Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

21 MEI 2026
Securitize Cetak Pendapatan Rekor US$19,5 Juta, Rugi Melebar Jadi US$7,9 Juta

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / Securitize Cetak Pendapatan Rekor US$19,5 Juta, Rugi Melebar Jadi US$7,9 Juta
Teknologi

Securitize Cetak Pendapatan Rekor US$19,5 Juta, Rugi Melebar Jadi US$7,9 Juta

Tim Redaksi Feedberry ·20 Mei 2026 pukul 18.37 · Sinyal menengah · Confidence 3/10 · Sumber: CoinDesk ↗
3.3 Skor

Berita korporasi global dengan dampak langsung terbatas ke Indonesia, namun relevan sebagai indikator adopsi tokenisasi aset riil yang bisa memengaruhi arah regulasi dan minat institusi di pasar domestik.

Urgensi
4
Luas Dampak
3
Dampak Indonesia
3
Analisis Laporan Keuangan
Periode
Q1 2026
Pertumbuhan YoY
39%
Pendapatan
US$19,5 juta
Laba Bersih
rugi bersih US$7,9 juta
EBITDA
EBITDA disesuaikan US$800.000
Metrik Kunci
  • ·Pendapatan jasa pengelolaan aset naik 201% menjadi US$8,3 juta
  • ·Pendapatan tokenisasi US$11,1 juta (stagnan dari US$11 juta)
  • ·Aset tokenisasi dikelola US$3,4 miliar
  • ·Aset dalam administrasi US$24,9 miliar
  • ·Volume transaksi agregat US$1,9 miliar
  • ·Melayani 650 dana aktif

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: penyelesaian merger Securitize dengan Cantor Equity Partners II — jika deal batal atau valuasi turun, sentimen terhadap sektor tokenisasi bisa melemah.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: profitabilitas Securitize pasca-listing — jika rugi terus melebar, investor bisa kehilangan minat pada model bisnis tokenisasi secara umum.
  • 3 Sinyal penting: respons regulator Indonesia (OJK/Bappebti) terhadap tren tokenisasi — jika ada sinyal penyusunan aturan, ini bisa menjadi katalis bagi startup lokal dan minat institusi.

Ringkasan Eksekutif

Securitize, platform tokenisasi aset riil berbasis di Miami, melaporkan pendapatan kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar US$19,5 juta, tumbuh 39% year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh lompatan pendapatan jasa pengelolaan aset yang naik 201% menjadi US$8,3 juta, mencerminkan ekspansi cepat bisnis Securitize Fund Services yang kini melayani 650 dana aktif per Maret 2026. Sementara itu, pendapatan tokenisasi tercatat US$11,1 juta, relatif stagnan dibanding US$11 juta pada kuartal yang sama tahun lalu. Perusahaan mengelola US$3,4 miliar aset tokenisasi, US$24,9 miliar aset dalam administrasi, dan mencatat volume transaksi agregat US$1,9 miliar. Meskipun pendapatan tumbuh solid, Securitize masih belum membukukan laba. Rugi bersih justru melebar menjadi US$7,9 juta atau 88 sen per saham dilusian, sementara EBITDA yang disesuaikan turun drastis dari US$4,1 juta menjadi hanya US$800.000. Chief Financial Officer Francisco Flores menjelaskan bahwa perusahaan terus meningkatkan belanja untuk perekrutan dan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan jangka panjang serta persiapan transisi menjadi perusahaan publik. Securitize telah sepakat untuk bergabung dengan Cantor Equity Partners II (CEPT), sebuah perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang terdaftar di Nasdaq, dalam kesepakatan yang akan menjadikannya salah satu dari sedikit perusahaan publik yang fokus pada sekuritas tokenisasi dan aset riil. Dampak dari perkembangan ini terhadap Indonesia bersifat tidak langsung namun tetap relevan. Tokenisasi aset riil — seperti properti, obligasi, atau komoditas — adalah tren global yang mulai menarik perhatian regulator dan pelaku pasar di Asia Tenggara. Keberhasilan Securitize menjadi perusahaan publik dapat mempercepat adopsi tokenisasi di pasar emerging, termasuk Indonesia, terutama jika OJK dan Bappebti mulai menyusun kerangka regulasi untuk aset tokenisasi. Di sisi lain, kerugian yang masih berlanjut menunjukkan bahwa model bisnis tokenisasi masih dalam fase investasi berat, dan profitabilitas belum terjamin dalam jangka pendek. Yang perlu dipantau ke depan adalah penyelesaian merger SPAC dengan Cantor Equity Partners II dan respons pasar terhadap saham CEPT yang naik 5% pada hari laporan. Jika valuasi publik Securitize terbukti solid, ini bisa menjadi katalis bagi startup tokenisasi lain untuk melirik pasar modal. Sebaliknya, jika tekanan profitabilitas berlanjut pasca-listing, sentimen terhadap sektor tokenisasi bisa meredup. Bagi Indonesia, sinyal paling penting adalah apakah regulator akan merespons tren ini dengan menyusun aturan main yang jelas untuk aset tokenisasi, yang bisa membuka peluang baru bagi pasar modal domestik.

Mengapa Ini Penting

Tokenisasi aset riil adalah tren yang bisa mengubah cara investor Indonesia mengakses instrumen seperti properti, obligasi, atau komoditas — dari yang sebelumnya hanya bisa dibeli utuh menjadi bisa dipecah dan diperdagangkan dalam bentuk token digital. Keberhasilan Securitize menjadi perusahaan publik akan menjadi uji pasar pertama bagi model bisnis ini, dan hasilnya akan memengaruhi minat institusi keuangan Indonesia serta arah kebijakan OJK dan Bappebti ke depan.

Dampak ke Bisnis

  • Ekosistem startup fintech dan blockchain Indonesia: Keberhasilan Securitize listing di Nasdaq bisa menjadi benchmark valuasi bagi startup tokenisasi lokal, menarik minat venture capital global untuk berinvestasi di Indonesia.
  • Regulator pasar modal dan aset digital: OJK dan Bappebti kemungkinan akan mempercepat penyusunan kerangka regulasi untuk aset tokenisasi jika tren global terus menguat, membuka peluang produk baru di pasar modal Indonesia.
  • Investor institusi dan ritel Indonesia: Tokenisasi aset riil berpotensi memberikan akses ke instrumen investasi yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti properti komersial atau obligasi korporasi dalam pecahan kecil, namun juga membawa risiko likuiditas dan regulasi yang perlu dicermati.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: penyelesaian merger Securitize dengan Cantor Equity Partners II — jika deal batal atau valuasi turun, sentimen terhadap sektor tokenisasi bisa melemah.
  • Risiko yang perlu dicermati: profitabilitas Securitize pasca-listing — jika rugi terus melebar, investor bisa kehilangan minat pada model bisnis tokenisasi secara umum.
  • Sinyal penting: respons regulator Indonesia (OJK/Bappebti) terhadap tren tokenisasi — jika ada sinyal penyusunan aturan, ini bisa menjadi katalis bagi startup lokal dan minat institusi.

Konteks Indonesia

Tokenisasi aset riil adalah tren global yang mulai relevan bagi Indonesia sebagai pasar emerging dengan basis investor ritel yang besar dan penetrasi smartphone tinggi. Keberhasilan Securitize menjadi perusahaan publik dapat mempercepat adopsi tokenisasi di Indonesia, terutama jika regulator merespons dengan kerangka aturan yang jelas. Namun, model bisnis yang masih merugi mengingatkan bahwa sektor ini masih dalam fase investasi awal dan belum terbukti profitabel secara konsisten. Bagi investor Indonesia, perkembangan ini perlu dicermati sebagai indikator arah regulasi dan potensi produk investasi baru, bukan sebagai rekomendasi untuk berinvestasi langsung.

Konteks Indonesia

Tokenisasi aset riil adalah tren global yang mulai relevan bagi Indonesia sebagai pasar emerging dengan basis investor ritel yang besar dan penetrasi smartphone tinggi. Keberhasilan Securitize menjadi perusahaan publik dapat mempercepat adopsi tokenisasi di Indonesia, terutama jika regulator merespons dengan kerangka aturan yang jelas. Namun, model bisnis yang masih merugi mengingatkan bahwa sektor ini masih dalam fase investasi awal dan belum terbukti profitabel secara konsisten. Bagi investor Indonesia, perkembangan ini perlu dicermati sebagai indikator arah regulasi dan potensi produk investasi baru, bukan sebagai rekomendasi untuk berinvestasi langsung.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.