26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

PTRO

Blue Chip

Petrosea Tbk

Energy · Oil, Gas & Coal

Harga
4.000
▼ 7.76%
Market Cap
Rp40,34 T
PER
444,44
PBV
11,45
Div Yield
4,00%
Volume
ROE
9,37%
EPS
48
Listing
1990-05-21

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp4,83 T Rp23,54 M Rp27,29 T Rp5,21 T 0,5%
Q4-2025 Rp4,73 T Rp366,04 M Rp26,49 T Rp5,15 T 7,7%
Q3-2025 Rp4,21 T Rp97,55 M Rp23,25 T Rp4,5 T 2,3%
Q2-2025 Rp3,2 T Rp2,53 M Rp19,69 T Rp3,91 T 0,1%
Q1-2025 Rp2,56 T Rp15,27 M Rp17,58 T Rp4,14 T 0,6%
Q4-2024 Rp2,92 T Rp110,37 M Rp14,01 T Rp4,04 T 3,8%
Q3-2024 Rp2,91 T Rp23,41 M Rp11,46 T Rp3,74 T 0,8%
Q2-2024 Rp2,65 T Rp19 M Rp12,06 T Rp3,96 T 0,7%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Petrosea Tbk (PTRO) Q1-2026

Executive Summary

Petrosea Tbk (PTRO) mencatat pendapatan Rp 4,8 triliun di Q1-2026, tumbuh 84,2% YoY, dengan laba bersih Rp 23,5 miliar naik 50,5% YoY. Namun, net profit margin hanya 2,9%, menunjukkan tekanan biaya yang signifikan di tengah ekspansi pendapatan. Di sisi makro, USD/IDR di 17.712 (rupiah melemah) dan harga minyak Brent di $100,21 (+71,36% YoY) menjadi konteks penting karena operasi PTRO terkait erat dengan sektor energi dan kontraktor pertambangan. Rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi (3,39x) dan PER 72,5x menjadi sorotan utama dalam laporan ini.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga minyak Brent ke $100,21 per barel mendorong peningkatan aktivitas pertambangan dan jasa kontraktor, yang tercermin dari lonjakan pendapatan PTRO sebesar 84,2% YoY. Namun, biaya operasional yang ikut naik—tercermin dari laba kotor hanya 13,1%—menekan margin bersih ke level 2,9%. Suku bunga BI yang masih tinggi (implisit dari level USD/IDR yang lemah) meningkatkan beban bunga atas total utang Rp 15,6 triliun, sehingga laba bersih tidak tumbuh sebanding dengan pendapatan. Arus kas operasi Rp 1,9 triliun dan free cash flow Rp 1,3 triliun memberikan bantalan likuiditas, tetapi rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi membuat PTRO rentan terhadap kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut.

Peer Comparison

Dibandingkan peer di sub-sektor Oil, Gas & Coal, ROE PTRO 12,6% berada di bawah rata-rata sektor 14,5%, dan jauh di bawah BYAN (28,5%) serta AADI (20,8%). PER PTRO 72,5x sangat tinggi vs rata-rata peer 20,6x, sementara PBV 8,14x juga premium dibanding ADRO (0,88x) dan AADI (1,24x). Net profit margin PTRO 2,9% juga lebih rendah dari rata-rata peer yang tidak disebutkan secara eksplisit, mengindikasikan efisiensi operasional yang tertinggal.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia dan keputusan suku bunga BI pada minggu pertama Juni 2026 akan mempengaruhi biaya utang PTRO. 2) Pergerakan harga minyak Brent—saat ini di $100,21—perlu dipantau karena berdampak langsung pada permintaan jasa kontraktor pertambangan. 3) Laporan keuangan Q2-2026 pada akhir Agustus 2026 akan menjadi indikator apakah pertumbuhan pendapatan dapat dipertahankan tanpa erosi margin lebih lanjut.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.