Laporan Earnings Pro · 12 Jun 2026
Feedberry Intelligence: BBNI — Q1-2026
Executive Summary
BBNI mencatat pertumbuhan pendapatan operasional neto (setelah beban bunga) sebesar 11,88% YoY menjadi Rp16,01 triliun, namun laba bersih hanya tumbuh 5,04% — indikasi tekanan margin yang perlu dicermati. Divergensi utama terletak pada Modified Piotroski F-Score 1/7 yang mengindikasikan momentum fundamental lemah di tengah ekspansi leverage tinggi (DER 7,6x). Dengan ROE 13,72% yang didorong oleh equity multiplier 8,6x, risiko amplifikasi dari struktur permodalan menjadi eksposur utama. Valuasi PER 5,72x (#1 termurah di peers) memberikan diskon signifikan, namun perlu diuji apakah ini mencerminkan risiko fundamental atau sekadar sentimen pasar.
Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.