20 JUL 2026
Saylor & Back Kecam BIP-110, Debat Masa Depan Bitcoin Memanas

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Saylor & Back Kecam BIP-110, Debat Masa Depan Bitcoin Memanas
Forex & Crypto

Saylor & Back Kecam BIP-110, Debat Masa Depan Bitcoin Memanas

Tim Redaksi Feedberry ·19 Juli 2026 pukul 16.37 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
5.3 Skor

Perdebatan protokol tingkat tinggi ini merupakan yang terbesar sejak Blocksize Wars, berpotensi memicu ketidakpastian di pasar kripto global yang dapat menular ke sentimen risk-on/off Indonesia.

Urgensi
7
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
5

Ringkasan Eksekutif

Michael Saylor, tokoh dengan treasury Bitcoin korporat terbesar, bersama CEO Blockstream Adam Back, secara terbuka menentang proposal BIP-110 yang diajukan oleh pengembang pseudonim Dathon Ohm dan didukung pendiri Ocean Protocol Luke Dashjr. Proposal ini bertujuan membatasi transaksi 'spam' seperti inskripsi Ordinals. Saylor dan Back menganggapnya sebagai bentuk sensor yang melanggar prinsip desentralisasi Bitcoin, dengan Back menyebutnya sebagai 'pencarian untuk memolisikan orang lain.' Perdebatan ini menjadi yang paling sengit dalam komunitas pengembang sejak Blocksize Wars pada 2015-2017, yang saat itu nyaris menyebabkan perpecahan permanen jaringan Bitcoin. Namun, dukungan terhadap BIP-110 masih sangat tipis: dalam periode pemungutan suara terakhir antara blok 955.584 dan 957.599, hanya 1% blok yang mendukung proposal tersebut. Syarat aktivasi BIP-110 adalah dukungan dari 55% node yang memvalidasi blok.

Ironisnya, aktivitas Ordinals yang ingin dibatasi saat ini sedang berada di level terendah—kurang dari 10.000 inskripsi per hari dalam sebulan terakhir, turun drastis dari puncak lebih dari 400.000 per hari pada Agustus 2023. Saylor menekankan bahwa Bitcoin paling kuat ketika para pendukungnya bisa berbeda pendapat secara sehat tanpa menganggap sekutu sebagai musuh. Dampak perdebatan ini tidak terbatas pada lingkup teknis. Ketidakpastian mengenai arah protokol berpotensi menciptakan gelombang risk-off di pasar kripto global. Jika kekhawatiran akan perpecahan (hard fork) meningkat, aksi jual bisa terjadi dan memicu koreksi harga yang signifikan. Di Indonesia, pasar kripto yang didominasi investor ritel melalui platform seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pluang sangat sensitif terhadap berita negatif semacam ini.

Mengapa Ini Penting

Perdebatan ini lebih penting dari sekadar perselisihan teknis. BIP-110 menguji prinsip fundamental Bitcoin sebagai jaringan permissionless dan censorship-resistant. Jika disensor, Bitcoin akan kehilangan salah satu nilai jual utamanya bagi investor institusi. Bagi Indonesia, yang memiliki basis investor kripto ritel aktif, ketidakpastian regulasi atau perpecahan protokol di level global secara langsung memengaruhi risk appetite dan arus modal di aset digital, yang juga berdampak pada sentimen pasar saham teknologi dan IHSG secara lebih luas.

Dampak ke Bisnis

  • Dampak langsung terasa pada investor kripto ritel Indonesia: jika debat memanas dan kekhawatiran hard fork meningkat, aksi jual dapat terjadi di platform lokal seperti Indodax dan Tokocrypto. Volume perdagangan bisa melonjak namun diikuti koreksi harga yang signifikan.
  • Kerugian bagi ekosistem pengembang Indonesia: startup blockchain dan fintech yang bergantung pada infrastruktur Bitcoin akan menghadapi ketidakpastian teknis. Proyek berbasis Ordinals atau turunannya bisa kehilangan daya tarik investasi.
  • Dampak tidak langsung ke IHSG: sentimen negatif di kripto global sering kali menular ke risk appetite pasar saham emerging market. Saham-saham teknologi di BEI yang sensitif terhadap sentimen risk-on/off bisa tertekan jika arus keluar asing berlanjut.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: persentase dukungan blok terhadap BIP-110 pada periode pemungutan suara berikutnya — jika naik signifikan mendekati 55%, risiko perpecahan menjadi kenyataan.
  • Risiko yang perlu dicermati: pernyataan dari pengembang inti Bitcoin Core — jika mereka menolak BIP-110 secara resmi, perdebatan bisa mereda; jika mendukung, konflik bisa memuncak.
  • Sinyal penting: volume dan sentimen perdagangan kripto di Indonesia — lonjakan volume diikuti penurunan harga bisa menjadi indikator awal kepanikan ritel.

Konteks Indonesia

Kripto berkorelasi dengan risk appetite global; tekanan kripto sering diikuti pelemahan saham teknologi di IHSG. Indonesia punya pasar kripto ritel aktif melalui platform seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pluang, yang sensitif terhadap pemberitaan negatif. Perkembangan regulasi OJK dan Bappebti tentang aset digital dapat dipengaruhi oleh stabilitas protokol global. Jika kekhawatiran hard fork meningkat, investor ritel Indonesia mungkin melakukan aksi jual yang memperlemah sentimen pasar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.