26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

AMRT

Blue Chip

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Consumer Non-Cyclicals · Food & Staples Retailing

Harga
1.450
▼ 1.99%
Market Cap
Rp60,21 T
PER
13,94
PBV
3,33
Div Yield
286,00%
Volume
53,3jt
ROE
17,60%
EPS
82
Listing
2009-01-15

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp35,24 T Rp1,08 T Rp45,81 T Rp19,91 T 3,1%
Q4-2025 Rp32,26 T Rp1,1 T Rp42,58 T Rp19,38 T 3,4%
Q3-2025 Rp30,66 T Rp431,1 M Rp40,02 T Rp18,62 T 1,4%
Q2-2025 Rp31,04 T Rp908,69 M Rp39,49 T Rp18,14 T 2,9%
Q1-2025 Rp32,77 T Rp975,12 M Rp46,45 T Rp18,68 T 3,0%
Q4-2024 Rp30,01 T Rp749,28 M Rp38,8 T Rp17,7 T 2,5%
Q3-2024 Rp29 T Rp604,52 M Rp36,64 T Rp16,78 T 2,1%
Q2-2024 Rp29,89 T Rp903,99 M Rp35,13 T Rp16,19 T 3,0%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Q1-2026

Executive Summary

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan pendapatan Rp35,2 triliun pada Q1-2026, tumbuh 7,5% YoY, dengan laba bersih Rp1,1 triliun yang naik 11,2% YoY. Margin laba bersih terjaga di 2,7% dan arus kas operasi kuat Rp7,3 triliun, menunjukkan efisiensi operasional yang solid. Di tengah tekanan makro hari ini—USD/IDR di 17.712 (rupiah melemah) dan IHSG hanya 6.162—AMRT tetap mampu meningkatkan profitabilitas, menjadikannya salah satu emiten ritel yang resilien di tengah daya beli yang tertekan.

Transmission Mechanism

Pelemahan rupiah ke Rp17.712 per USD dan kenaikan harga minyak Brent 71,36% ke $100,21 per barel meningkatkan biaya impor barang konsumsi dan logistik. Sebagai peritel kebutuhan pokok, AMRT menghadapi tekanan pada harga pokok penjualan, namun data menunjukkan laba kotor tetap tumbuh dengan GPM 21,9%, mengindikasikan kemampuan perusahaan meneruskan sebagian kenaikan biaya ke konsumen. Suku bunga BI yang masih tinggi (implisit dari IHSG rendah) membebani belanja rumah tangga, tetapi AMRT dengan kas Rp6,2 triliun dan utang hanya Rp2,7 triliun memiliki posisi likuiditas yang sangat kuat untuk bertahan. Arus kas operasi Rp7,3 triliun dan free cash flow Rp5,1 triliun memberi ruang bagi perusahaan untuk ekspansi atau efisiensi tanpa bergantung pada pendanaan eksternal yang mahal.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sub-sektor Food & Staples Retailing, AMRT unggul dengan ROE 19,1% vs rata-rata industri 11,3%, dan NPM 2,7% yang lebih tinggi dari MIDI (ROE 17,4%, PER 15,6x) maupun EPMT (ROE 10,0%, PER 8,3x). PER AMRT 16,8x berada di atas rata-rata sektor 8,9x, mencerminkan premium valuasi yang didukung oleh profitabilitas superior dan pertumbuhan laba dua digit.

Forward Alert

Pantau rilis data inflasi Indonesia bulan Mei 2026 (jadwal BPS) yang akan mempengaruhi daya beli dan margin ritel. Perhatikan pergerakan USD/IDR di kisaran 17.700—kenaikan lebih lanjut akan meningkatkan biaya impor barang yang dijual AMRT. Cermati keputusan suku bunga BI pada RDG Juni 2026, karena perubahan BI rate akan berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga dan biaya operasional.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.