Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

4 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Danantara Masuk Pemegang Saham GOTO — Langkah Pemerintah Turunkan Potongan Ojol ke 8%
Beranda / Korporasi / Danantara Masuk Pemegang Saham GOTO — Langkah Pemerintah Turunkan Potongan Ojol ke 8%
Korporasi

Danantara Masuk Pemegang Saham GOTO — Langkah Pemerintah Turunkan Potongan Ojol ke 8%

Tim Redaksi Feedberry ·4 Mei 2026 pukul 06.20 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
Feedberry Score
8.7 / 10

Kepemilikan saham oleh Danantara di GOTO mengubah struktur kepemilikan dan membuka jalan bagi intervensi tarif yang langsung mengancam model bisnis inti perusahaan, dengan dampak luas ke ekosistem ride-hailing dan pasar modal.

Urgensi 8
Luas Dampak 9
Dampak Indonesia 9
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
akuisisi
Timeline
Belum ada timeline pasti — skema penurunan potongan masih dalam tahap simulasi dan belum final.
Alasan Strategis
Pemerintah ingin memiliki pengaruh langsung di perusahaan aplikator ojol untuk mendorong penurunan potongan komisi pengemudi dan memperbaiki ekosistem industri.
Pihak Terlibat
DanantaraGOTODPR

Ringkasan Eksekutif

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengonfirmasi bahwa pemerintah melalui Danantara telah menjadi pemegang saham di perusahaan aplikator ojol (GOTO). Langkah ini disebut sebagai pintu masuk untuk mendorong penurunan potongan aplikator dari 10-20% menjadi sekitar 8%, sejalan dengan Perpres 27/2026 yang baru diteken Presiden Prabowo. Saham GOTO langsung anjlok 7,41% ke Rp50 (ARB) setelah pengumuman tersebut.

Kenapa Ini Penting

Jika potongan aplikator dipangkas ke 8%, model bisnis GOTO yang baru saja mencatat laba bersih kuartalan pertama Rp171 miliar bisa langsung tertekan — margin dari segmen ride-hailing yang menjadi tulang punggung pendapatan akan tergerus signifikan.

Dampak Bisnis

  • Saham GOTO anjlok 7,41% ke Rp50 (ARB) setelah Perpres 27/2026 diteken — kapitalisasi pasar terpangkas dalam sekejap.
  • Potensi penurunan komisi dari 10-20% menjadi maksimal 8% mengancam profitabilitas segmen ride-hailing GOTO, yang baru pulih ke laba bersih Rp171 miliar.
  • Kepemilikan Danantara memberi pemerintah akses langsung ke kebijakan internal GOTO, termasuk potensi perubahan struktur biaya dan bagi hasil dengan pengemudi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: realisasi penurunan potongan aplikator — apakah benar turun ke 8% atau ada negosiasi ulang yang menghasilkan angka berbeda.
  • Risiko yang perlu dicermati: reaksi investor institusi asing (SVF, Taobao, Tencent) — jika mereka mengurangi kepemilikan karena risiko regulasi, tekanan jual bisa berlanjut.
  • Yang perlu dipantau: respons manajemen GOTO — apakah akan melakukan efisiensi besar-besaran atau mencari pendapatan alternatif untuk mengompensasi potongan yang hilang.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.