Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

16 MEI 2026
Indonesia Masuk Fase Aging Population — 11,97% Penduduk Lansia, Yogyakarta Tertinggi 17,83%
← Kembali
Beranda / Makro / Indonesia Masuk Fase Aging Population — 11,97% Penduduk Lansia, Yogyakarta Tertinggi 17,83%
Makro

Indonesia Masuk Fase Aging Population — 11,97% Penduduk Lansia, Yogyakarta Tertinggi 17,83%

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 06.01 · Sinyal tinggi · Sumber: CNBC Indonesia ↗
7.7 Skor

Perubahan demografis struktural berdampak luas pada fiskal, kesehatan, dan pasar tenaga kerja — urgensi tinggi karena implikasi jangka panjang, bukan krisis seketika.

Urgensi
6
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
9
Analisis Indikator Makro
Indikator
Proporsi Penduduk Lansia (60+)
Nilai Terkini
11,97%
Nilai Sebelumnya
9,93% (2020)
Perubahan
+2,04 pp dalam 5 tahun
Tren
naik
Sektor Terdampak
KesehatanAsuransiPropertiPerbankan (produk pensiun)Farmasi

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: kebijakan fiskal terkait jaminan sosial lansia — apakah pemerintah akan memperluas cakupan atau menaikkan iuran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: ketergantungan lansia pada keluarga (48,56%) vs rendahnya tabungan (1,13%) — potensi krisis sosial jika daya beli keluarga menekan.
  • 3 Sinyal yang perlu diawasi: realisasi investasi di sektor kesehatan dan asuransi — apakah emiten seperti KLBF, MIKA, atau ASRM mulai mengakselerasi produk untuk lansia.

Ringkasan Eksekutif

BPS mengonfirmasi Indonesia resmi memasuki fase aging population dengan 11,97% penduduk berusia 60 tahun ke atas berdasarkan SUPAS 2025. Yogyakarta mencatat persentase tertinggi (17,83%), sementara 48,56% lansia masih bergantung pada dukungan keluarga sebagai sumber penghasilan utama.

Kenapa Ini Penting

Rasio ketergantungan lansia meningkat — beban fiskal untuk jaminan sosial dan kesehatan akan naik, sementara hanya 1,13% lansia mengandalkan tabungan/investasi. Ini sinyal bagi investor di sektor asuransi, kesehatan, dan properti khusus lansia.

Dampak Bisnis

  • Tekanan pada APBN: kebutuhan belanja kesehatan dan jaminan sosial lansia diproyeksikan meningkat seiring proporsi lansia yang naik dari 7,59% (2010) menjadi 11,97% (2025).
  • Peluang bisnis: sektor kesehatan (rumah sakit, farmasi, alat kesehatan), asuransi jiwa dan kesehatan, serta properti khusus lansia (senior living) mendapat tailwind demografis.
  • Risiko pasar tenaga kerja: penurunan rasio usia produktif dapat menekan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang jika tidak diimbangi produktivitas.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: kebijakan fiskal terkait jaminan sosial lansia — apakah pemerintah akan memperluas cakupan atau menaikkan iuran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan.
  • Risiko yang perlu dicermati: ketergantungan lansia pada keluarga (48,56%) vs rendahnya tabungan (1,13%) — potensi krisis sosial jika daya beli keluarga menekan.
  • Sinyal yang perlu diawasi: realisasi investasi di sektor kesehatan dan asuransi — apakah emiten seperti KLBF, MIKA, atau ASRM mulai mengakselerasi produk untuk lansia.