Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.
Ethereum Terus Tertekan 35% vs Bitcoin dalam Setahun — Risiko Koreksi 40% Mengintai
Dampak langsung ke Indonesia terbatas karena pasar kripto domestik bersifat ritel dan belum sistemik, namun tekanan ETH bisa memperkuat sentimen risk-off global yang memengaruhi aset berisiko di IHSG.
- Instrumen
- ETH/BTC
- Harga Terkini
- sekitar 0,034 BTC (berdasarkan level 20-month EMA yang disebutkan)
- Perubahan %
- -35% (dalam setahun terhadap Bitcoin)
- Level Teknikal
- Resistance multi-tahun di garis tren menurun sejak 2022; support berikutnya di 0,0176 BTC (target 2026, turun 40% dari level saat ini)
- Katalis
-
- ·Penolakan di garis tren menurun multi-tahun dan confluence resistance (0,382 Fibonacci, 50-month EMA)
- ·Kenaikan cadangan ETH di Binance (3,62 juta ETH, 24,6% dari total ETH di exchange)
- ·Penurunan cadangan Bitcoin di Binance — divergensi yang mengindikasikan tekanan jual lebih besar untuk ETH
- ·Narasi 'ultrasound money' Ethereum kehilangan momentum vs akumulasi korporasi Bitcoin oleh Strategy
Ringkasan Eksekutif
Ethereum (ETH) telah melemah lebih dari 35% terhadap Bitcoin (BTC) dalam setahun terakhir, dan pola teknikal menunjukkan potensi penurunan tambahan hingga 40% menuju level 0,0176 BTC — area dasar siklus 2020. Pasangan ETH/BTC saat ini tertahan di bawah garis tren menurun multi-tahun yang telah membatasi setiap upaya breakout sejak 2022, termasuk yang mendahului penurunan hampir 70% antara 2024 dan 2025. Data cadangan di exchange memperkuat tekanan: pasokan ETH di Binance naik menjadi 3,62 juta ETH (24,6% dari total ETH di exchange), sementara cadangan Bitcoin justru menurun — mengindikasikan tekanan jual yang lebih besar untuk Ether. Pelemahan ini juga mencerminkan pergeseran fundamental di mana narasi 'ultrasound money' Ethereum kehilangan momentum, sementara Bitcoin terus mendapat dukungan dari akumulasi korporasi oleh perusahaan seperti Strategy dan integrasi yang lebih dalam ke portofolio institusional Wall Street.
Kenapa Ini Penting
Pelemahan ETH/BTC yang berkelanjutan bukan sekadar pergerakan harga antar-aset kripto — ini mencerminkan perubahan preferensi likuiditas di kalangan investor kripto global yang mulai beralih dari aset spekulatif berkapitalisasi besar kedua ke aset yang dianggap lebih aman (Bitcoin). Jika ETH benar-benar turun 40% lagi, dampaknya akan terasa di seluruh ekosistem DeFi dan altcoin yang banyak dibangun di atas Ethereum, berpotensi memicu gelombang likuidasi dan tekanan jual lebih lanjut. Bagi investor Indonesia, korelasi antara pasar kripto dan saham teknologi di IHSG patut dicermati — meskipun tidak langsung, tekanan risk-off di kripto seringkali mendahului pelemahan di sektor teknologi bursa domestik.
Dampak Bisnis
- ✦ Tekanan pada exchange kripto lokal Indonesia: Penurunan ETH yang berkepanjangan dapat mengurangi volume perdagangan dan pendapatan dari biaya transaksi, mengingat ETH adalah salah satu aset yang paling aktif diperdagangkan di platform lokal. Exchange dengan eksposur tinggi ke ekosistem Ethereum berpotensi mengalami tekanan pendapatan.
- ✦ Efek domino ke proyek blockchain dan startup DeFi Indonesia: Banyak proyek blockchain Indonesia yang dibangun di atas Ethereum atau menggunakan kontrak pintar Ethereum akan terpengaruh secara tidak langsung melalui penurunan nilai token dan likuiditas ekosistem. Ini bisa memperlambat pendanaan dan pengembangan proyek-proyek tersebut.
- ✦ Sentimen risk-off yang meluas ke aset berisiko di Indonesia: Meskipun korelasi tidak sempurna, pelemahan tajam di pasar kripto seringkali menjadi leading indicator bagi aksi jual di pasar saham emerging market, termasuk IHSG. Investor institusi global cenderung melakukan de-risking secara bersamaan di berbagai kelas aset berisiko saat volatilitas kripto meningkat.
Konteks Indonesia
Pasar kripto Indonesia memiliki basis investor ritel yang aktif, dan Ethereum adalah salah satu aset yang paling banyak diperdagangkan di exchange lokal. Pelemahan ETH yang berkepanjangan dapat mengurangi volume perdagangan dan pendapatan exchange kripto domestik. Selain itu, sentimen risk-off di pasar kripto global seringkali berkorelasi dengan pelemahan saham teknologi di IHSG, meskipun tidak secara langsung. Regulasi aset digital oleh Bappebti dan OJK juga dapat terpengaruh jika tekanan pasar berlanjut, karena volume perdagangan yang menurun dapat memengaruhi kepatuhan dan pendapatan dari sektor ini.
Yang Perlu Dipantau
- ◎ Yang perlu dipantau: Pergerakan ETH/BTC di bawah level 0,034 BTC — jika gagal bertahan di atas level ini, konfirmasi tren bearish dan target berikutnya di 0,0176 BTC menjadi semakin mungkin.
- ◎ Risiko yang perlu dicermati: Lonjakan cadangan ETH di exchange global — jika tren kenaikan pasokan ETH di Binance dan exchange lain berlanjut, tekanan jual akan semakin besar dan mempercepat penurunan harga.
- ◎ Sinyal penting: Data inflasi AS (CPI) pekan depan — inflasi yang lebih tinggi dari konsensus dapat memperkuat sikap hawkish The Fed, menekan aset spekulatif termasuk kripto, dan memperburuk prospek ETH.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.