiah, serta pertumbuhan kredit UMKM dan konsumsi. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% (mendekati terendah 1 tahun) dan rupiah di persentil 100% (tekanan tertinggi), sehingga reli ini terjadi di tengah tekanan makro yang masih signifikan.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Deret Emiten Tebar Dividen Jumbo ITMG, UNTR, PTBA hingga ANTM, Intip Besarannya
Sejumlah emiten di BEI telah mengumumkan dividen jumbo untuk periode kuartal I-II 2026. UNTR memimpin dengan Rp1.663 per saham, disusul ITMG Rp992, ADMF Rp630, BMRI Rp376,95, BBNI Rp349,41, dan BBCA Rp281. Emiten seperti ANTM, TLKM, INDF, dan PTBA masih belum mengumumkan keputusan dividen.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.7
IHSG Sesi I Naik ke Rp 7.029, Saham Prajogo BRPT, TPIA hingga PTRO Bergairah
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham konglomerat Prajogo Pangestu (BRPT, TPIA, PTRO) memimpin penguatan, sementara saham nikel seperti INCO dan ANTM justru tertekan rencana bea keluar dan windfall tax. Meski menguat, IHSG masih terkoreksi 18,7% secara year-to-date.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Balik Menguat ke Level 7.000, Saham Bank-Konglo Ijo Royo-royo
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029,85 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham perbankan seperti BBRI (+3,62%), BBNI (+2,86%), BMRI (+2,49%), dan BBCA (+2,12%) menjadi penggerak penguatan, bersama saham konglomerasi BRPT (+14,36%) dan TPIA (+10,34%). Volume perdagangan tercatat 25,34 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,21 triliun.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Lengkap! Ini Jadwal Cum Date Dividen Mei 2026, Ada Punya Kamu?
Memasuki Mei 2026, sejumlah emiten seperti BMRI, ASII, dan HEAL telah menetapkan jadwal cum date dividen. Dengan IHSG yang terkoreksi ke level terendah dalam setahun, imbal hasil dividen secara matematis meningkat, membuka peluang bagi investor yang mencari pendapatan pasif. Sektor perbankan menjadi jangkar utama dengan kehadiran BMRI dan BJBR.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0
16 Emiten Siap Bagi Dividen, Cum Date Pekan Ini
Sebanyak 16 emiten, termasuk ASII, BMRI, dan HEAL, menetapkan cum date dividen pada 4–8 Mei 2026. Dengan IHSG yang terkoreksi ke level terendah dalam setahun, imbal hasil dividen secara matematis meningkat, membuka peluang akumulasi bagi investor yang mencari pendapatan pasif.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0
Saham Big Banks Menguat pada Sesi Perdagangan Pertama, Senin (4/5/2026)
Saham empat bank berkapitalisasi besar — BBNI, BMRI, BBCA, dan BBRI — kompak menguat pada sesi pertama perdagangan Senin (4/5/2026), dipimpin BBNI yang naik 1,61% ke Rp3.780. Penguatan ini terjadi di tengah IHSG yang mendekati level terendah dalam satu tahun terverifikasi, sementara rupiah berada di area tekanan tertinggi dalam rentang yang sama. Keempat bank telah merilis laporan kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba positif, di mana bank-bank Himbara (BBRI, BBNI, BMRI) mencatat pertumbuhan kredit lebih agresif dibanding BBCA, didorong sinergi dengan program strategis pemerintah. Divergensi antara penguatan saham bank dan pelemahan IHSG secara umum mengindikasikan investor mulai membedakan fundamental sektoral di tengah tekanan makro yang masih berlangsung.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
Net Sell Tembus Rp8 T Pekan Lalu, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini
IHSG terkoreksi 2,03% ke 6.956,80 pada Kamis (30/4/2024), dengan koreksi 5,72% dalam empat hari perdagangan. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp8,56 triliun di seluruh pasar, terutama di saham perbankan besar seperti BBCA (Rp2,07 triliun), BMRI (Rp1,67 triliun), dan BBRI (Rp1 triliun).
Sumber data: IDX
-
3 Mei 2026 Skor 7.0
RoE Bank Besar Bergerak Variatif di Kuartal I-2026, Ini Bank yang Paling Cuan
Rasio Return on Equity (RoE) perbankan Indonesia pada Kuartal I-2026 menunjukkan pergerakan variatif. Di kelompok bank modal inti (KBMI) 4, BBCA masih memimpin dengan RoE tertinggi 25,10%, meski turun dari 26,2% setahun lalu. BBRI dan BBNI justru mencatat kenaikan, sementara BMRI turun tipis ke 19,10%. Di KBMI 3, mayoritas bank mencatat peningkatan, dengan Danamon naik signifikan dari 7,2% ke 9,0%, namun CIMB Niaga turun dari 14% ke 12,7% akibat kenaikan rasio kecukupan modal (CAR). Penurunan RoE di beberapa bank mencerminkan tekanan pada net interest margin (NIM) di tengah suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi, sementara bank yang mampu menekan biaya dana dan efisiensi operasional justru membaik. Ini mengindikasikan divergensi profitabilitas yang akan menentukan daya saing dan kapasitas dividen ke depan.
Sumber data: IDX