Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

12 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Direktori Emiten · IDX

ASII

Blue Chip

Astra International Tbk

Industrials · Multi-sector Holdings

Harga
5.825
▼ 0.43%
Market Cap
Rp235,82 T
PER
7,59
PBV
1,01
Dividend Yield
6,91%

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp78,67 T Rp5,85 T Rp517,8 T Rp293,12 T 7,4%
Q4-2025 Rp79,78 T Rp8,3 T Rp507,37 T Rp290,81 T 10,4%
Q3-2025 Rp80,75 T Rp8,96 T Rp505,44 T Rp289,63 T 11,1%
Q2-2025 Rp79,5 T Rp8,58 T Rp487,79 T Rp278,75 T 10,8%
Q1-2025 Rp83,36 T Rp6,93 T Rp494,73 T Rp281,78 T 8,3%
Q4-2024 Rp84,59 T Rp8,2 T Rp472,93 T Rp271,5 T 9,7%
Q3-2024 Rp86,36 T Rp10 T Rp469,41 T Rp262,04 T 11,6%
Q2-2024 Rp78,76 T Rp8,39 T Rp466,02 T Rp254,18 T 10,7%

Laporan Earnings Pro · 11 Mei 2026

Earnings Flash: Astra International Tbk (ASII) Q1-2026

Executive Summary

Astra International (ASII) mencatat pendapatan Rp 318,7 triliun di Q1-2026, turun 5,6% year-on-year, dengan laba bersih Rp 31,7 triliun yang terkoreksi lebih dalam (-14,6%). Net profit margin terjaga di 9,9% meskipun margin kotor hanya 19,4%, menunjukkan efisiensi operasional yang relatif baik di tengah tekanan top-line. Valuasi saham saat ini di PER 7,7x dan PBV 1,04x, sementara IHSG tertekan di level 6.906 dan USD/IDR melemah ke 17.410, menciptakan tekanan ganda dari sisi makro dan sektoral. Laporan ini krusial karena menggambarkan daya tahan konglomerat terbesar Indonesia di tengah siklus penurunan daya beli dan ketidakpastian suku bunga global.

Transmission Mechanism

Penurunan pendapatan ASII sebesar 5,6% mengindikasikan pelemahan permintaan domestik, yang terkait langsung dengan daya beli masyarakat yang tertekan oleh inflasi di atas target BI (2-4%). Jika inflasi Indonesia terus melampaui batas atas, BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan, yang akan meningkatkan biaya kredit konsumen dan korporasi. Hal ini berdampak langsung pada segmen otomotif dan alat berat ASII, di mana pembiayaan merupakan faktor kunci penjualan. Sementara itu, pelemahan rupiah ke Rp 17.410 per USD meningkatkan beban impor komponen dan bahan baku, menekan margin laba kotor yang sudah tipis di 19,4%. Di sisi lain, kenaikan harga minyak Brent ke $103,66 per barel memberikan tekanan biaya logistik dan operasional, terutama untuk anak usaha di sektor pertambangan dan perkebunan.

Peer Comparison

Data peer belum tersedia untuk sektor ini.

Forward Alert

1) Rilis CPI AS pada 12 Mei 2026 (konsensus 3,7% y/y) — jika lebih tinggi dari ekspektasi, dapat memperkuat USD dan menekan IHSG serta nilai tukar rupiah, berdampak pada biaya impor ASII. 2) Data inflasi Indonesia yang akan dirilis BPS — jika di atas 4%, meningkatkan probabilitas kenaikan BI rate, menekan daya beli dan permintaan kendaraan. 3) Rilis Retail Sales AS pada 14 Mei 2026 (konsensus 0,6% m/m) — sebagai indikator permintaan global yang memengaruhi harga komoditas dan prospek ekspor anak usaha ASII di sektor agribisnis dan pertambangan.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.