Analisis terkait BBNI
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Kredit Himbara Tumbuh 13,6% di Q1 2026, BBNI Jadi Salah Satu Motor Penggerak Sektor Perbankan
Kredit Himbara tumbuh 13,6% YoY di Q1 2026, melampaui rata-rata sektor 9,49%, didorong oleh belanja pemerintah dan konsumsi domestik. BBNI, dengan PER 5,72 dan yield dividen 8,73%, menjadi perhatian asing di tengah net buy BBRI.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Saham Bank Besar Tertekan Efek Ex-Dividend, BBNI Paling Murah dengan PER 5,72x
Saham perbankan besar seperti BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA melemah pada hari ex-dividen pertama BMRI, namun BBNI menarik perhatian dengan valuasi PER 5,72x dan dividend yield 8,73%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Kredit Himbara Tumbuh 13,6% di Q1-2026, BBNI Makin Kompetitif di Tengah Aksi Net Buy Asing BBRI
Kredit Himbara tumbuh 13,6% YoY di Q1-2026, mengungguli rata-rata sektor perbankan; BBNI dengan ROE 11,36% dan yield dividen 8,73% tetap menarik di tengah net buy BBRI oleh asing.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Ex-Dividend BMRI Tekan Saham Bank Besar, BBNI Paling Murah dengan Valuasi PER 5,72x
Saham perbankan besar kompak terkoreksi pada ex-dividen BMRI, BBNI turun 1,30% ke posisi termurah di peer dengan PER 5,72x dan dividend yield 8,73%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
BBNI Terbitkan AT1 Bond US$700 Juta Yield 7,15%: Overbook 3,6 Kali Perkuat Permodalan
Bank BNI menerbitkan AT1 perpetual bond senilai US$700 juta dengan yield 7,15%, overbook 3,6 kali lipat menunjukkan minat investor kuat, dana untuk perkuat modal tambahan.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 6.7
BNI Dorong Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
BNI mengeluarkan imbauan kepada nasabah untuk tidak membagikan data sensitif seperti kata sandi, PIN, OTP, dan token digital, menyusul maraknya modus penipuan yang menyasar pengguna layanan BNIdirect. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bank tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Peringatan ini muncul di tengah lonjakan kejahatan digital sektor keuangan — data OJK menunjukkan sejak November 2024 hingga April 2026, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 548.093 laporan penipuan transaksi keuangan, dengan 485.758 rekening diblokir dan dana Rp614,3 miliar berhasil diamankan. Namun, kesenjangan kecepatan respons masih menjadi tantangan serius: 80% laporan masuk lebih dari 12 jam setelah kejadian, sementara dana hasil scam bisa berpindah tangan dalam waktu kurang dari satu jam.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 6.0
BNI (BBNI) Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
BNI kembali mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data sensitif seperti kata sandi, PIN, OTP, dan token digital, menyusul maraknya modus penipuan yang menyasar pengguna layanan BNIdirect. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya kejahatan digital di sektor perbankan, sejalan dengan data OJK yang mencatat 548.093 laporan penipuan transaksi keuangan sejak November 2024 hingga April 2026. Meskipun upaya penindakan berjalan, kesenjangan kecepatan respons masih menjadi tantangan — 80% laporan masuk lebih dari 12 jam setelah kejadian, sementara dana hasil scam bisa berpindah tangan dalam waktu kurang dari satu jam.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 5.0
RUPS BSI (BRIS) Angkat Mantan Bos BNI jadi Komisaris, Tebar Dividen Rp 1,51 T
BSI (BRIS) memutuskan membagikan dividen tunai Rp1,51 triliun atau Rp32,81 per saham, setara 20% dari laba bersih 2025, sementara 80% sisanya ditahan untuk memperkuat modal. Keputusan ini diambil dalam RUPS yang juga mengangkat mantan Direktur Utama BNI Sigit Pramono sebagai komisaris, bersama tokoh MUI Muhammad Cholil Nafis. Dividen ini terjadi di tengah tekanan rupiah yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun dan IHSG yang mendekati titik terendahnya, menciptakan kontras antara kinerja fundamental bank syariah pelat merah dan kondisi pasar keuangan yang tertekan. Payout ratio 20% tergolong moderat dibandingkan emiten mature lain seperti AKRA yang membagikan 40%, mencerminkan strategi BSI yang masih memprioritaskan pertumbuhan di tengah ekspansi perbankan syariah.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Saham Himbara Menguat pada Selasa (5/5), Cermati Rekomendasi Analis
Saham bank milik negara (Himbara) kompak menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), dipimpin BBRI yang naik 3,62% ke Rp3.150, diikuti BBNI (+2,08%), BRIS (+1,68%), BMRI (+1,58%), dan BBTN (+0,37%). Analis Wafi mengaitkan reli ini dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI dan global yang berpotensi menekan cost of fund perbankan, serta likuiditas yang didukung penempatan dana SAL di Himbara. Valuasi yang sudah terkoreksi dalam dan indikasi arus masuk dana asing menjadi katalis tambahan. Namun, pergerakan diperkirakan volatil dan sangat tergantung pada arah suku bunga, stabilitas rupiah, serta pertumbuhan kredit UMKM dan konsumsi. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% (mendekati terendah 1 tahun) dan rupiah di persentil 100% (tekanan tertinggi), sehingga reli ini terjadi di tengah tekanan makro yang masih signifikan.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Deret Emiten Tebar Dividen Jumbo ITMG, UNTR, PTBA hingga ANTM, Intip Besarannya
Sejumlah emiten di BEI telah mengumumkan dividen jumbo untuk periode kuartal I-II 2026. UNTR memimpin dengan Rp1.663 per saham, disusul ITMG Rp992, ADMF Rp630, BMRI Rp376,95, BBNI Rp349,41, dan BBCA Rp281. Emiten seperti ANTM, TLKM, INDF, dan PTBA masih belum mengumumkan keputusan dividen.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Balik Menguat ke Level 7.000, Saham Bank-Konglo Ijo Royo-royo
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029,85 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham perbankan seperti BBRI (+3,62%), BBNI (+2,86%), BMRI (+2,49%), dan BBCA (+2,12%) menjadi penggerak penguatan, bersama saham konglomerasi BRPT (+14,36%) dan TPIA (+10,34%). Volume perdagangan tercatat 25,34 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,21 triliun.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 4.7 Signal Tinggi
Video: Q1-2026, BNI Cetak Laba Bersih Rp 5,66 Triliun
BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp5,66 triliun di Q1-2026, tumbuh 5,2% year-on-year. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan rata-rata historis 8-12% per kuartal dalam lima tahun terakhir, mencerminkan tekanan margin bunga bersih di tengah suku bunga tinggi dan kurs rupiah yang lemah.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0
Saham Big Banks Menguat pada Sesi Perdagangan Pertama, Senin (4/5/2026)
Saham empat bank berkapitalisasi besar — BBNI, BMRI, BBCA, dan BBRI — kompak menguat pada sesi pertama perdagangan Senin (4/5/2026), dipimpin BBNI yang naik 1,61% ke Rp3.780. Penguatan ini terjadi di tengah IHSG yang mendekati level terendah dalam satu tahun terverifikasi, sementara rupiah berada di area tekanan tertinggi dalam rentang yang sama. Keempat bank telah merilis laporan kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba positif, di mana bank-bank Himbara (BBRI, BBNI, BMRI) mencatat pertumbuhan kredit lebih agresif dibanding BBCA, didorong sinergi dengan program strategis pemerintah. Divergensi antara penguatan saham bank dan pelemahan IHSG secara umum mengindikasikan investor mulai membedakan fundamental sektoral di tengah tekanan makro yang masih berlangsung.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
IHSG Turun Tajam Menjelang Long Weekend — Investor Asing Akumulasi 10 Saham Pilihan
IHSG anjlok 2,03% ke 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026) menjelang long weekend, dengan koreksi 5,72% dalam 4 hari terakhir. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp8,56 triliun di seluruh pasar, sementara pembelian bersih hanya Rp59,29 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Sumber data: IDX
-
3 Mei 2026 Skor 7.0
RoE Bank Besar Bergerak Variatif di Kuartal I-2026, Ini Bank yang Paling Cuan
Rasio Return on Equity (RoE) perbankan Indonesia pada Kuartal I-2026 menunjukkan pergerakan variatif. Di kelompok bank modal inti (KBMI) 4, BBCA masih memimpin dengan RoE tertinggi 25,10%, meski turun dari 26,2% setahun lalu. BBRI dan BBNI justru mencatat kenaikan, sementara BMRI turun tipis ke 19,10%. Di KBMI 3, mayoritas bank mencatat peningkatan, dengan Danamon naik signifikan dari 7,2% ke 9,0%, namun CIMB Niaga turun dari 14% ke 12,7% akibat kenaikan rasio kecukupan modal (CAR). Penurunan RoE di beberapa bank mencerminkan tekanan pada net interest margin (NIM) di tengah suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi, sementara bank yang mampu menekan biaya dana dan efisiensi operasional justru membaik. Ini mengindikasikan divergensi profitabilitas yang akan menentukan daya saing dan kapasitas dividen ke depan.
Sumber data: IDX
-
3 Mei 2026 Skor 8.0 Signal Tinggi
Bank Negara Indonesia (BNI) Siap Dukung PINISI, Bidik Kredit ke Sektor Produktif
Pemerintah dan Bank Indonesia meluncurkan PINISI untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor produktif, menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4%–5,5%. BNI menyatakan kesiapan mendukung program ini dengan fokus pada hilirisasi SDA, ketahanan pangan dan energi, UMKM naik kelas, infrastruktur, serta sektor jasa produktif seperti kesehatan dan pariwisata. Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, menekankan bahwa platform ini diharapkan mengurangi ketidakseimbangan informasi dan memperpendek proses intermediasi. BNI juga memanfaatkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari BI untuk menyediakan likuiditas bagi sektor prioritas. Langkah ini krusial mengingat IHSG mendekati level terendah dalam 1 tahun dan rupiah tertekan di Rp17.366, yang menekan likuiditas dan kualitas aset perbankan.
Sumber data: IDX