Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

10 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Kepemilikan Kripto Korea Selatan Anjlok 50% ke USD41 Miliar — Investor Beralih ke Saham

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

Beranda / Pasar / Kepemilikan Kripto Korea Selatan Anjlok 50% ke USD41 Miliar — Investor Beralih ke Saham
Pasar

Kepemilikan Kripto Korea Selatan Anjlok 50% ke USD41 Miliar — Investor Beralih ke Saham

Tim Redaksi Feedberry ·10 Mei 2026 pukul 10.52 · Sinyal menengah · Confidence 3/10 · Sumber: Cointelegraph ↗
Feedberry Score
6.3 / 10

Penurunan kepemilikan kripto di Korea Selatan mencerminkan pergeseran risk appetite global yang berpotensi memengaruhi aliran modal ke aset berisiko termasuk emerging market seperti Indonesia.

Urgensi 6
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 6

Ringkasan Eksekutif

Kepemilikan aset kripto oleh investor Korea Selatan turun dari USD83 miliar menjadi USD41 miliar dalam waktu lebih dari satu tahun, seiring peralihan dana ke pasar saham. Perubahan ini terjadi di tengah ketidakpastian regulasi domestik Korea: rencana pajak 22% atas keuntungan kripto yang akan berlaku pada 1 Januari 2027, serta usulan aturan baru yang dinilai industri dapat meningkatkan laporan transaksi mencurigakan hingga 85 kali lipat. Sementara itu, Korea Selatan juga tengah membangun infrastruktur pasar untuk aset tokenisasi, dengan proyek platform sekuritas berbasis blockchain oleh Samsung SDS yang ditargetkan selesai pada Februari 2027. Pergeseran ini menjadi sinyal bahwa investor ritel di pasar maju mulai merealokasi portofolio dari kripto ke instrumen konvensional, yang dapat memengaruhi sentimen risk-on global dan berdampak pada arus modal ke pasar emerging termasuk Indonesia.

Kenapa Ini Penting

Korea Selatan adalah salah satu pasar kripto ritel terbesar di dunia, sehingga pergeseran preferensi investornya menjadi indikator awal perubahan risk appetite global. Jika tren ini berlanjut, tekanan jual di aset kripto dapat menyebar ke instrumen berisiko lainnya, termasuk saham teknologi di emerging market. Bagi Indonesia, hal ini relevan karena pasar kripto ritel domestik juga aktif dan sering bergerak seirama dengan sentimen global — pelemahan minat terhadap kripto bisa berarti peralihan dana ke instrumen lain seperti saham atau obligasi, atau sebaliknya, memperkuat arus keluar jika risk-off meluas.

Dampak Bisnis

  • Pergeseran dana dari kripto ke saham di Korea Selatan dapat memperkuat sentimen positif di bursa Asia, termasuk IHSG, jika investor global meniru pola yang sama. Namun, jika ini bagian dari risk-off yang lebih luas, justru bisa memicu capital outflow dari emerging market.
  • Regulasi pajak kripto 22% di Korea Selatan dan usulan aturan pelaporan yang lebih ketat berpotensi menjadi preseden bagi negara lain, termasuk Indonesia yang tengah menyusun kerangka regulasi aset digital di bawah OJK. Keputusan Korea bisa memengaruhi arah kebijakan domestik.
  • Penurunan minat terhadap kripto di Korea Selatan dapat mengurangi volume perdagangan di exchange lokal dan global, yang berimbas pada pendapatan bursa kripto dan startup blockchain — termasuk yang beroperasi di Indonesia melalui afiliasi atau kemitraan.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pasar kripto ritel yang aktif dengan basis investor yang cukup besar. Perubahan sentimen di Korea Selatan, sebagai salah satu pasar kripto terbesar di Asia, dapat memengaruhi persepsi risiko investor global terhadap aset digital secara keseluruhan. Jika investor global mulai mengurangi eksposur kripto, hal ini bisa berdampak pada aliran modal ke Indonesia, terutama ke sektor teknologi dan startup yang terkait dengan ekosistem blockchain. Selain itu, kebijakan pajak kripto Korea Selatan dapat menjadi referensi bagi pemerintah Indonesia yang tengah merumuskan aturan perpajakan untuk aset digital.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan regulasi pajak kripto Korea Selatan dan implementasi aturan pelaporan baru — jika diterapkan, bisa menjadi benchmark global yang memengaruhi kebijakan di Indonesia.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi efek contagion dari penurunan minat kripto Korea ke pasar kripto global, yang dapat memengaruhi sentimen risk-on dan arus modal ke emerging market termasuk Indonesia.
  • Sinyal penting: arah kebijakan OJK terkait aset digital di Indonesia — jika mengadopsi pendekatan serupa dengan Korea, volume perdagangan kripto domestik bisa tertekan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.