Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

2 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Bisnis, pasar & kebijakan Indonesia, dibaca dengan teliti.

Penutupan
IHSG | 6.956,8 ▼ 2.03% USD/IDR | 17.345 ▼ 0.16%
Solar SPBU Swasta Tembus Rp30.890/Liter — Pertamina Tahan Harga, Subsidi Aman
Beranda / Kebijakan / Solar SPBU Swasta Tembus Rp30.890/Liter — Pertamina Tahan Harga, Subsidi Aman
Kebijakan

Solar SPBU Swasta Tembus Rp30.890/Liter — Pertamina Tahan Harga, Subsidi Aman

Tim Redaksi Feedberry ·2 Mei 2026 pukul 13.15 · Sumber: Tempo Bisnis ↗
Feedberry Score
8 / 10

Kenaikan harga solar swasta hingga 111% berdampak langsung pada biaya logistik dan transportasi, namun subsidi Pertamina masih menjadi bantalan bagi sebagian besar konsumen.

Urgensi 8
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 9

Ringkasan Eksekutif

Harga solar di SPBU swasta Vivo dan BP-AKR melonjak ke Rp30.890 per liter per 2 Mei 2026, setelah Menteri ESDM memberikan izin penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar. Sementara itu, Pertamina tidak mengubah harga BBM subsidi maupun nonsubsidi, dengan solar subsidi masih Rp6.800 per liter.

Kenapa Ini Penting

Kenaikan ini langsung membebani biaya operasional bisnis yang bergantung pada solar non-subsidi, seperti logistik, tambang, dan transportasi berat. Jika Anda menggunakan solar swasta, biaya bahan bakar bisa naik lebih dari dua kali lipat.

Dampak Bisnis

  • Biaya logistik untuk usaha yang menggunakan solar non-subsidi dari SPBU swasta meningkat drastis — misalnya, harga BP Ultimate Diesel naik Rp5.330 per liter atau 21%.
  • Perusahaan tambang dan perkebunan yang bergantung pada solar swasta harus mengkaji ulang anggaran operasional, karena kenaikan harga bisa mencapai 111% untuk produk Vivo.
  • Pertamina yang menahan harga BBM nonsubsidi (Dexlite Rp23.600/L, Pertamina Dex Rp23.900/L) menjadi alternatif lebih murah, namun pasokan dan akses perlu dipastikan.

Langkah yang Perlu Diambil

  1. 1. Evaluasi ulang kontrak logistik dan transportasi yang menggunakan solar non-subsidi — hitung ulang biaya operasional dengan asumsi harga baru Rp30.890/L.
  2. 2. Jika memungkinkan, alihkan pembelian solar ke SPBU Pertamina yang masih menawarkan harga lebih rendah (Dexlite Rp23.600/L) untuk sementara waktu.
  3. 3. Pantau kebijakan harga BBM nonsubsidi Pertamina — jika tekanan harga minyak global berlanjut, ada kemungkinan Pertamina juga akan menyesuaikan harga.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.