Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Pertamina Naikkan Harga Avtur hingga Rp29.149/Liter di Bali — Biaya Penerbangan Tertekan
Beranda / Korporasi / Pertamina Naikkan Harga Avtur hingga Rp29.149/Liter di Bali — Biaya Penerbangan Tertekan
Korporasi

Pertamina Naikkan Harga Avtur hingga Rp29.149/Liter di Bali — Biaya Penerbangan Tertekan

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 03.52 · Sinyal tinggi · Confidence 7/10 · Sumber: Detik Finance ↗
Feedberry Score
8 / 10

Kenaikan avtur langsung membebani maskapai dan harga tiket, berdampak luas ke mobilitas dan logistik udara nasional.

Urgensi 8
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 9
Analisis Komoditas
Komoditas
Avtur (Jet A1)
Harga Terkini
Rp29.149/liter di Bandara Ngurah Rai Bali (domestik)
Perubahan Harga
+15% dari Rp25.343/liter
Proyeksi Harga
Selama konflik AS-Iran belum mereda, harga avtur berpotensi tetap tinggi atau naik lebih lanjut. INACA mencatat kenaikan rata-rata 70% (domestik) dan 80% (internasional) pada April 2026.
Faktor Supply
  • ·Konflik AS-Iran mengganggu pasokan minyak global
  • ·Serangan drone di kilang Fujairah, UEA, memicu kekhawatiran gangguan produksi
Faktor Demand
  • ·Permintaan avtur global meningkat seiring pemulihan penerbangan pasca-pandemi
  • ·Pesawat internasional yang mengisi avtur di Indonesia menambah tekanan permintaan domestik

Ringkasan Eksekutif

Pertamina Patra Niaga menaikkan harga avtur untuk penerbangan domestik dan internasional per 1-31 Mei 2026 di seluruh bandara Indonesia. Di Bandara Ngurah Rai Bali, harga avtur domestik naik dari Rp25.343 menjadi Rp29.149 per liter. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga minyak global akibat eskalasi konflik AS-Iran.

Kenapa Ini Penting

Kenaikan avtur akan langsung mendorong biaya operasional maskapai, yang hampir pasti diteruskan ke harga tiket pesawat — membebani mobilitas pebisnis, wisatawan, dan logistik udara.

Dampak Bisnis

  • Maskapai penerbangan domestik menghadapi kenaikan biaya bahan bakar hingga 16% di bandara utama seperti CGK dan DPS, memicu potensi penyesuaian tarif tiket.
  • Sektor pariwisata Bali tertekan karena harga tiket ke destinasi utama naik, berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
  • Biaya logistik udara untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau perishable goods meningkat, membebani margin bisnis e-commerce dan ekspor segar.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons maskapai — apakah akan menaikkan harga tiket atau menyerap kenaikan biaya sementara.
  • Risiko yang perlu dicermati: kelanjutan eskalasi geopolitik AS-Iran — jika harga minyak Brent terus naik, avtur berpotensi naik lagi.
  • Perhatikan: kebijakan pemerintah terkait harga avtur — apakah ada rencana subsidi atau insentif untuk sektor penerbangan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.