26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

ANTM

Blue Chip

Aneka Tambang Tbk.

Basic Materials · Basic Materials

Harga
2.740
▼ 6.44%
Market Cap
Rp65,84 T
PER
4,83
PBV
2,25
Div Yield
766,00%
Volume
145,7jt
ROE
19,70%
EPS
300
Listing
1997-11-27

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp29,32 T Rp3,41 T Rp63,3 T Rp40,41 T 11,6%
Q4-2025 Rp12,61 T Rp1,23 T Rp52,53 T Rp36,6 T 9,8%
Q3-2025 Rp13,01 T Rp1,28 T Rp48,07 T Rp35,2 T 9,8%
Q2-2025 Rp32,87 T Rp2,57 T Rp48,38 T Rp33,71 T 7,8%
Q1-2025 Rp26,15 T Rp2,13 T Rp48,3 T Rp34,62 T 8,1%
Q4-2024 Rp25,99 T Rp1,45 T Rp44,52 T Rp32,2 T 5,6%
Q3-2024 Rp20,01 T Rp650,73 M Rp40,98 T Rp30,38 T 3,3%
Q2-2024 Rp14,57 T Rp1,31 T Rp39,18 T Rp29,69 T 9,0%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Q1-2026

Executive Summary

ANTM mencatatkan pendapatan Rp 29,3 triliun di Q1-2026, tumbuh 12,1% YoY, dengan laba bersih melonjak 59,9% YoY menjadi Rp 3,4 triliun. Margin laba bersih mencapai 9,7%, didorong oleh kenaikan harga emas global yang menyentuh $4.523 per ons, meskipun harga tersebut turun 42,49% dari periode sebelumnya. Arus kas operasi negatif Rp 383 miliar dan free cash flow negatif Rp 268,1 miliar menjadi sinyal tekanan likuiditas operasional di tengah ekspansi atau pembayaran utang. Di sisi makro, USD/IDR di level 17.712 (rupiah melemah) dan IHSG menguat 1,10% ke 6.162, menciptakan tekanan biaya impor namun menguntungkan eksportir komoditas seperti ANTM.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga emas global ke $4.523 per ons secara langsung mendorong pendapatan dan laba ANTM, mengingat emas adalah kontributor utama penjualan perseroan. Namun, pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per USD meningkatkan beban operasional yang terkait dengan impor bahan baku dan energi, yang tercermin dari arus kas operasi negatif meskipun laba bersih tinggi. Suku bunga BI yang masih tinggi (asumsi di kisaran 6,0-6,25%) membebani biaya pendanaan dan menekan margin, meskipun ANTM memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang rendah (total utang Rp 8,7 triliun vs ekuitas Rp 38,8 triliun). Kenaikan harga minyak Brent 71,36% ke $100,21 per barel juga meningkatkan biaya logistik dan produksi, yang dapat menggerus margin kotor jika tidak diimbangi efisiensi. Dampaknya, investor perlu mencermati kemampuan ANTM dalam mengelola modal kerja dan mempertahankan margin di tengah volatilitas komoditas dan nilai tukar.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sub-sektor Basic Materials, ANTM unggul signifikan dengan ROE 24,7% vs rata-rata ROE peer 5,3%, dan NPM 9,7% vs rata-rata NPM peer yang negatif (beberapa peer seperti EMAS dan MDKA mencatatkan ROE negatif). PER ANTM 10,3x jauh lebih rendah dari rata-rata PER peer -26,7x, menunjukkan valuasi yang lebih realistis dibandingkan BRMS (PER 78,8x) atau EMAS (PER -235,5x). Namun, TPIA menonjol dengan ROE 23,4% dan dividend yield 19,0%, sementara ANTM tidak memiliki data dividen dalam laporan ini.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia untuk Mei 2026 pada awal Juni 2026 — inflasi tinggi dapat mendorong BI menaikkan suku bunga, menekan biaya pendanaan dan konsumsi. 2) Pergerakan harga emas global dan USD/IDR — setiap perubahan signifikan pada harga emas atau nilai tukar akan langsung berdampak pada pendapatan dan margin ANTM. 3) Laporan keuangan Q2-2026 pada akhir Juli 2026 — untuk memantau apakah arus kas operasi membaik atau memburuk seiring volatilitas komoditas dan biaya input.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.