Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Harga Avtur Naik 16% per Mei, INACA Minta Fuel Surcharge Disesuaikan Bulanan
Beranda / Kebijakan / Harga Avtur Naik 16% per Mei, INACA Minta Fuel Surcharge Disesuaikan Bulanan
Kebijakan

Harga Avtur Naik 16% per Mei, INACA Minta Fuel Surcharge Disesuaikan Bulanan

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 04.40 · Sinyal tinggi · Confidence 6/10 · Sumber: Detik Finance ↗
Feedberry Score
8 / 10

Kenaikan avtur 16% dalam sebulan dan permintaan penyesuaian fuel surcharge bulanan berdampak langsung pada biaya operasional maskapai dan harga tiket, dengan tekanan dari rupiah yang melemah ke Rp17.366.

Urgensi 8
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 9
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
KM 83 Tahun 2026 tentang Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas Penerbangan Domestik
Penerbit
Kementerian Perhubungan (Dirjen Perhubungan Udara)
Perubahan Kunci
  • ·INACA meminta fuel surcharge disesuaikan setiap bulan mengikuti harga avtur Pertamina, bukan setiap 60 hari seperti KM 83/2026.
  • ·INACA meminta pembahasan revisi Tarif Batas Atas (TBA) rute domestik kelas ekonomi dilanjutkan, dengan penyesuaian fleksibel mengikuti harga avtur dan kurs USD/IDR.
Pihak Terdampak
Maskapai penerbangan anggota INACAPenumpang pesawat domestik dan internasionalPertamina sebagai penyedia avturKementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan

Ringkasan Eksekutif

Harga avtur Pertamina per 1 Mei 2026 naik 16% menjadi Rp27.358/liter di Bandara Soekarno-Hatta. INACA meminta pemerintah menyesuaikan fuel surcharge secara fleksibel setiap bulan, bukan setiap 60 hari seperti aturan saat ini, serta merevisi Tarif Batas Atas (TBA) rute domestik kelas ekonomi.

Kenapa Ini Penting

Kenaikan avtur dan potensi penyesuaian fuel surcharge bulanan akan langsung mendorong harga tiket pesawat naik lebih sering, membebani biaya perjalanan bisnis dan logistik udara Anda.

Dampak Bisnis

  • Maskapai akan menaikkan fuel surcharge lebih cepat jika permintaan INACA dikabulkan, meningkatkan biaya tiket penumpang dan kargo udara.
  • Revisi Tarif Batas Atas (TBA) rute domestik kelas ekonomi dapat memberikan ruang bagi maskapai untuk menaikkan harga tiket lebih tinggi, terutama di tengah pelemahan rupiah ke Rp17.366.
  • Kenaikan avtur 16% dalam sebulan menekan margin operasional maskapai, terutama yang tidak memiliki lindung nilai bahan bakar yang memadai.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: keputusan Kemenhub terkait permintaan INACA untuk penyesuaian fuel surcharge bulanan — jika disetujui, harga tiket bisa berubah setiap bulan.
  • Risiko yang perlu dicermati: kenaikan harga minyak global akibat konflik Iran-AS — Brent di US$107,26 dan bisa naik lebih lanjut, memperburuk tekanan biaya avtur.
  • Perhatikan: koordinasi Kemenhub dengan Kemenperin dan Kemenkeu untuk bea masuk 0% spare part pesawat — jika terealisasi, bisa sedikit meringankan biaya operasional maskapai.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.