Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

AMRT

Blue Chip

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Consumer Non-Cyclicals · Food & Staples Retailing

Harga
1.480
▼ 1.99%
Market Cap
Rp61,46 T
PER
12,38
PBV
3,33
Dividend Yield
2,37%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp35,24 T Rp1,08 T Rp45,81 T Rp19,91 T 3,1%
Q4-2025 Rp32,26 T Rp1,1 T Rp42,58 T Rp19,38 T 3,4%
Q3-2025 Rp30,66 T Rp431,1 M Rp40,02 T Rp18,62 T 1,4%
Q2-2025 Rp31,04 T Rp908,69 M Rp39,49 T Rp18,14 T 2,9%
Q1-2025 Rp32,77 T Rp975,12 M Rp46,45 T Rp18,68 T 3,0%
Q4-2024 Rp30,01 T Rp749,28 M Rp38,8 T Rp17,7 T 2,5%
Q3-2024 Rp29 T Rp604,52 M Rp36,64 T Rp16,78 T 2,1%
Q2-2024 Rp29,89 T Rp903,99 M Rp35,13 T Rp16,19 T 3,0%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Q1-2026

Executive Summary

AMRT mencatat pendapatan Rp129,2 triliun dengan laba bersih Rp3,5 triliun di Q1-2026, tumbuh 7,5% dan 11,2% secara tahunan. Margin laba bersih tetap tipis di 2,7%, namun arus kas operasi yang kuat Rp7,3 triliun dan free cash flow Rp5,1 triliun menunjukkan efisiensi modal kerja yang solid. Di tengah IHSG yang terkoreksi ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410, fundamental AMRT tetap stabil dengan ROE 19,1% dan utang minimal Rp2,7 triliun terhadap ekuitas Rp18,5 triliun. Data ini krusial karena pasar ritel sedang diuji oleh tekanan daya beli akibat inflasi domestik dan potensi kenaikan suku bunga BI.

Transmission Mechanism

Tekanan pada daya beli konsumen menjadi rantai dampak utama bagi AMRT. Jika inflasi Indonesia (BPS) terus berada di atas target BI 2-4%, BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan, yang langsung meningkatkan biaya pinjaman konsumen dan menekan belanja ritel. AMRT sebagai peritel kebutuhan sehari-hari relatif defensif, tetapi pertumbuhan pendapatan 7,5% bisa melambat jika konsumen beralih ke produk substitusi lebih murah atau mengurangi frekuensi belanja. Di sisi lain, USD/IDR di 17.410 (rupiah melemah) meningkatkan biaya impor barang konsumsi, yang dapat menekan margin laba kotor AMRT jika perusahaan tidak bisa sepenuhnya meneruskan kenaikan harga ke konsumen. Namun, struktur utang AMRT yang sangat rendah (Rp2,7 triliun) membuat perusahaan hampir tidak terpengaruh oleh kenaikan suku bunga dari sisi beban bunga, sehingga risiko kredit macet juga minimal. Arus kas operasi yang kuat Rp7,3 triliun memberikan bantalan likuiditas yang memadai untuk menghadapi siklus pelemahan konsumsi.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini. Namun, dengan ROE 19,1% dan NPM 2,7%, AMRT menunjukkan efisiensi modal yang tinggi di tengah margin tipikal ritel modern. PER 17,5x dan PBV 3,30x mencerminkan valuasi premium dibandingkan rata-rata sektor konsumsi di IDX, tetapi perlu dibandingkan dengan emiten seperti MAPI atau RALS untuk konteks lebih akurat.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% y/y) — jika lebih tinggi dari ekspektasi, USD menguat dan IDR tertekan, berpotensi menaikkan biaya impor barang ritel. 2) Data inflasi Indonesia (BPS) yang akan dirilis — jika di atas 4%, BI rate berpotensi naik, menekan daya beli konsumen dan pertumbuhan pendapatan AMRT. 3) Rilis Retail Sales AS pada 14 Mei 2026 (konsensus 0,6% m/m) — indikator konsumsi global yang bisa mempengaruhi sentimen pasar terhadap sektor ritel emerging market.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.