Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026
Earnings Flash: Bumi Resources Tbk (BUMI) Q1-2026
Executive Summary
BUMI mencatat pendapatan Rp 7,1 triliun di Q1-2026, tumbuh 19,7% YoY, dengan laba bersih Rp 410,4 miliar yang naik 38,4% YoY. Namun, net profit margin hanya 5,8% dan ROE 4,6% — jauh di bawah rata-rata sektor. Valuasi PER 43,3x dan PBV 2,61x terbilang premium di tengah tekanan rupiah di level 17.712/USD dan harga brent yang melonjak 71,36% ke $100,21. Kinerja ini penting karena terjadi di tengah siklus komoditas yang volatil dan tekanan biaya operasional yang tinggi.
Transmission Mechanism
Kenaikan harga brent ke $100,21 per barel (+71,36% YoY) secara langsung mendorong pendapatan BUMI melalui harga jual batubara yang lebih tinggi, tercermin dari pertumbuhan pendapatan 19,7%. Namun, lonjakan ini juga meningkatkan beban operasional — terlihat dari gross profit margin yang hanya 18,4%, mengindikasikan biaya produksi dan logistik yang ikut naik. Di sisi lain, pelemahan rupiah ke 17.712/USD (USD/IDR naik) memberikan beban ganda: memperbesar biaya impor bahan bakar dan suku cadang, serta meningkatkan nilai utang dalam dolar yang tercatat di neraca. Dengan total utang Rp 10,3 triliun dan kas Rp 2,9 triliun, tekanan likuiditas bisa memburuk jika rupiah terus terdepresiasi, sementara BI rate yang masih tinggi (belum disebut) membatasi ruang refinancing.
Peer Comparison
Dibandingkan peer sektor Oil, Gas & Coal, ROE BUMI 4,6% jauh di bawah rata-rata sektor 17,6%, bahkan lebih rendah dari ADRO (8,9%) dan DSSA (10,2%). Net profit margin 5,8% juga tipis jika dibandingkan dengan BYAN (ROE 28,5%, PER 25,7x) atau AADI (ROE 20,8%, PER 6,6x). PER BUMI 43,3x lebih tinggi dari rata-rata sektor 41,5x, namun masih lebih rendah dari CUAN yang mencapai 171,7x [ANOMALI DATA].
Forward Alert
1) Rilis data inflasi Indonesia dan AS pada minggu pertama Juni 2026 — akan mempengaruhi ekspektasi BI rate dan pergerakan USD/IDR. 2) Update harga brent dan kebijakan OPEC+ pada pertemuan 4 Juni 2026 — menentukan arah margin BUMI. 3) Laporan produksi batubara global dari IEA pada 10 Juni 2026 — indikator permintaan dan harga jual batubara ke depan.
PRO
Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.