Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

4 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Beranda / Korporasi / Bank Aladin Syariah Cetak Laba Rp150,71 Miliar di 2025, DPK Tembus Rp10,4 Triliun
Korporasi

Bank Aladin Syariah Cetak Laba Rp150,71 Miliar di 2025, DPK Tembus Rp10,4 Triliun

Tim Redaksi Feedberry ·4 Mei 2026 pukul 05.15 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
Feedberry Score
4 / 10

Kinerja solid bank syariah kecil-menengah, relevan untuk sektor perbankan syariah dan nasabah ritel, namun dampak makro terbatas.

Urgensi 3
Luas Dampak 4
Dampak Indonesia 5
Analisis Laporan Keuangan
Periode
FY2025
Laba Bersih
Rp150,71 miliar
Metrik Kunci
  • ·Total aset: Rp14,42 triliun (tumbuh 50%+ YoY)
  • ·DPK: Rp10,4 triliun (tumbuh hampir 100% YoY)
  • ·Pertumbuhan nasabah aktif: 35,5%

Ringkasan Eksekutif

Bank Aladin Syariah (BANK) membukukan laba bersih Rp150,71 miliar pada 2025, dengan total aset Rp14,42 triliun (tumbuh 50%+) dan DPK Rp10,4 triliun (hampir 100% YoY). Pertumbuhan didorong oleh ekspansi segmen ritel dan peningkatan nasabah aktif 35,5%.

Kenapa Ini Penting

Pertumbuhan DPK hampir 100% menunjukkan bank syariah digital mampu bersaing merebut dana ritel di tengah suku bunga tinggi, menjadi alternatif bagi nasabah yang mencari bagi hasil kompetitif.

Dampak Bisnis

  • Pertumbuhan DPK hampir 100% menjadi sinyal positif bagi likuiditas bank syariah digital, memungkinkan ekspansi pembiayaan lebih agresif.
  • Laba bersih Rp150,71 miliar menunjukkan profitabilitas mulai terbentuk setelah fase investasi berat di awal operasi digital.
  • Peningkatan nasabah aktif 35,5% mengindikasikan adopsi layanan perbankan syariah digital terus meningkat, berpotensi menggerus pangsa pasar bank konvensional di segmen ritel.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: rasio pembiayaan terhadap DPK (FDR) Bank Aladin — apakah pertumbuhan DPK diikuti penyaluran pembiayaan yang produktif atau justru idle.
  • Risiko yang perlu dicermati: persaingan biaya akuisisi nasabah di segmen digital — jika biaya marketing membengkak, margin laba bisa tergerus.
  • Perhatikan: tren NPF (non-performing financing) bank syariah digital — pertumbuhan cepat sering diikuti risiko kredit jika underwriting longgar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.