Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

TPT Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Pengangguran Berkurang 35 Ribu Orang
Beranda / Makro / TPT Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Pengangguran Berkurang 35 Ribu Orang
Makro

TPT Turun ke 4,68% per Februari 2026 — Pengangguran Berkurang 35 Ribu Orang

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 06.50 · Sinyal tinggi · Confidence 4/10 · Sumber: IDXChannel ↗
Feedberry Score
5.3 / 10

Data tenaga kerja bersifat lagging dan tidak memerlukan respons segera, namun dampaknya luas ke daya beli dan konsumsi rumah tangga, serta relevan bagi investor yang memantau fundamental ekonomi domestik.

Urgensi 3
Luas Dampak 6
Dampak Indonesia 7
Analisis Indikator Makro
Indikator
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Nilai Terkini
4,6

Ringkasan Eksekutif

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia sebesar 4,68% pada Februari 2026. Jumlah pengangguran berkurang dari 7,28 juta orang menjadi 7,24 juta orang. Jumlah penduduk bekerja meningkat 1,896 juta orang pada periode Februari 2025-Februari 2026. Sektor pertanian, perdagangan, dan industri masih menjadi penyerap tenaga kerja utama dengan kontribusi 60,29%.

Kenapa Ini Penting

Penurunan pengangguran tipis ini menandakan pasar tenaga kerja masih ekspansif, namun tekanan daya beli tetap perlu dicermati mengingat rupiah berada di level terlemah dalam 1 tahun (Rp17.366) yang dapat mengerek biaya hidup.

Dampak Bisnis

  • Penambahan 1,896 juta pekerja baru berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga, terutama di sektor ritel dan FMCG.
  • Dominasi sektor pertanian, perdagangan, dan industri (60,29% tenaga kerja) menunjukkan ketergantungan ekonomi pada sektor padat karya yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dan daya beli.
  • TPAK laki-laki meningkat dari 84,34 pada 2025 menjadi 84,57 pada Februari 2026, mengindikasikan partisipasi angkatan kerja yang masih tinggi meskipun upah riil berpotensi tertekan inflasi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: data inflasi April 2026 — jika inflasi inti naik di atas 3%, daya beli pekerja baru bisa tergerus.
  • Risiko yang perlu dicermati: pelemahan rupiah di Rp17.366 — jika berlanjut, biaya impor bahan baku naik dan berpotensi menekan sektor industri pengolahan.
  • Perhatikan: rilis data TPT berikutnya (Agustus 2026) untuk mengonfirmasi apakah tren penurunan pengangguran berkelanjutan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.