Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

21 MEI 2026
Trump Perintahkan Review Akses Kripto ke Sistem Pembayaran AS

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Trump Perintahkan Review Akses Kripto ke Sistem Pembayaran AS
Forex & Crypto

Trump Perintahkan Review Akses Kripto ke Sistem Pembayaran AS

Tim Redaksi Feedberry ·19 Mei 2026 pukul 22.54 · Confidence 0/10 · Sumber: CoinDesk ↗
7 Skor

Perintah eksekutif Trump membuka jalur regulasi bagi perusahaan kripto untuk mengakses sistem pembayaran tradisional AS — langkah yang bisa menjadi preseden global dan memengaruhi arah kebijakan aset digital di Indonesia.

Urgensi
7
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
6

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: hasil review regulator AS dalam 3 bulan ke depan — aturan spesifik apa yang akan dihapus atau direvisi untuk memfasilitasi akses fintech ke sistem pembayaran Fed.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: potensi fragmentasi regulasi antar negara bagian AS — jika Federal Reserve banks bertindak independen, bisa muncul ketidakseragaman akses yang menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan kripto yang beroperasi secara multinegara.
  • 3 Sinyal penting: respons Federal Reserve terhadap instruksi review akses master account — jika Fed mengeluarkan proposal formal untuk 'skinny' master account dalam 6 bulan, ini akan menjadi katalis besar bagi adopsi institusional kripto di AS dan global.

Ringkasan Eksekutif

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan pemerintah federal dan Federal Reserve untuk mereview kerangka regulasi yang mengatur akses perusahaan fintech dan kripto ke sistem pembayaran tradisional. Perintah ini secara eksplisit meminta regulator keuangan untuk mengidentifikasi dalam tiga bulan ke depan aturan-aturan yang menghambat kemitraan antara perusahaan fintech dan lembaga keuangan yang diatur secara federal. Dalam enam bulan, regulator diminta mengambil langkah untuk mendorong inovasi sebagai hasil dari review tersebut. Langkah paling signifikan adalah instruksi kepada Dewan Gubernur Federal Reserve untuk meninjau bagaimana lembaga penyimpanan yang tidak diasuransikan dan perusahaan keuangan non-bank dapat diberikan akses ke rekening dan layanan pembayaran Fed. Ini termasuk mempertanyakan apakah 12 bank Federal Reserve dapat bertindak independen dari dewan untuk memberikan akses rekening pembayaran. Ketentuan ini secara khusus menguntungkan lembaga penyimpanan tujuan khusus (SPDI) Wyoming, seperti Kraken yang telah mendapatkan akses terbatas ke master account dari Federal Reserve Bank of Kansas City. Federal Reserve sendiri sedang mengembangkan proposal 'skinny' master account yang lebih formal, yang dipublikasikan pada Desember lalu, untuk memungkinkan akses bagi perusahaan tertentu. Perintah eksekutif ini merupakan bagian dari agenda Trump yang lebih luas untuk mengintegrasikan aset digital dan teknologi inovatif ke dalam layanan keuangan dan sistem pembayaran tradisional AS. Pada hari yang sama, Trump juga menandatangani perintah eksekutif lain yang mengarahkan Treasury dan regulator keuangan untuk memperkuat Bank Secrecy Act guna memblokir akses imigran tidak berdokumen ke rekening bank atau layanan pembayaran — termasuk menargetkan penggunaan money services business tidak terdaftar, pemroses pembayaran pihak ketiga, atau platform peer-to-peer yang diduga digunakan untuk pembayaran upah 'off-the-books'.

Mengapa Ini Penting

Perintah eksekutif ini bukan sekadar wacana — ia menciptakan jalur regulasi konkret bagi perusahaan kripto untuk terintegrasi dengan sistem perbankan AS. Jika terealisasi, ini akan menjadi preseden global yang mempercepat adopsi institusional aset digital dan berpotensi mengubah lanskap sistem pembayaran global. Bagi Indonesia, arah kebijakan AS ini akan memengaruhi bagaimana OJK dan BI merumuskan regulasi aset digital dan sistem pembayaran di dalam negeri — termasuk keputusan tentang stablecoin, CBDC, dan akses fintech ke infrastruktur pembayaran nasional.

Dampak ke Bisnis

  • Perusahaan kripto dan fintech AS mendapatkan jalur akses langsung ke sistem pembayaran Federal Reserve, mengurangi ketergantungan pada bank perantara dan menekan biaya transaksi — ini bisa mempercepat adopsi stablecoin untuk pembayaran lintas batas yang juga relevan bagi remitansi dan perdagangan Indonesia.
  • Lembaga penyimpanan tujuan khusus seperti Kraken dan Wyoming SPDI menjadi pionir yang diuntungkan langsung — ini menciptakan model bisnis baru yang bisa ditiru oleh exchange kripto global, termasuk yang beroperasi di Indonesia, jika regulasi domestik memungkinkan.
  • Perintah eksekutif kedua yang membidik imigran tidak berdokumen dan pembayaran 'off-the-books' berpotensi mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi informal ke dalam sistem kripto dan stablecoin — menciptakan permintaan baru untuk layanan pembayaran terdesentralisasi yang sulit dilacak regulator.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: hasil review regulator AS dalam 3 bulan ke depan — aturan spesifik apa yang akan dihapus atau direvisi untuk memfasilitasi akses fintech ke sistem pembayaran Fed.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi fragmentasi regulasi antar negara bagian AS — jika Federal Reserve banks bertindak independen, bisa muncul ketidakseragaman akses yang menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan kripto yang beroperasi secara multinegara.
  • Sinyal penting: respons Federal Reserve terhadap instruksi review akses master account — jika Fed mengeluarkan proposal formal untuk 'skinny' master account dalam 6 bulan, ini akan menjadi katalis besar bagi adopsi institusional kripto di AS dan global.

Konteks Indonesia

Perintah eksekutif Trump ini relevan bagi Indonesia dalam tiga jalur. Pertama, sebagai preseden regulasi global — jika AS membuka akses sistem pembayaran untuk kripto, OJK dan BI kemungkinan akan menghadapi tekanan untuk menyesuaikan regulasi aset digital dan sistem pembayaran di Indonesia agar tidak ketinggalan. Kedua, akses yang lebih mudah bagi perusahaan kripto AS ke sistem perbankan dapat memperkuat posisi stablecoin seperti USDC dan USDT dalam transaksi lintas batas, yang banyak digunakan di Indonesia untuk remitansi dan perdagangan digital. Ketiga, perintah eksekutif kedua yang membidik pembayaran 'off-the-books' berpotensi mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi informal global ke platform kripto — Indonesia sebagai negara dengan ekonomi informal yang besar perlu mencermati implikasi ini terhadap basis pajak dan stabilitas sistem keuangan.

Konteks Indonesia

Perintah eksekutif Trump ini relevan bagi Indonesia dalam tiga jalur. Pertama, sebagai preseden regulasi global — jika AS membuka akses sistem pembayaran untuk kripto, OJK dan BI kemungkinan akan menghadapi tekanan untuk menyesuaikan regulasi aset digital dan sistem pembayaran di Indonesia agar tidak ketinggalan. Kedua, akses yang lebih mudah bagi perusahaan kripto AS ke sistem perbankan dapat memperkuat posisi stablecoin seperti USDC dan USDT dalam transaksi lintas batas, yang banyak digunakan di Indonesia untuk remitansi dan perdagangan digital. Ketiga, perintah eksekutif kedua yang membidik pembayaran 'off-the-books' berpotensi mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi informal global ke platform kripto — Indonesia sebagai negara dengan ekonomi informal yang besar perlu mencermati implikasi ini terhadap basis pajak dan stabilitas sistem keuangan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.