26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

UNTR

Blue Chip

United Tractors Tbk

Industrials · Industrial Goods

Harga
22.500
▼ 7.28%
Market Cap
Rp83,93 T
PER
32,66
PBV
1,06
Div Yield
739,00%
Volume
6,6jt
ROE
14,36%
EPS
3.970
Listing
1989-09-19

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp28,55 T Rp642,76 M Rp182,48 T Rp101,24 T 2,3%
Q4-2025 Rp30,84 T Rp3,34 T Rp177,64 T Rp103,14 T 10,8%
Q3-2025 Rp31,94 T Rp3,35 T Rp178,71 T Rp102,58 T 10,5%
Q2-2025 Rp34,26 T Rp4,94 T Rp174,65 T Rp101,28 T 14,4%
Q1-2025 Rp34,26 T Rp3,19 T Rp181,22 T Rp102,81 T 9,3%
Q4-2024 Rp34,87 T Rp3,94 T Rp169,48 T Rp98,18 T 11,3%
Q3-2024 Rp35,04 T Rp6,06 T Rp165,87 T Rp90,8 T 17,3%
Q2-2024 Rp32,1 T Rp4,98 T Rp168,06 T Rp91,4 T 15,5%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: United Tractors Tbk (UNTR) Q1-2026

Executive Summary

United Tractors (UNTR) melaporkan penurunan pendapatan 16,7% YoY menjadi Rp 28,6 triliun pada Q1-2026, dengan laba bersih anjlok 79,8% menjadi Rp 642,8 miliar. Margin laba bersih masih tercatat 9,8%, namun laba kotor hanya Rp 27,5 triliun (GPM 21,9%) — angka ini tidak wajar karena laba kotor hampir menyamai pendapatan, mengindikasikan potensi kesalahan klasifikasi atau data tidak konsisten. Di tengah pelemahan IHSG ke 6.162 dan USD/IDR di 17.712, tekanan pada sektor komoditas dan alat berat semakin terasa. Laporan ini krusial karena menunjukkan kontraksi tajam di lini top-line dan bottom-line yang jauh melampaui penurunan harga batu bara acuan.

Transmission Mechanism

Penurunan pendapatan UNTR sebesar 16,7% YoY mencerminkan volume penjualan alat berat dan kontraktor pertambangan yang tertekan oleh harga batu bara global yang masih tinggi (Brent $100,21) namun permintaan domestik melemah akibat suku bunga BI yang ketat dan nilai tukar rupiah yang lemah (USD/IDR 17.712). Biaya operasional yang tidak turun proporsional menyebabkan laba bersih terkontraksi lebih dalam (-79,8%), mengindikasikan struktur biaya tetap yang tinggi. Arus kas operasi yang masih kuat (Rp 18,8 triliun) menunjukkan bahwa penurunan laba lebih disebabkan oleh non-cash charges atau penurunan margin, bukan krisis likuiditas. Dengan utang Rp 26,1 triliun terhadap kas Rp 20,6 triliun, posisi leverage masih terkendali, namun tekanan pada NIM sektor perbankan terkait kredit investasi pertambangan dapat memperketat akses pendanaan ke depan.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sub-sektor Industrial Goods, ROE UNTR 12,3% sama dengan rata-rata sektor (12,3%), namun PER 7,1x lebih tinggi dari rata-rata 5,5x, menunjukkan valuasi yang lebih mahal secara relatif. Peer seperti IMPC memiliki ROE lebih tinggi (18,2%) tetapi PER sangat tinggi (119,7x) dan PBV anomali (43,04x). SINI mencatat PER negatif (-145,1x) dan PBV negatif (-8,19x), mengindikasikan kerugian. UNTR berada di posisi moderat dengan PBV 0,88x — satu-satunya yang di bawah nilai buku di antara peer yang datanya tersedia.

Forward Alert

Pertama, rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Mei 2026 (dijadwalkan 15 Juni) akan mempengaruhi persepsi terhadap ekspor komoditas. Kedua, keputusan suku bunga BI pada 19 Juni 2026 — jika BI rate naik, beban bunga utang UNTR bisa meningkat. Ketiga, pergerakan harga batu bara acuan global (Brent saat ini $100,21) yang naik 71,36% secara year-to-date perlu dipantau karena berdampak langsung pada volume kontrak pertambangan UNTR.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.