Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

BBNI

Blue Chip

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Financials · Banks

Harga
3.860
▼ 3.02%
Market Cap
Rp142,53 T
PER
5,72
PBV
0,88
Dividend Yield
8,73%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp16,01 T Rp5,71 T Rp1,43 Q Rp165,91 T 35,7%
Q4-2025 Rp17,03 T Rp4,84 T Rp1,36 Q Rp176,34 T 28,4%
Q3-2025 Rp15,76 T Rp5,11 T Rp1,27 Q Rp171,61 T 32,4%
Q2-2025 Rp14,1 T Rp4,79 T Rp1,2 Q Rp165,19 T 34,0%
Q1-2025 Rp14,31 T Rp5,45 T Rp1,15 Q Rp173,01 T 38,0%
Q4-2024 Rp17,64 T Rp5,32 T Rp1,13 Q Rp167,19 T 30,1%
Q3-2024 Rp15,76 T Rp5,72 T Rp1,07 Q Rp162,17 T 36,3%
Q2-2024 Rp12,33 T Rp5,37 T Rp1,07 Q Rp154,07 T 43,5%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Q1-2026

Executive Summary

BBNI mencatatkan laba bersih Rp 20,3 triliun di Q1-2026 dengan net profit margin 40,0%, didorong pendapatan Rp 50,8 triliun yang tumbuh 7,8% YoY. Namun, arus kas operasi negatif Rp 148,6 triliun dan free cash flow negatif Rp 104,0 triliun menjadi sinyal tekanan likuiditas signifikan. Di tengah IHSG yang ambles 91,51% ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410, laporan ini keluar saat tekanan makro ekstrem — inflasi China di atas konsensus (CPI 1,2% YoY) dan data CPI AS besok berpotensi memperkuat dolar AS. Ekuitas yang hanya Rp 2,7 triliun terhadap total aset Rp 1.362,1 triliun menunjukkan leverage sangat tinggi, yang patut diwaspadai dalam siklus suku bunga tinggi.

Transmission Mechanism

Tekanan utama berasal dari arus kas operasi negatif Rp 148,6 triliun — ini mengindikasikan bahwa aktivitas operasional BBNI justru menguras kas, bukan menghasilkan. Dalam konteks perbankan, arus kas operasi negatif bisa terjadi karena ekspansi kredit agresif yang belum diimbangi penagihan, atau karena peningkatan penempatan dana di instrumen likuiditas. Dengan total utang Rp 79,8 triliun dan ekuitas hanya Rp 2,7 triliun, rasio utang terhadap ekuitas mencapai 29,6x — sangat tinggi untuk standar perbankan. Jika BI rate naik akibat inflasi Indonesia yang berada di atas target 2-4% (data BPS belum dirilis tapi risiko tinggi), maka beban bunga akan menekan NIM lebih lanjut. Di sisi lain, USD/IDR yang melemah ke 17.410 membuat biaya pendanaan valas BBNI membengkak, sementara eksposur kredit valas berpotensi menimbulkan kerugian kurs. Harga minyak Brent di $103,66 dan emas di $4.740 mencerminkan tekanan inflasi global yang masih tinggi, yang bisa mendorong Fed hawkish pada rilis CPI AS 12 Mei — memperkuat dolar dan menekan rupiah lebih dalam, sehingga memperparah tekanan likuiditas BBNI.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini. Namun, secara internal, ROE BBNI 12,0% dan ROA 1,6% berada di kisaran menengah perbankan Indonesia. NPM 40,0% tergolong tinggi, tetapi perlu dicermati apakah ini didukung pendapatan operasional berkelanjutan atau item non-recurring. PER 7,0x dan PBV 0,83x menunjukkan valuasi di bawah rata-rata historis sektor, namun ini harus dikaitkan dengan risiko likuiditas dan leverage yang ekstrem.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS (12 Mei 2026) — konsensus 3,7% YoY vs sebelumnya 3,3%; jika aktual di atas konsensus, dolar AS akan menguat dan menekan IDR lebih dalam, berdampak pada biaya pendanaan valas BBNI. 2) Data inflasi Indonesia (BPS) yang belum dirilis — jika di atas target BI 2-4%, risiko rate hike meningkat dan bisa menekan NIM perbankan. 3) Fed Chair Nomination Vote (12 Mei 2026) — hasilnya bisa mengubah arah kebijakan moneter AS, mempengaruhi aliran modal asing ke pasar Indonesia.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.