Analisis terkait MAPI
-
5 Mei 2026 Skor 6.0
Emiten Ritel Bukukan Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Cermati Rekomendasi Sahamnya
Sebagian besar emiten ritel mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit di kuartal I-2026, dipimpin oleh HERO dengan lonjakan 220,65% yoy menjadi Rp87,01 miliar, disusul ERAA (122,73% yoy ke Rp452,71 miliar) dan MAPA (38,41% yoy ke Rp470,57 miliar). MAPI membukukan laba Rp628,03 miliar (+32,98% yoy), sementara ACES, AMRT, dan LPPF tumbuh lebih moderat di kisaran 7–15%. MPPA bahkan berhasil balik dari rugi menjadi laba Rp1,6 miliar. Analis mengaitkan kinerja ini dengan pemulihan same store sales growth, ekspansi gerai, penguatan omnichannel, serta pergeseran ke segmen premium yang memperlebar margin. Namun, harga saham sejumlah emiten seperti AMRT, ERAA, dan MAPI masih cenderung flat, menunjukkan pasar belum sepenuhnya mengapresiasi perbaikan fundamental ini.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 6.0
IHSG Naik Tipis ke Level 6.971, Saham Kongsi Bakrie Salim BUMI-BRMS Merosot
IHSG ditutup naik tipis 0,22% ke 6.971, namun secara year-to-date masih merosot 19,37%. Tujuh dari sebelas sektor justru merah, dipimpin sektor kesehatan yang turun 1,63%. Saham Grup Bakrie (BUMI, BRMS) dan emiten teknologi seperti GOTO masuk daftar top loser.
Sumber data: IDX
-
4 Mei 2026 Skor 5.0
Cek Rekomendasi Saham MAP Group Usai Cetak Kinerja Moncer di Kuartal I-2026
Mitra Adiperkasa (MAPI) dan MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) membukukan pertumbuhan laba bersih di atas 30% YoY pada kuartal I-2026, didorong momentum Ramadan-Lebaran yang solid dan efisiensi operasional. Pendapatan MAPI melonjak 32% menjadi Rp12,29 triliun, sementara MAPA naik 14,7% menjadi Rp4,95 triliun. Laba bersih MAPI naik 33% ke Rp628 miliar, MAPA melonjak 38,4% ke Rp470,6 miliar. Pertumbuhan laba yang lebih cepat dari penjualan mengindikasikan perbaikan margin dari efisiensi inventori dan kontribusi online. Namun, manajemen mengakui ketidakpastian dari geopolitik, kenaikan biaya, dan pelemahan rupiah — dan analis memperingatkan pertumbuhan laba 30%+ sulit dipertahankan di kuartal II-2026 karena efek basis dan normalisasi belanja pasca-Lebaran.
Sumber data: IDX
-
3 Mei 2026 Skor 8.0
IHSG Diperkirakan Merah di Pekan Pertama Mei
IHSG ditutup di 6.956 pada 30 April, melemah 2,03% dalam sepekan. Analis memperkirakan koreksi berlanjut ke rentang 6.645–6.838, dengan support kritis di 6.838 — jika ditembus, pelemahan bisa berlanjut ke 6.727. Resistance terdekat di 7.022–7.126.
Sumber data: IDX