Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

6 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Transaksi Kripto RI Turun 25,9% (YoY 2024-2025) — OJK: Normalisasi, Bukan Pelemahan Fundamental

Foto: Tempo Bisnis — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

Beranda / Pasar / Transaksi Kripto RI Turun 25,9% (YoY 2024-2025) — OJK: Normalisasi, Bukan Pelemahan Fundamental
Pasar

Transaksi Kripto RI Turun 25,9% (YoY 2024-2025) — OJK: Normalisasi, Bukan Pelemahan Fundamental

Tim Redaksi Feedberry ·6 Mei 2026 pukul 03.50 · Sinyal menengah · Confidence 3/10 · Sumber: Tempo Bisnis ↗
Feedberry Score
6 / 10

Penurunan transaksi kripto signifikan secara nominal, namun OJK membingkainya sebagai high base effect; dampak ke investor ritel dan bursa lokal cukup luas, tapi belum mengindikasikan krisis sistemik.

Urgensi 5
Luas Dampak 6
Dampak Indonesia 7
Analisis Data Pasar
Instrumen
Transaksi Aset Kripto Indonesia
Harga Terkini
Rp482,23 triliun (2025), Rp22,24 triliun (Maret 2026)
Perubahan %
-25,9% YoY (2025 vs 2024), -8,51% MoM (Maret 2026)
Katalis
  • ·Normalisasi pasca-Bitcoin halving April 2024
  • ·Pengetatan moneter AS
  • ·Eskalasi perang dagang AS-China
  • ·Konflik Timur Tengah
  • ·Insiden keamanan pada platform DeFi global

Ringkasan Eksekutif

OJK melaporkan transaksi aset kripto Indonesia turun 25,9% secara tahunan (YoY) dari Rp650,61 triliun pada 2024 menjadi Rp482,23 triliun pada 2025. Pada Maret 2026, transaksi bulanan tercatat Rp22,24 triliun, turun 8,51% secara bulanan. Kepala Eksekutif OJK Adi Budiarso menyebut penurunan ini sebagai high base effect pasca-Bitcoin halving April 2024, bukan pelemahan fundamental. Ia mengaitkannya dengan kondisi global: market cap kripto turun ~45% dari all time high US$4,2 triliun (Oktober 2025) ke ~US$2,3 triliun (Maret 2026), ditambah pengetatan moneter AS, perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah, dan insiden keamanan DeFi. OJK menilai fase konsolidasi ini menciptakan dual focus — entry point bagi investor institusi namun wait and see bagi lainnya. Regulasi Indonesia din

Kenapa Ini Penting

Penurunan transaksi kripto Indonesia bukan sekadar siklus pasar — ini mencerminkan korelasi erat dengan risk appetite global dan tekanan makro yang juga mempengaruhi IHSG dan rupiah. OJK justru melihat peluang adopsi institusional di tengah konsolidasi, yang bisa mengubah struktur pasar kripto Indonesia dari dominasi ritel menjadi lebih seimbang dengan partisipasi institusi. Jika realisasi terjadi, ini akan memperkuat legitimasi dan stabilitas pasar, namun juga berpotensi mengurangi volatilitas yang selama ini menjadi daya tarik utama investor ritel.

Dampak Bisnis

  • Bursa kripto lokal (seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu) menghadapi tekanan volume transaksi yang berpotensi menekan pendapatan dari biaya transaksi. Namun, regulasi yang mendukung institusi bisa membuka segmen pendapatan baru dari layanan kustodian, tokenisasi, dan solusi kepatuhan.
  • Investor ritel kripto Indonesia — yang selama ini menjadi basis utama — mungkin mengalami kerugian unrealized atau mengurangi eksposur. Fase konsolidasi ini bisa memicu pergeseran ke aset safe haven seperti emas, yang saat ini berada di kisaran tengah dalam rentang 1 tahun terverifikasi.
  • Emiten teknologi di IHSG yang berkorelasi dengan sentimen risk-on (seperti GOTO, BUKA) bisa terimbuh sentimen negatif dari tekanan kripto global, meski tidak secara langsung terkait. Perlu dipantau apakah aksi jual di kripto merembet ke saham teknologi domestik.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: volume transaksi kripto bulanan Indonesia — jika terus turun di bawah Rp20 triliun, tekanan pada bursa lokal akan semakin nyata.
  • Risiko yang perlu dicermati: eskalasi perang dagang AS-China dan pengetatan moneter AS — keduanya bisa memperpanjang fase konsolidasi kripto global dan menekan rupiah lebih lanjut.
  • Sinyal penting: realisasi investasi institusi di sektor IAKD Indonesia — jika ada pengumuman partisipasi institusi besar (dana pensiun, asuransi), itu akan menjadi katalis perubahan struktur pasar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.