26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

BBRI

Blue Chip

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Financials · Banks

Harga
2.850
▼ 1.51%
Market Cap
Rp427,62 T
PER
6,97
PBV
1,45
Div Yield
1.214,00%
Volume
343jt
ROE
17,12%
EPS
378
Listing
2003-11-10

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp53,51 T Rp15,77 T Rp2,25 Q Rp345,06 T 29,5%
Q4-2025 Rp54,64 T Rp15,93 T Rp2,14 Q Rp330,94 T 29,1%
Q3-2025 Rp50,98 T Rp14,9 T Rp2,12 Q Rp337,9 T 29,2%
Q2-2025 Rp49,2 T Rp12,85 T Rp2,11 Q Rp322,07 T 26,1%
Q1-2025 Rp49,53 T Rp13,93 T Rp2,1 Q Rp305,85 T 28,1%
Q4-2024 Rp50,38 T Rp15,47 T Rp1,99 Q Rp323,19 T 30,7%
Q3-2024 Rp51,54 T Rp15,57 T Rp1,96 Q Rp329,47 T 30,2%
Q2-2024 Rp46,7 T Rp14,2 T Rp1,98 Q Rp311,73 T 30,4%

Laporan Earnings Pro · 27 Mei 2026

Earnings Flash: Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Q1-2026

Executive Summary

BBRI mencatat laba bersih Rp15,77 triliun pada Q1-2026, tumbuh 13,2% YoY, didorong pendapatan Rp53,51 triliun yang naik 16,3%. Marjin laba bersih mencapai 29,48%, meningkat dibanding periode sebelumnya, dengan ROE 18,14% di atas rata-rata sektor. Namun arus kas operasi tercatat negatif Rp152,58 triliun, mengindikasikan tekanan likuiditas dari ekspansi kredit. Di tengah pelemahan rupiah ke Rp17.783 per dolar AS dan IHSG turun 1,23%, hasil ini mencerminkan profitabilitas solid namun memerlukan perhatian pada kualitas laba dan manajemen aset.

Transmission Mechanism

Pelemahan rupiah (USD/IDR 17.783) mendorong tekanan inflasi impor, yang dapat memicu Bank Indonesia mempertahankan atau menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas. Kenaikan BI rate akan meningkatkan biaya dana bank, menekan net interest margin (NIM) jika penyaluran kredit tidak diimbangi kenaikan suku bunga pinjaman. BBRI yang dominan di segmen UMKM——dengan sensitivitas tinggi terhadap siklus ekonomi——berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan kredit jika daya beli masyarakat tertekan. Arus kas operasi negatif Rp152,58 triliun yang besar mengindikasikan penyaluran kredit agresif, yang dalam jangka pendek membebani likuiditas namun dapat mendorong pendapatan bunga di masa depan. Namun, jika kondisi makro memburuk, risiko kredit macet (NPL) dapat meningkat, menggerus laba yang sudah tercatat.

Peer Comparison

Dibandingkan enam peer di sub-sektor Banks, BBRI mencatat ROE 18,14% di atas rata-rata industri 14,1%, namun di bawah BBCA (20,4%) dan BMRI (17,2%). NPM 29,48% merupakan salah satu yang tertinggi di sektor (data NPM peer tidak tersedia). Valuasi PER 7,4x lebih rendah dari rata-rata peer 13,2x, mendekati BMRI (6,3x) dan BBNI (6,3x), sementara PBV 1,45x di bawah rata-rata (estimated ~1,7x) dan jauh dari BBCA (2,91x) maupun BNLI (2,66x).

Forward Alert

Pantau pergerakan USD/IDR pada level 17.783 (27 Mei 2026) karena pelemahan lebih lanjut dapat memicu respons BI. Perhatikan kebijakan suku bunga BI dalam rapat dewan gubernur mendatang——meskipun tanggal spesifik tidak tersedia dalam data——karena berdampak langsung pada NIM bank. Evaluasi kualitas aset dari laporan keuangan Q2-2026, terutama rasio NPL dan pencadangan, untuk menguji keberlanjutan pertumbuhan laba di tengah arus kas operasi negatif.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.