Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

TPT RI Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Jumlah Pengangguran 7,24 Juta
Beranda / Makro / TPT RI Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Jumlah Pengangguran 7,24 Juta
Makro

TPT RI Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Jumlah Pengangguran 7,24 Juta

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 05.37 · Sinyal tinggi · Confidence 8/10 · Sumber: Katadata ↗
Feedberry Score
6.3 / 10

Data ketenagakerjaan penting untuk daya beli dan konsumsi, namun perubahannya kecil sehingga urgensi respons rendah.

Urgensi 4
Luas Dampak 8
Dampak Indonesia 7
Analisis Indikator Makro
Indikator
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Nilai Terkini
4,68%
Nilai Sebelumnya
4,76% (Februari 2025)
Perubahan
-0,08%
Tren
turun
Sektor Terdampak
Konsumsi rumah tanggaProperti dan perumahanE-commerce dan ritelJasa keuangan (kredit konsumsi)

Ringkasan Eksekutif

BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia turun 0,08% menjadi 4,68% pada Februari 2026, dengan jumlah pengangguran berkurang 35 ribu orang menjadi 7,24 juta. Total angkatan kerja bertambah 1,862 juta orang, sementara penduduk bekerja naik 1,896 juta orang menjadi 147,76 juta.

Kenapa Ini Penting

Penurunan pengangguran tipis ini belum cukup mendorong daya beli kelas menengah-bawah secara signifikan, terutama karena masih ada 7,27% pekerja setengah penganggur yang jam kerjanya di bawah normal.

Dampak Bisnis

  • Penurunan TPT 0,08% ke 4,68% menunjukkan pasar tenaga kerja masih ekspansif, namun laju penyerapan tenaga kerja baru (1,896 juta) hampir sepenuhnya terserap oleh pertumbuhan angkatan kerja (1,862 juta).
  • Tingkat setengah pengangguran 7,27% — meski turun 0,74% dari tahun lalu — masih mengindikasikan kualitas pekerjaan yang rendah, berpotensi menekan konsumsi rumah tangga.
  • Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar (28,78%), menunjukkan struktur ekonomi yang belum banyak bergeser ke sektor bernilai tambah tinggi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: tren kualitas pekerjaan — jika tingkat setengah pengangguran tidak turun signifikan dalam 2-3 kuartal ke depan, daya beli kelas bawah berisiko stagnan.
  • Risiko yang perlu dicermati: tekanan inflasi dari kenaikan harga pangan dan energi dapat menggerus pendapatan riil pekerja di sektor informal dan pertanian.
  • Perhatikan: data Sakernas Agustus 2026 — akan memberikan gambaran lebih jelas apakah tren penurunan pengangguran berlanjut atau melambat.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.