26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

ADRO

Blue Chip

Alamtri Resources Indonesia Tbk

Energy · Oil, Gas & Coal

Harga
2.290
▼ 0.40%
Market Cap
Rp67,3 T
PER
7,71
PBV
0,88
Div Yield
1.150,00%
Volume
32,4jt
ROE
8,95%
EPS
255
Listing
2008-07-16

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp8 T Rp2,18 T Rp122,14 T Rp92,19 T 27,2%
Q4-2025 Rp8,79 T Rp2,45 T Rp114,09 T Rp83,75 T 27,8%
Q3-2025 Rp8,16 T Rp2,11 T Rp109,77 T Rp85,83 T 25,8%
Q2-2025 Rp7,73 T Rp1,59 T Rp104 T Rp80,98 T 20,6%
Q1-2025 Rp6,33 T Rp1,27 T Rp106,79 T Rp86,76 T 20,1%
Q4-2024 Rp-38,34 T Rp3,18 T Rp108,29 T Rp86,78 T -8,3%
Q3-2024 Rp22,4 T Rp6,12 T Rp165,21 T Rp123,49 T 27,3%
Q2-2024 Rp25,08 T Rp6,63 T Rp168,28 T Rp126,24 T 26,4%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Q1-2026

Executive Summary

Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat pendapatan Rp 8,0 triliun pada Q1-2026, tumbuh 23,4% YoY dari Rp 6,3 triliun, dengan laba bersih melonjak 74,8% YoY menjadi Rp 2,2 triliun. Net profit margin mencapai 25,4%, naik signifikan dari 20,6% di Q1-2025, didorong oleh efisiensi operasional dan harga komoditas yang tinggi. Di tengah pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per USD dan IHSG yang menguat tipis 1,10%, ADRO menunjukkan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp 12,5 triliun dan free cash flow Rp 8,8 triliun, mencerminkan likuiditas yang solid. Laporan ini penting karena mengonfirmasi kemampuan ADRO mempertahankan profitabilitas di tengah volatilitas harga batu bara global.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga minyak Brent ke $100,21 per barel (+71,36% YoY) menciptakan efek substitusi energi, mendorong permintaan batu bara sebagai alternatif yang lebih murah. Hal ini langsung berdampak pada volume penjualan ADRO, yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan 23,4% YoY. Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR naik ke 17.712) menguntungkan ADRO karena mayoritas pendapatan dalam dolar, sementara biaya operasional sebagian besar dalam rupiah, sehingga margin laba kotor melebar. Arus kas operasi yang kuat sebesar Rp 12,5 triliun memungkinkan ADRO mengurangi ketergantungan pada utang, dengan total utang hanya Rp 18,8 triliun terhadap kas Rp 35,2 triliun, menurunkan risiko refinancing di tengah suku bunga BI yang masih tinggi.

Peer Comparison

Dibandingkan peer di sub-sektor Oil, Gas & Coal, ROE ADRO sebesar 10,3% berada di bawah rata-rata industri 16,6%, namun lebih tinggi dari BUMI (2,8%) dan DSSA (10,2%). PER ADRO 7,7x jauh lebih rendah dari rata-rata peer 47,9x, menunjukkan valuasi yang lebih konservatif dibandingkan BYAN (25,7x) dan CUAN (171,7x). PBV ADRO 0,78x juga paling rendah di antara peer, dengan BYAN di 7,95x dan DSSA di 8,30x, mengindikasikan aset yang dinilai sangat murah secara relatif.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi AS (CPI) pada 12 Juni 2026 dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed dan nilai tukar rupiah, berdampak pada biaya impor peralatan ADRO. 2) Keputusan suku bunga BI pada 19 Juni 2026 akan mempengaruhi biaya pendanaan dan daya beli domestik. 3) Perkembangan harga batu bara global, terutama setelah data permintaan China pada awal Juli 2026, perlu dipantau mengingat kontribusi utama pendapatan ADRO.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.