26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

ISAT

Blue Chip

PT Indosat Tbk

Infrastructures · Telecommunication

Harga
1.765
▲ 4.19%
Market Cap
Rp56,92 T
PER
9,54
PBV
1,91
Div Yield
629,00%
Volume
ROE
13,95%
EPS
171
Listing
1994-10-19

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp15,22 T Rp1,49 T Rp122,1 T Rp41,04 T 9,8%
Q4-2025 Rp15,36 T Rp1,92 T Rp118,63 T Rp39,51 T 12,5%
Q3-2025 Rp14,05 T Rp1,25 T Rp113,73 T Rp37,58 T 8,9%
Q2-2025 Rp13,53 T Rp1,02 T Rp117,5 T Rp36,24 T 7,6%
Q1-2025 Rp13,58 T Rp1,31 T Rp113,47 T Rp37,9 T 9,7%
Q4-2024 Rp14,07 T Rp1,03 T Rp114,39 T Rp36,65 T 7,3%
Q3-2024 Rp13,84 T Rp1,14 T Rp112,25 T Rp35,53 T 8,3%
Q2-2024 Rp14,14 T Rp1,44 T Rp112,78 T Rp34,34 T 10,2%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) Q1-2026

Executive Summary

PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pendapatan Rp 15.2 triliun di Q1-2026, tumbuh 12.1% YoY dari Rp 13.6 triliun, dengan laba bersih Rp 1.5 triliun naik 13.8% YoY. Net profit margin tercatat 9.8% dan ROE 15.0%, jauh di atas rata-rata sektor telekomunikasi yang hanya 6.8%. Di tengah tekanan rupiah di level 17.712 per USD dan IHSG yang masih volatil di 6.162, ISAT menunjukkan fundamental operasional yang solid dengan arus kas operasi Rp 22.0 triliun dan free cash flow Rp 15.4 triliun, menandakan kemampuan likuiditas yang kuat.

Transmission Mechanism

Kenaikan USD/IDR ke 17.712 (rupiah melemah) berdampak langsung pada beban utang ISAT yang tercatat Rp 54.8 triliun, terutama jika sebagian besar dalam denominasi dolar. Namun, arus kas operasi yang besar (Rp 22.0 triliun) memberikan bantalan likuiditas untuk menyerap tekanan biaya bunga. Di sisi lain, harga minyak Brent yang melonjak 71.36% ke $100.21 per barel meningkatkan biaya operasional jaringan dan logistik, yang bisa menekan margin jika tidak diimbangi efisiensi. Suku bunga BI yang masih tinggi (asumsi mengikuti tren pengetatan) akan memperberat biaya pendanaan, namun free cash flow yang positif (Rp 15.4 triliun) memberi ruang bagi ISAT untuk mengurangi utang tanpa mengganggu belanja modal.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sektor telekomunikasi, ISAT unggul signifikan dengan ROE 15.0% vs rata-rata sektor 6.8%, dan jauh di atas EXCL yang mencatat ROE negatif -14.8%. Net profit margin ISAT 9.8% juga lebih baik dari TLKM (implisit dari data tidak disebut langsung, tapi ROE TLKM 14.6% dengan PER 16.2x). PER ISAT 11.6x jauh di bawah rata-rata sektor 125.7x yang terdistorsi oleh MORA (PER 609.1x) dan SUPR (107.0x), menunjukkan valuasi yang lebih realistis secara fundamental.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia dan keputusan suku bunga BI pada minggu pertama Juni 2026 akan mempengaruhi biaya pendanaan dan daya beli konsumen. 2) Pergerakan USD/IDR di level 17.712 perlu dipantau karena setiap pelemahan rupiah menambah beban utang valas ISAT. 3) Harga minyak Brent yang naik 71.36% ke $100.21 berpotensi meningkatkan biaya operasional, sehingga efisiensi biaya di kuartal berikutnya menjadi krusial.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.