7 Mei 2026
Skor 4.3
Anak Usaha ABM Investama (ABMM) Ekspansi di Sektor Tambang Melalui Inovasi Road Train
PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya PT Sanggar Sarana Baja (SSB) mengembangkan road train untuk tambang bawah tanah. Inovasi ini merupakan solusi untuk operasi underground hauling yang kompleks dan berisiko tinggi. SSB berkolaborasi dengan MSM Mongolia, pemegang lisensi Mercedes di Mongolia dan telah mengekspor road train ke negara tersebut sejak tiga tahun lalu melalui joint development. Direktur SSB Johan Budisusetija menjelaskan bahwa keunggulan utama road train terletak pada kapasitas muatan yang lebih besar, pengurangan jumlah ritase, serta peningkatan faktor keselamatan di medan operasional yang menantang. Desain attachment road train dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal SSB, dari konsep hingga produk akhir, menunjukkan kemampuan rekayasa dalam negeri yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Road train ini dirancang khusus untuk terowongan tambang bawah tanah yang lebarnya hanya sekitar 5,6 meter, sehingga memerlukan ketelitian tinggi. Fitur keselamatan seperti steering axle, sistem radar dan kamera, serta kontrol muatan terintegrasi membuat kendaraan ini lebih aman dibanding dump truck konvensional. Selain efisiensi, road train juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi ABMM di sektor tambang. Johan menyebut bahwa inovasi ini lahir dari Indonesia dan mampu menjawab kebutuhan nyata industri tambang global, menciptakan nilai bisnis yang terukur. Ke depan, SSB akan terus membuka peluang ekspansi dan kolaborasi lebih luas. Inovasi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan industri alat berat tambang di Indonesia, yang selama ini lebih banyak bergantung pada impor. Dengan kemampuan desain dan produksi dalam negeri, potensi substitusi impor serta ekspor peralatan tambang ke negara lain seperti Mongolia menjadi semakin terbuka. Yang perlu dipantau dalam jangka pendek adalah adopsi road train oleh perusahaan tambang lain di Indonesia, terutama yang beroperasi di tambang bawah tanah dengan kondisi medan serupa. Selain itu, respon dari kompetitor alat berat global akan menentukan daya saing produk ini di pasar internasional. Jika road train berhasil diimplementasikan secara luas, ABMM tidak hanya memperkuat posisi di sektor tambang tetapi juga membuka lini bisnis baru sebagai produsen alat tambang.
Sumber data: IDX