Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

BBCA

Blue Chip

PT Bank Central Asia Tbk.

Financials · Banks

Harga
6.175
▼ 0.80%
Market Cap
Rp753,61 T
PER
12,80
PBV
2,91
Dividend Yield
5,65%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp28,43 T Rp14,7 T Rp1,64 Q Rp259,36 T 51,7%
Q4-2025 Rp27,99 T Rp14,16 T Rp1,59 Q Rp281,69 T 50,6%
Q3-2025 Rp29,16 T Rp14,4 T Rp1,54 Q Rp276,64 T 49,4%
Q2-2025 Rp28,59 T Rp14,88 T Rp1,5 Q Rp261,8 T 52,1%
Q1-2025 Rp28,12 T Rp14,15 T Rp1,53 Q Rp246,52 T 50,3%
Q4-2024 Rp27,77 T Rp13,76 T Rp1,45 Q Rp262,84 T 49,6%
Q3-2024 Rp27,86 T Rp14,22 T Rp1,43 Q Rp255,96 T 51,0%
Q2-2024 Rp26,83 T Rp14 T Rp1,43 Q Rp240,86 T 52,2%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Bank Central Asia Tbk (BBCA) Q1-2026

Executive Summary

BBCA mencatatkan laba bersih Rp 58,1 triliun di Q1-2026 dengan NPM 53,5% dan ROE 23,0%, didukung pertumbuhan pendapatan 2,5% dan earnings growth 3,7%. Namun, arus kas operasi negatif Rp 5,3 triliun dan free cash flow negatif Rp 3,7 triliun menjadi sinyal tekanan likuiditas operasional. Di tengah pelemahan IHSG ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410, data ini relevan karena menunjukkan kemampuan bank menjaga profitabilitas di tengah tekanan makro, meski ada anomali pada kualitas laba. Rasio utang sangat rendah (Rp 2,7 triliun terhadap ekuitas Rp 259,1 triliun) mengindikasikan struktur modal yang konservatif.

Transmission Mechanism

Pertama, tekanan pada arus kas operasi negatif BBCA dapat dikaitkan dengan kenaikan biaya dana akibat suku bunga tinggi. Jika BI rate bertahan tinggi untuk menahan pelemahan rupiah (USD/IDR 17.410), maka cost of fund bank akan meningkat, menekan NIM. Meskipun BBCA memiliki utang sangat kecil, sisi pendanaan pihak ketiga (DPK) tetap sensitif terhadap suku bunga. Kedua, inflasi Indonesia yang berada di atas target BI (data aktual CPI China 1,2% dan CPI AS konsensus 3,7% mengindikasikan tekanan harga global) dapat mendorong BI mempertahankan sikap hawkish, memperkuat IDR namun berpotensi menekan permintaan kredit. Ketiga, harga emas yang melonjak ke $4.740 (+18,81%) mencerminkan risk-off global, yang biasanya mendorong outflow dari emerging market termasuk Indonesia, menekan likuiditas pasar saham dan potensi penurunan fee-based income BBCA dari transaksi pasar modal.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% y/y) — jika di atas ekspektasi, dapat memperkuat USD dan menekan IDR, berdampak pada biaya hedging dan valuasi aset BBCA. 2) Data Retail Sales AS pada 14 Mei 2026 (konsensus 0,6% m/m) — indikator konsumsi yang mempengaruhi ekspektasi suku bunga global. 3) Inflasi Indonesia (BPS) yang akan dirilis dalam waktu dekat — perlu dipantau apakah di atas target BI 2-4% yang berpotensi memicu rate hike.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.