Analisis terkait MDKA
-
6 Mei 2026 Skor 6.0
Merdeka Copper (MDKA) Siapkan Proyek Tembaga Tujuh Bukit Jadi Pilar Pertumbuhan
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tengah mempersiapkan proyek Tembaga Tujuh Bukit sebagai pilar pertumbuhan baru, dengan investasi sekitar USD200 juta sejak 2018. Proyek ini masih dalam fase praproduksi, dengan studi kelayakan yang sedang difinalisasi pada kuartal I-2026. MDKA membangun platform pertumbuhan terintegrasi: emas sebagai penghasil arus kas melalui PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), nikel sebagai motor masa depan melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan tembaga sebagai pilar baru. Langkah ini menunjukkan komitmen MDKA untuk diversifikasi di tengah tekanan harga komoditas global dan pelemahan rupiah yang mempengaruhi biaya impor peralatan tambang.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 6.0
MDKA Bakal Private Placement 2,44 Miliar Saham, Berpotensi Raup Rp 7,58 T
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menerbitkan 2,44 miliar saham baru melalui private placement (PMTHMETD IV) yang berpotensi menghimpun dana hingga US$436,8 juta atau sekitar Rp7,58 triliun. Harga pelaksanaan ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga saham 25 hari bursa sebelum pencatatan. Dana akan digunakan 30% untuk modal kerja dan sisanya untuk pengembangan usaha, termasuk belanja modal, akuisisi, atau penyertaan saham. Aksi ini diproyeksikan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 1,0 kali menjadi 0,8 kali, namun akan mendilusi kepemilikan pemegang saham yang tidak ikut serta hingga maksimal 9,09%. Rencana akan dimintakan persetujuan dalam RUPST pada 11 Juni 2026. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan harga komoditas dan pelemahan rupiah yang membebani biaya impor emiten tambang.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.7
IHSG Diproyeksi Mendung Hari Ini
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057 pada perdagangan kemarin, namun analis memproyeksikan indeks masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 hari ini. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% dalam satu tahun — mendekati level terendah — sementara rupiah tertekan ke Rp17.366, level tertinggi dalam periode yang sama. Penguatan IHSG kemarin lebih bersifat teknikal dan didorong sektor spesifik, bukan pemulihan kepercayaan investor secara luas.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 6.7
IHSG Sesi I Naik ke Rp 7.029, Saham Prajogo BRPT, TPIA hingga PTRO Bergairah
IHSG ditutup menguat 0,83% ke 7.029 pada sesi I perdagangan, rebound dari level terendah harian 6.921,60. Saham konglomerat Prajogo Pangestu (BRPT, TPIA, PTRO) memimpin penguatan, sementara saham nikel seperti INCO dan ANTM justru tertekan rencana bea keluar dan windfall tax. Meski menguat, IHSG masih terkoreksi 18,7% secara year-to-date.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0 Signal Tinggi
Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen
Saham emiten nikel kompak terkoreksi pada 5 Mei 2026 setelah pemerintah mengumumkan rencana penerapan bea keluar dan windfall profit tax untuk komoditas nikel. INCO menjadi yang terburuk dengan penurunan 8% ke Rp6.325, disusul ANTM turun 3,42% dan MDKA turun 2,81%. Kebijakan ini bertujuan memberantas underinvoicing dan menekan subsidi energi yang membengkak.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 8.7
IHSG Turun Tajam Menjelang Long Weekend — Investor Asing Akumulasi 10 Saham Pilihan
IHSG anjlok 2,03% ke 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026) menjelang long weekend, dengan koreksi 5,72% dalam 4 hari terakhir. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp8,56 triliun di seluruh pasar, sementara pembelian bersih hanya Rp59,29 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Sumber data: IDX