Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

15 MEI 2026
OKX & Korea Investment Incar 40% Saham Coinone — Ekspansi Kripto ke Pasar Korea

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / OKX & Korea Investment Incar 40% Saham Coinone — Ekspansi Kripto ke Pasar Korea
Forex & Crypto

OKX & Korea Investment Incar 40% Saham Coinone — Ekspansi Kripto ke Pasar Korea

Tim Redaksi Feedberry ·15 Mei 2026 pukul 11.52 · Sinyal menengah · Sumber: CoinDesk ↗
4.3 Skor

Akuisisi bursa kripto Korea oleh exchange global menandakan konsolidasi industri yang dapat memengaruhi sentimen risk-on global dan regulasi kripto di Asia, termasuk Indonesia.

Urgensi
5
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
4
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
akuisisi
Nilai Transaksi
tidak disebutkan
Timeline
tidak disebutkan
Alasan Strategis
Ekspansi ke pasar Korea Selatan, mengikuti jejak Binance yang mengakuisisi Gopax
Pihak Terlibat
OKXKorea Investment and SecuritiesCoinone

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: konfirmasi resmi akuisisi oleh OKX dan Korea Investment — jika deal jadi, ini akan menjadi preseden baru bagi masuknya exchange global ke pasar Asia yang diregulasi ketat.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: respons regulator Korea terhadap akuisisi ini — jika ditolak atau dipersulit, bisa memicu ketidakpastian hukum yang berdampak ke sentimen kripto Asia termasuk Indonesia.
  • 3 Sinyal penting: volume perdagangan kripto Indonesia bulanan — jika terus menurun seiring tren global, ini mengonfirmasi peralihan risk appetite investor ritel dari kripto ke instrumen konvensional.

Ringkasan Eksekutif

OKX, salah satu bursa kripto terbesar dunia, bersama Korea Investment and Securities, bank investasi berbasis Seoul, dikabarkan tengah bernegosiasi untuk membeli masing-masing 20% saham Coinone, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan. Total kepemilikan yang dibidik mencapai 40% melalui penerbitan saham baru, bukan pembelian saham existing. Langkah ini mengikuti jejak Binance yang telah menyelesaikan akuisisi Gopax tahun lalu. Keterlibatan Korea Investment and Securities — institusi keuangan tradisional — dalam kesepakatan ini mencerminkan tren adopsi institusional terhadap aset kripto di Korea Selatan, mirip dengan langkah Mirae Asset yang sebelumnya juga menjajaki akuisisi bursa kripto Korbit. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak yang terlibat. Kesepakatan ini terjadi di tengah dinamika pasar kripto Korea yang menarik: kepemilikan kripto investor Korea Selatan baru-baru ini turun drastis dari USD83 miliar menjadi USD41 miliar dalam setahun terakhir, seiring peralihan dana ke pasar saham dan ketidakpastian regulasi domestik termasuk rencana pajak 22% atas keuntungan kripto mulai 2027. Di sisi lain, hedge fund global justru memborong saham Korea, Jepang, dan Taiwan dalam volume terbesar dalam satu dekade, menunjukkan rotasi modal dari kripto ke ekuitas tradisional di kawasan Asia. Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan karena Korea Selatan adalah salah satu pasar kripto ritel paling aktif di Asia, dan perubahan regulasi serta arus modal di sana sering menjadi leading indicator bagi sentimen kripto global yang kemudian berdampak pada pasar kripto Indonesia. Exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu perlu mencermati langkah konsolidasi ini karena dapat mengubah peta persaingan bursa kripto Asia. Yang perlu dipantang ke depan: respons regulator Korea terhadap akuisisi ini, perkembangan regulasi kripto di AS dan EU yang memengaruhi kerangka compliance global, serta volume perdagangan kripto Indonesia sebagai indikator sentimen risk-on domestik.

Mengapa Ini Penting

Akuisisi ini bukan sekadar transaksi korporasi — ini adalah sinyal bahwa pemain global melihat Korea sebagai gerbang strategis untuk ekspansi kripto Asia, sementara investor ritel Korea justru meninggalkan kripto. Divergensi ini menciptakan ketidakpastian yang dapat merembet ke sentimen kripto global dan memengaruhi pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto Indonesia (Tokocrypto, Indodax, Pintu) menghadapi tekanan kompetisi tidak langsung — jika OKX dan Binance memperkuat posisi di Korea, mereka bisa memperluas layanan ke pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia, terutama jika regulasi Bappebti/OJK memungkinkan bursa asing beroperasi.
  • Investor ritel kripto Indonesia terpapar sentimen risk-off global — peralihan dana dari kripto ke saham di Korea dapat menjadi pola yang diikuti investor global, mengurangi volume perdagangan kripto di Indonesia dan menekan valuasi startup blockchain lokal.
  • Regulator Indonesia (Bappebti/OJK) perlu mencermati langkah Korea dalam meregulasi kripto — jika Korea menerapkan pajak 22% dan aturan pelaporan ketat, Indonesia bisa mengadopsi pendekatan serupa, yang akan mengubah struktur biaya dan kepatuhan exchange lokal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: konfirmasi resmi akuisisi oleh OKX dan Korea Investment — jika deal jadi, ini akan menjadi preseden baru bagi masuknya exchange global ke pasar Asia yang diregulasi ketat.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons regulator Korea terhadap akuisisi ini — jika ditolak atau dipersulit, bisa memicu ketidakpastian hukum yang berdampak ke sentimen kripto Asia termasuk Indonesia.
  • Sinyal penting: volume perdagangan kripto Indonesia bulanan — jika terus menurun seiring tren global, ini mengonfirmasi peralihan risk appetite investor ritel dari kripto ke instrumen konvensional.

Konteks Indonesia

Korea Selatan adalah salah satu pasar kripto ritel terbesar di Asia, dan pergerakan di sana sering menjadi indikator awal bagi sentimen kripto global. Jika OKX dan Binance sukses mengakuisisi bursa Korea, mereka bisa memperluas pengaruh ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di sisi lain, peralihan investor Korea dari kripto ke saham bisa menjadi pola yang diikuti investor Indonesia, mengingat demografi investor kripto Indonesia juga didominasi ritel. Regulasi kripto Indonesia yang saat ini di bawah Bappebti dan akan beralih ke OJK perlu mencermati langkah Korea dalam menerapkan pajak dan aturan pelaporan ketat.

Konteks Indonesia

Korea Selatan adalah salah satu pasar kripto ritel terbesar di Asia, dan pergerakan di sana sering menjadi indikator awal bagi sentimen kripto global. Jika OKX dan Binance sukses mengakuisisi bursa Korea, mereka bisa memperluas pengaruh ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di sisi lain, peralihan investor Korea dari kripto ke saham bisa menjadi pola yang diikuti investor Indonesia, mengingat demografi investor kripto Indonesia juga didominasi ritel. Regulasi kripto Indonesia yang saat ini di bawah Bappebti dan akan beralih ke OJK perlu mencermati langkah Korea dalam menerapkan pajak dan aturan pelaporan ketat.