Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

WIKA

Mid Cap

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Infrastructures · Heavy Constructions & Civil Engineering

Harga
204
▲ 0.00%
Market Cap
Rp8,13 T
PER
-1,52
PBV
-4,02
Dividend Yield
3,68%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp2,6 T Rp-1,14 T Rp48,68 T Rp516,09 M -43,7%
Q4-2025 Rp4,23 T Rp-6,5 T Rp50,15 T Rp1,69 T -153,5%
Q3-2025 Rp3,23 T Rp-1,55 T Rp57,02 T Rp8,57 T -47,9%
Q2-2025 Rp2,75 T Rp-883,11 M Rp59,04 T Rp10,16 T -32,2%
Q1-2025 Rp3,11 T Rp-780,18 M Rp61,13 T Rp11,09 T -25,1%
Q4-2024 Rp6,69 T Rp-3,01 T Rp63,55 T Rp11,87 T -44,9%
Q3-2024 Rp5,01 T Rp337,94 M Rp66,98 T Rp16,26 T 6,7%
Q2-2024 Rp4 T Rp1,54 T Rp67,06 T Rp15,88 T 38,4%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Wijaya Karya Tbk (WIKA) Q1-2026

Executive Summary

Wijaya Karya (WIKA) melaporkan kerugian bersih Rp 10,1 triliun pada Q1-2026, memburuk dari rugi Rp 9,7 triliun di Q4-2025, dengan net profit margin negatif 78,5%. Pendapatan turun 16,3% YoY menjadi Rp 12,8 triliun, sementara total utang mencapai Rp 33,1 triliun terhadap ekuitas hanya Rp 5,7 triliun — rasio utang terhadap ekuitas (DER) sekitar 5,8x. Arus kas operasi negatif Rp 795,7 miliar dan free cash flow negatif Rp 557 miliar mengonfirmasi tekanan likuiditas akut. Di tengah IHSG yang ambles 91,51% ke 6.906 dan USD/IDR di 17.410 (rupiah melemah), laporan ini mengindikasikan risiko solvabilitas yang serius bagi emiten konstruksi BUMN ini.

Transmission Mechanism

Kerugian bersih yang membengkak dan arus kas operasi negatif secara langsung menggerus ekuitas WIKA — dari data, ekuitas hanya Rp 5,7 triliun sementara utang Rp 33,1 triliun. Dalam kondisi suku bunga tinggi (BI rate diperkirakan masih di atas 6% karena tekanan inflasi dan pelemahan rupiah), beban bunga utang akan semakin berat, memperdalam kerugian. Mekanisme ini menciptakan spiral negatif: rugi → ekuitas tergerus → rasio utang membengkak → kreditur mengetatkan syarat pendanaan → biaya bunga naik → rugi makin besar. Dari sisi makro, USD/IDR di 17.410 (rupiah melemah) meningkatkan biaya impor bahan baku konstruksi (seperti baja) yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Jika inflasi AS (CPI y/y konsensus 3,7% pada 12 Mei) lebih tinggi dari ekspektasi, Fed akan hawkish, mendorong USD semakin kuat, dan menekan rupiah lebih dalam — memperparah biaya operasional WIKA. Sebaliknya, jika data inflasi AS rendah, ada ruang untuk penurunan suku bunga global, namun kondisi fundamental WIKA yang sudah negatif tetap menjadi hambatan utama. Tekanan juga datang dari sisi permintaan proyek infrastruktur pemerintah. Dengan defisit fiskal yang ketat dan prioritas belanja bergeser ke subsidi akibat inflasi pangan (CPI Indonesia di atas target BI 2-4%), alokasi anggaran untuk proyek baru konstruksi bisa tertahan. Ini memperkuat risiko penurunan pendapatan WIKA lebih lanjut dalam jangka pendek.

Peer Comparison

Data peer untuk sektor konstruksi BUMN (seperti ADHI, PTPP, WSBP) pada Q1-2026 belum tersedia dalam dataset ini. Namun, secara umum, rata-rata ROE sektor konstruksi di Indonesia dalam kondisi normal berkisar 5-10%, sementara WIKA mencatat ROE -181,3% — menunjukkan kerusakan fundamental yang ekstrem. NPM negatif 78,5% juga jauh di bawah peer yang biasanya memiliki NPM 2-5%.

Forward Alert

1) Rilis inflasi AS (CPI y/y) pada 12 Mei 2026 — jika di atas konsensus 3,7%, tekanan pada USD/IDR dan IHSG akan meningkat, memperburuk biaya impor WIKA. 2) Data PPI AS pada 13 Mei 2026 — jika lebih tinggi dari konsensus 0,5% m/m, mengonfirmasi tekanan inflasi yang berkelanjutan. 3) Keputusan BI rate pada pertemuan mendatang (tidak terjadwal dalam kalender 7 hari, namun perlu dipantau) — kenaikan BI rate akan langsung meningkatkan beban bunga utang WIKA yang sudah sangat besar.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.