Direktori Emiten · IDX
AMRT
Blue ChipPT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Consumer Non-Cyclicals · Food & Staples Retailing
Analisis terkait AMRT
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
AMRT Loncat 7,95% ke Rp1.425: Sentimen Awal Uptrend di Tengah Valuasi Murah dan Ekspansi Ritel
Saham AMRT melesat 7,95% ke Rp1.425 pada 4 Mei 2026, didorong sinyal teknis awal uptrend, dengan PER 12,38 kali dan ROE 17,60% yang menarik di sektor ritel.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Arus Asing Rp 28,2 M Masuk ke AMRT di Tengah Aksi Net Buy Rp 1,92 Triliun pada 4 Mei 2026
Foreign net buy Rp 1,92 triliun di 10 saham memicu IHSG naik 15,15 poin; AMRT kebagian Rp 28,2 miliar di tengah valuasi PER 12,38 dan ROE 17,6%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Insider Feny Djoko Susanto Akumulasi Saham AMRT di Level 1.330, Sinyal Optimisme Fundamental
Komisaris Alfaria membeli 37.500 saham AMRT senilai Rp49,9 juta pada 29 April 2026, memperkuat kepemilikan di tengah PER 12,38x dan ROE 17,6%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Ritel Konsumen Cetak Kenaikan Laba Kolektif; AMRT Tumbuh 10,29% di Q1 2026
Laba bersih sektor ritel terkerek didorong pemulihan daya beli dan efisiensi operasional di tengah IHSG yang stabil di level 6.905.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Laporan Keuangan Retail Semester I 2026: DFI Retail Catat Lonjakan Laba 220% YoY, AMRT Ikut Tumbuh Dobel Digit
PT DFI Retail Nusantara Tbk memimpin kinerja keuangan ritel dengan laba bersih Q1 2026 melonjak 220,65% YoY menjadi Rp87,01 miliar, diikuti emiten lain seperti AMRT dan ERAA yang mencatat pertumbuhan laba dobel digit.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Emiten Ritel Bukukan Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Cermati Rekomendasi Sahamnya
Sebagian besar emiten ritel mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit di kuartal I-2026, dipimpin oleh HERO dengan lonjakan 220,65% yoy menjadi Rp87,01 miliar, disusul ERAA (122,73% yoy ke Rp452,71 miliar) dan MAPA (38,41% yoy ke Rp470,57 miliar). MAPI membukukan laba Rp628,03 miliar (+32,98% yoy), sementara ACES, AMRT, dan LPPF tumbuh lebih moderat di kisaran 7–15%. MPPA bahkan berhasil balik dari rugi menjadi laba Rp1,6 miliar. Analis mengaitkan kinerja ini dengan pemulihan same store sales growth, ekspansi gerai, penguatan omnichannel, serta pergeseran ke segmen premium yang memperlebar margin. Namun, harga saham sejumlah emiten seperti AMRT, ERAA, dan MAPI masih cenderung flat, menunjukkan pasar belum sepenuhnya mengapresiasi perbaikan fundamental ini.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0
IHSG Naik Tipis ke Level 6.971, Saham Kongsi Bakrie Salim BUMI-BRMS Merosot
IHSG ditutup naik tipis 0,22% ke 6.971, namun secara year-to-date masih merosot 19,37%. Tujuh dari sebelas sektor justru merah, dipimpin sektor kesehatan yang turun 1,63%. Saham Grup Bakrie (BUMI, BRMS) dan emiten teknologi seperti GOTO masuk daftar top loser.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
Rupiah Melemah ke Rp 17.377 per Dolar AS Senin (4/5) Siang, Ini Proyeksinya ke Depan
Rupiah melemah 0,23% ke Rp17.377 per dolar AS pada perdagangan Senin siang, memperpanjang tren depresiasi yang telah mencapai 3,98% secara year-to-date. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan tekanan masih dominan di kuartal II-2026 dengan rentang proyeksi Rp17.000–Rp17.700, dan bias di Rp17.300–Rp17.500. Setiap 1% depresiasi rupiah diperkirakan berkorelasi dengan koreksi IHSG 3–5%, sementara setiap pelemahan Rp100 dari level Rp17.000 berpotensi memicu outflow tambahan Rp1,5–2,5 triliun per minggu di pasar saham. Data terverifikasi menunjukkan rupiah berada di persentil 100% dalam rentang satu tahun, menandakan tekanan ekstrem yang belum pernah terjadi dalam periode tersebut. Pelemahan ini menciptakan double-loss bagi investor asing — capital loss dan kerugian kurs — yang mempercepat aksi jual di saham likuid berkapitalisasi besar.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 4.0
IHSG Menguat 0,17% ke 6.968 di Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: AMRT, SCMA, ADMR
IHSG ditutup menguat 0,17% ke 6.968,523 di sesi pertama hari ini. Sektor barang konsumen non-primer memimpin kenaikan, sementara sektor teknologi anjlok 1,35% dan menjadi pemberat utama. Tiga saham LQ45 dengan kenaikan tertinggi adalah AMRT (+6,44%), SCMA (+5,6%), dan ADMR (+4,05%).
Sumber data: IDX