Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

21 MEI 2026
Zerohash Cari Pendanaan Baru di Valuasi >US$1,5 Miliar Usai Mastercard Batal Investasi

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Zerohash Cari Pendanaan Baru di Valuasi >US$1,5 Miliar Usai Mastercard Batal Investasi
Forex & Crypto

Zerohash Cari Pendanaan Baru di Valuasi >US$1,5 Miliar Usai Mastercard Batal Investasi

Tim Redaksi Feedberry ·19 Mei 2026 pukul 18.46 · Sinyal menengah · Confidence 3/10 · Sumber: CoinDesk ↗
4 Skor

Berita pendanaan startup kripto global — relevan sebagai sinyal minat institusi terhadap infrastruktur aset digital, namun dampak langsung ke Indonesia masih terbatas karena tidak ada keterlibatan entitas lokal.

Urgensi
5
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3
Analisis Startup & Pendanaan
Seri Pendanaan
Seri D-2 (September 2025) dan putaran baru yang sedang berlangsung
Jumlah
US$104 juta (Seri D-2) dan jumlah belum diungkap untuk putaran baru
Valuasi
US$1 miliar (Seri D-2) dan di atas US$1,5 miliar untuk putaran baru
Sektor
Infrastruktur Kripto
Investor
Interactive Brokers (pemimpin Seri D-2)Morgan StanleyStripeBlackRock (dana BUIDL)Franklin TempletonDraftKings

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: perkembangan regulasi kripto di AS (SEC/CFTC) dan Uni Eropa (MiCA) — kerangka compliance global ini akan memengaruhi bagaimana institusi keuangan Indonesia dapat berpartisipasi dalam ekosistem kripto global.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: jika konsolidasi di sektor infrastruktur kripto global terus berlanjut, exchange lokal Indonesia bisa kehilangan daya saing jika tidak memiliki akses ke teknologi dan likuiditas yang setara.
  • 3 Sinyal penting: respons regulator Indonesia (OJK dan Bappebti) terhadap perkembangan ini — apakah akan ada percepatan penyusunan regulasi aset digital atau justru pengetatan yang dapat menghambat pertumbuhan pasar kripto domestik.

Ringkasan Eksekutif

Zerohash, perusahaan infrastruktur kripto asal Chicago yang didirikan pada 2017, tengah menggalang dana baru dengan valuasi di atas US$1,5 miliar. Langkah ini dilakukan setelah Mastercard membatalkan rencana investasi strategis di perusahaan tersebut, menyusul akuisisi BVNK senilai US$1,8 miliar pada Maret lalu. Sebelumnya, Mastercard dikabarkan dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi Zerohash dengan nilai hingga US$2 miliar pada Oktober tahun lalu, namun Zerohash memilih tetap independen. Pada Januari lalu, Zerohash dikabarkan sedang dalam negosiasi untuk mengumpulkan US$250 juta dengan valuasi US$1,5 miliar. Kini, perusahaan tersebut disebut-sebut menggalang dana baru dengan valuasi yang lebih tinggi dari angka tersebut, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini. Zerohash menawarkan API dan alat pengembang yang dapat diintegrasikan, memungkinkan institusi keuangan dan perusahaan fintech untuk menghadirkan produk kripto, stablecoin, dan tokenisasi. Platformnya melayani lebih dari 5 juta pengguna di 190 negara dan memiliki klien seperti Morgan Stanley, Interactive Brokers, Stripe, dana BUIDL milik BlackRock, Franklin Templeton, dan DraftKings. Perusahaan ini terakhir kali divaluasi US$1 miliar setelah mengumpulkan US$104 juta dalam putaran Seri D-2 pada September 2025 yang dipimpin oleh Interactive Brokers. Di sisi lain, aktivitas merger dan akuisisi di sektor kripto tetap bergairah. Kraken melalui perusahaan induknya Payward setuju mengakuisisi platform derivatif Bitnomial, sementara Bullish — pemilik CoinDesk — mengumumkan kesepakatan senilai US$4,2 miliar untuk membeli Equiniti, yang bertujuan menggabungkan layanan transfer agency dengan infrastruktur tokenisasi. Para analis memperkirakan konsolidasi akan terus berlanjut seiring meningkatnya permintaan institusional akan layanan kustodi, penyelesaian, tokenisasi, dan stablecoin. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa adopsi institusional terhadap infrastruktur kripto global terus menguat, meskipun tidak ada keterlibatan langsung entitas Indonesia. Namun, tren ini dapat memengaruhi sentimen pasar kripto domestik dan mendorong regulator seperti OJK dan Bappebti untuk mempercepat penyusunan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital. Yang perlu dipantau ke depan adalah respons regulator AS terhadap gelombang konsolidasi ini, serta dampaknya terhadap likuiditas global yang pada akhirnya dapat memengaruhi arus modal ke pasar kripto Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Meskipun Zerohash adalah perusahaan AS, putaran pendanaan ini menunjukkan bahwa minat institusi keuangan tradisional terhadap infrastruktur kripto tetap tinggi meskipun ada ketidakpastian regulasi. Bagi Indonesia, ini menjadi indikator bahwa adopsi aset digital oleh institusi keuangan global akan terus berlanjut, yang dapat mendorong regulator domestik untuk mempercepat penyusunan kerangka hukum yang lebih jelas bagi aset kripto dan tokenisasi. Selain itu, klien Zerohash yang mencakup Morgan Stanley dan BlackRock menunjukkan bahwa infrastruktur kripto telah menjadi bagian dari strategi institusi keuangan terbesar dunia, yang pada akhirnya dapat memengaruhi arah pengembangan pasar kripto di Indonesia.

Dampak ke Bisnis

  • Meningkatnya minat institusi keuangan global terhadap infrastruktur kripto dapat mendorong regulator Indonesia (OJK dan Bappebti) untuk mempercepat penyusunan regulasi aset digital yang lebih komprehensif, termasuk kerangka untuk tokenisasi aset riil dan stablecoin.
  • Konsolidasi di sektor infrastruktur kripto global, seperti akuisisi BVNK oleh Mastercard dan pembelian Equiniti oleh Bullish, dapat mengubah peta persaingan di pasar kripto Asia, termasuk Indonesia. Exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu perlu mencermati langkah ini karena dapat memengaruhi arus modal dan likuiditas.
  • Tren tokenisasi aset riil yang didorong oleh perusahaan seperti Zerohash berpotensi membuka peluang baru bagi pasar modal Indonesia, terutama jika regulator mengadopsi kerangka yang memungkinkan penerbitan aset keuangan digital di dalam negeri.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan regulasi kripto di AS (SEC/CFTC) dan Uni Eropa (MiCA) — kerangka compliance global ini akan memengaruhi bagaimana institusi keuangan Indonesia dapat berpartisipasi dalam ekosistem kripto global.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika konsolidasi di sektor infrastruktur kripto global terus berlanjut, exchange lokal Indonesia bisa kehilangan daya saing jika tidak memiliki akses ke teknologi dan likuiditas yang setara.
  • Sinyal penting: respons regulator Indonesia (OJK dan Bappebti) terhadap perkembangan ini — apakah akan ada percepatan penyusunan regulasi aset digital atau justru pengetatan yang dapat menghambat pertumbuhan pasar kripto domestik.

Konteks Indonesia

Meskipun Zerohash adalah perusahaan AS, berita ini relevan bagi Indonesia karena menunjukkan tren adopsi institusional terhadap infrastruktur kripto yang terus menguat secara global. Klien Zerohash seperti Morgan Stanley, BlackRock, dan Franklin Templeton adalah institusi keuangan yang juga memiliki eksposur ke pasar Indonesia. Perkembangan ini dapat memengaruhi sentimen pasar kripto domestik dan mendorong regulator seperti OJK dan Bappebti untuk mempercepat penyusunan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital dan tokenisasi. Selain itu, konsolidasi di sektor infrastruktur kripto global dapat mengubah peta persaingan exchange kripto di Asia, termasuk Indonesia, di mana exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu beroperasi.

Konteks Indonesia

Meskipun Zerohash adalah perusahaan AS, berita ini relevan bagi Indonesia karena menunjukkan tren adopsi institusional terhadap infrastruktur kripto yang terus menguat secara global. Klien Zerohash seperti Morgan Stanley, BlackRock, dan Franklin Templeton adalah institusi keuangan yang juga memiliki eksposur ke pasar Indonesia. Perkembangan ini dapat memengaruhi sentimen pasar kripto domestik dan mendorong regulator seperti OJK dan Bappebti untuk mempercepat penyusunan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital dan tokenisasi. Selain itu, konsolidasi di sektor infrastruktur kripto global dapat mengubah peta persaingan exchange kripto di Asia, termasuk Indonesia, di mana exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu beroperasi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.