4 SEP 2026
Kraken-SoFi Gandeng untuk Stablecoin — Jembatan Kripto ke Perbankan Ritel

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Kraken-SoFi Gandeng untuk Stablecoin — Jembatan Kripto ke Perbankan Ritel
Forex & Crypto

Kraken-SoFi Gandeng untuk Stablecoin — Jembatan Kripto ke Perbankan Ritel

Tim Redaksi Feedberry ·3 September 2026 pukul 16.04 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.3 Skor

Kemitraan ini menandai makin kuatnya adopsi stablecoin oleh institusi keuangan arus utama, yang berpotensi memengaruhi arus modal dan arah regulasi aset digital di Indonesia.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

Payward, induk bursa kripto Kraken, menjalin kemitraan dengan SoFi untuk membawa stablecoin SoFiUSD ke Kraken dan menghubungkan Payward dengan jaringan settlement dolar 24/7 milik SoFi. Perjanjian ini juga memberi SoFi akses ke likuiditas aset digital melalui Kraken Prime. SoFi, yang memiliki 15,8 juta anggota dan sudah menawarkan perdagangan kripto di aplikasinya, akan mengarahkan pesanan aset digital melalui Kraken Prime. Sistem ini menggunakan smart order routing untuk mengevaluasi harga dan kedalaman pasar secara real-time di berbagai venue, sehingga pesanan dapat dieksekusi di tempat yang paling efisien, tidak hanya bergantung pada satu order book.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Payward dan Kraken yang lebih luas untuk merambah ke luar pasar kripto dan membangun jembatan dengan institusi keuangan tradisional. Sebelumnya, London Stock Exchange Group dilaporkan bermitra dengan Payward untuk menawarkan versi tokenisasi saham UK terkemuka melalui LSE 24, venue perdagangan baru yang dijadwalkan beroperasi 2027. Kraken juga telah menambah eksposur S&P 500 sepanjang waktu melalui program funded trading, dengan komoditas menyusul.

Di sisi lain, Payward mengakuisisi Backed Finance, pengembang platform tokenized equities xStocks, dan menggunakannya untuk menawarkan eksposur saham terkait IPO SpaceX dan Jersey Mike's. Dorongan Payward ke ranah keuangan tradisional terjadi di tengah persiapan perusahaan untuk melantai di bursa, meski rencana IPO dilaporkan mundur berkali-kali. Payward telah menyerahkan draf pernyataan pendaftaran secara rahasia ke SEC pada November 2025, tetapi laporan menyebutkan listing ditunda hingga kuartal kedua 2027 paling cepat. Kemitraan ini menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi menjadi produk pinggiran, melainkan infrastruktur settlement yang diadopsi oleh bank digital dan platform keuangan besar. Bagi Indonesia, perkembangan ini mempertegas arah global: stablecoin teregulasi mulai menjadi kanal distribusi likuiditas yang menghubungkan kripto dengan sistem perbankan.

Regulator domestik yang tengah menyusun kerangka aset digital perlu mencermati model kemitraan semacam ini, terutama karena pasar kripto Indonesia yang besar dan aktif di sisi ritel bisa menjadi target ekspansi layanan serupa.

Mengapa Ini Penting

Kemitraan ini penting karena memperlihatkan bahwa stablecoin berevolusi dari aset spekulatif menjadi alat settlement dan likuiditas institusional. SoFi, dengan basis 15,8 juta anggota, memberikan jalur distribusi ritel yang masif bagi stablecoin SoFiUSD — sebuah model yang bisa mempercepat adopsi kripto di kalangan pengguna perbankan konvensional. Bagi Indonesia, hal ini menjadi preseden bahwa bank digital dan platform keuangan dapat mengintegrasikan stablecoin tanpa harus menjadi bursa kripto, yang pada akhirnya menekan regulator untuk segera menyiapkan aturan main yang jelas.

Dampak ke Bisnis

  • Bank digital dan platform fintech di Indonesia yang tengah menjajaki layanan kripto atau stablecoin dapat memakai model Kraken-SoFi sebagai acuan kemitraan distribusi, terutama jika OJK dan Bappebti memberikan kepastian regulasi.
  • Ekspansi stablecoin teregulasi berpotensi memperluas likuiditas kripto global, yang bisa meningkatkan minat investor ritel Indonesia terhadap aset digital — meski tetap dibayangi risiko capital flight jika rupiah dalam tekanan.
  • Dorongan IPO Payward yang terus mundur menunjukkan bahwa valuasi bisnis kripto arus utama masih menghadapi ketidakpastian pasar, yang secara tidak langsung memengaruhi sentimen terhadap emiten teknologi dan exchange kripto di dalam negeri.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: kepastian jadwal IPO Payward — jika terus mundur dari awal 2027, bisa menahan valuasi sektor kripto global dan memperlambat ekspansi Kraken ke pasar Asia.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons regulator Indonesia terhadap integrasi stablecoin dengan perbankan — jika Bappebti dan OJK tidak mengantisipasi, arus perdagangan kripto bisa berpindah ke platform asing yang lebih likuid.
  • Sinyal penting: apakah bank-bank besar Indonesia atau platform seperti Tokocrypto dan Indodax mengumumkan kemitraan serupa dengan pihak global — indikasi awal adopsi stablecoin di pasar domestik.

Konteks Indonesia

Perkembangan kemitraan Kraken-SoFi adalah bagian dari tren global di mana stablecoin dan tokenized securities mulai terintegrasi dengan institusi keuangan arus utama, termasuk London Stock Exchange Group. Bagi Indonesia, pasar kripto ritel yang aktif dan kerangka regulasi Bappebti yang terus berkembang menciptakan peluang sekaligus tantangan: jika stablecoin teregulasi makin mudah diakses dan dipercaya, investor Indonesia bisa dengan cepat mengonversi rupiah ke aset digital berbasis dolar saat tekanan nilai tukar muncul. Kondisi ini relevan mengingat rupiah saat ini berada di level lemah dan defisit APBN masih melebar. Regulator domestik perlu menyiapkan kerangka yang menyeimbangkan adopsi teknologi dengan stabilitas sistem keuangan, termasuk mekanisme pengawasan penerbit stablecoin dan integrasinya ke kanal perbankan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.