Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Laba Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 353% di Q1-2026 — Target Pendapatan Tumbuh 10%
Beranda / Korporasi / Laba Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 353% di Q1-2026 — Target Pendapatan Tumbuh 10%
Korporasi

Laba Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 353% di Q1-2026 — Target Pendapatan Tumbuh 10%

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 06.04 · Sinyal menengah · Confidence 7/10 · Sumber: Kontan ↗
Feedberry Score
4.7 / 10

Kinerja laba yang sangat kuat di tengah tekanan makro, namun dampak terbatas pada sektor gas industri dan medis.

Urgensi 5
Luas Dampak 4
Dampak Indonesia 5
Analisis Laporan Keuangan
Periode
Q1 2026
Pertumbuhan YoY
353,47% (laba bersih), 7,91% (pendapatan)
Pendapatan
Rp762,14 miliar
Laba Bersih
Rp35,19 miliar
Metrik Kunci
  • ·Pendapatan dari kontrak pelanggan: Rp762,14 miliar (+7,91% YoY)
  • ·Target pertumbuhan pendapatan 2026: ~10%
  • ·Capex 2026: Rp300–350 miliar

Ringkasan Eksekutif

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan laba bersih Rp35,19 miliar di kuartal I-2026, melonjak 353% secara tahunan. Pendapatan naik 7,91% menjadi Rp762,14 miliar, didorong oleh volume penjualan dan efisiensi operasional. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% di 2026 dengan capex Rp300–350 miliar.

Kenapa Ini Penting

Kinerja AGII menunjukkan bahwa perusahaan gas industri dan medis masih bisa tumbuh signifikan di tengah tekanan rupiah dan volatilitas energi — relevan bagi investor yang mencari emiten dengan pertumbuhan laba tinggi dan prospek stabil.

Dampak Bisnis

  • Laba bersih melonjak 353% YoY menjadi Rp35,19 miliar — tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan pemulihan margin yang kuat.
  • Pendapatan tumbuh 7,91% YoY ke Rp762,14 miliar, didorong oleh volume penjualan di segmen industri dan kesehatan.
  • Capex Rp300–350 miliar untuk investasi fasilitas produksi — menandakan ekspansi kapasitas jangka panjang.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: realisasi pertumbuhan pendapatan 10% di 2026 — apakah volume penjualan di segmen utama mampu menjaga momentum.
  • Risiko yang perlu dicermati: volatilitas harga energi dan ketidakpastian geopolitik — berpotensi menekan biaya operasional dan rantai pasok.
  • Perhatikan: efisiensi konsumsi listrik di pabrik — jika berhasil, margin kotor bisa terus melebar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.