Analisis terkait UNTR
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
UNTR Tetapkan Dividen Final Rp1.096/Saham, Yield 3,42% Dorong Daya Tarik Pemegang Saham
United Tractors bagikan dividen final Rp1.096 per saham, total Rp3,86 triliun, setara 40% laba bersih FY2025, dengan yield 3,42%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
UNTR Tebar Final Dividen Rp1.096/Saham, Laba Tertekan Penjualan Alat Berat dan Produksi Batu Bara
United Tractors mengumumkan dividen final Rp1.096/saham, total payout Rp5,92 triliun, di tengah penurunan penjualan Komatsu 10,5% YoY dan produksi batu bara 6,85%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
United Tractors Tbk Bagikan Dividen Final Rp 1.096 per Saham, Yield 3,37% dari Laba Rp 14,8 Triliun
UNTR mengumumkan dividen final FY2025 sebesar Rp 1.096/saham, total Rp 3,86 triliun atau 40% laba bersih, dengan ex-date 27 April 2026.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5
Target Harga UNTR Dirilis di Tengah IHSG Rally: Valuasi Murah dengan Imbal Hasil Saham 11%
Analis menetapkan rentang target harga UNTR Rp 29.325–30.550 saat IHSG bergerak di 7.057, dengan PER 5,51x dan dividend yield 10,95%.
Sumber data: IDX
-
11 Mei 2026 Skor 6.5 Signal Tinggi
Pendapatan UNTR Anjlok 17%, Laba Bersih Terjun 79,8% di Q1 2026
United Tractors catat penurunan laba bersih 79,8% YoY jadi Rp 642,76 miliar, dipicu merosotnya pendapatan dari kontraktor tambang dan sektor alat berat.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 8.0
IHSG Masih Rawan Tertekan, Perhatikan Analisa Saham INDF-UNTR
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057 pada perdagangan kemarin, namun analis memperkirakan indeks masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% dalam satu tahun terakhir — mendekati level terendah yang terverifikasi. Tekanan ini terjadi di tengah reformasi pasar modal OJK-BEI yang telah merampungkan empat dari delapan inisiatif, termasuk kenaikan free float minimum menjadi 15% dan pembukaan data pemilik saham di atas 1%. Di sisi global, reli saham AI di AS dan Korea Selatan (KOSPI tembus 7.000) memberikan sentimen positif terbatas, namun ketegangan AS-Iran dan blokade Selat Hormuz masih menekan minyak Brent di atas USD107 dan rupiah ke Rp17.366 — level terlemah dalam setahun. Kombinasi tekanan eksternal dan transisi regulasi domestik membuat IHSG berada di titik kritis: apakah reformasi akan memulihkan kepercayaan investor atau justru menambah tekanan jangka pendek akibat penyesuaian portofolio.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.7
IHSG Diproyeksi Mendung Hari Ini
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057 pada perdagangan kemarin, namun analis memproyeksikan indeks masih rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 hari ini. Data baseline menunjukkan IHSG berada di persentil 8% dalam satu tahun — mendekati level terendah — sementara rupiah tertekan ke Rp17.366, level tertinggi dalam periode yang sama. Penguatan IHSG kemarin lebih bersifat teknikal dan didorong sektor spesifik, bukan pemulihan kepercayaan investor secara luas.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat pada Rabu (6/5), Cek Saham Rekomendasi Analis
IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057,11 pada Selasa (5/5/2026), didorong saham konglomerasi dan perbankan, dengan sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61%. Namun, penguatan ini terjadi di tengah tekanan rupiah yang masih melemah ke Rp17.433/USD — level yang mendekati rekor terlemah sepanjang sejarah modern Indonesia. Data baseline 1 tahun menunjukkan IHSG saat ini berada di persentil 8% (mendekati terendah), sementara rupiah di persentil 100% (terlemah). Artinya, penguatan IHSG lebih merupakan technical rebound dari area tertekan, bukan perubahan tren fundamental, apalagi dengan capital outflow asing yang masih tercatat jual bersih Rp791 miliar di sesi sebelumnya.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 7.0
Deret Emiten Tebar Dividen Jumbo ITMG, UNTR, PTBA hingga ANTM, Intip Besarannya
Sejumlah emiten di BEI telah mengumumkan dividen jumbo untuk periode kuartal I-II 2026. UNTR memimpin dengan Rp1.663 per saham, disusul ITMG Rp992, ADMF Rp630, BMRI Rp376,95, BBNI Rp349,41, dan BBCA Rp281. Emiten seperti ANTM, TLKM, INDF, dan PTBA masih belum mengumumkan keputusan dividen.
Sumber data: IDX