Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Rupiah Tembus Rp17.400, Purbaya-Perry-Bos Danantara Rapat Darurat di Kantor Airlangga
Beranda / Pasar / Rupiah Tembus Rp17.400, Purbaya-Perry-Bos Danantara Rapat Darurat di Kantor Airlangga
Pasar

Rupiah Tembus Rp17.400, Purbaya-Perry-Bos Danantara Rapat Darurat di Kantor Airlangga

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 05.53 · Sinyal tinggi · Confidence 3/10 · Sumber: Katadata ↗
Feedberry Score
9.7 / 10

Rupiah menembus rekor terlemah sepanjang masa di Rp17.400+ — level yang hanya terjadi dua kali dalam sejarah modern Indonesia (1998 dan 2026) — dengan pertemuan darurat seluruh pimpinan ekonomi nasional.

Urgensi 10
Luas Dampak 9
Dampak Indonesia 10
Analisis Indikator Makro
Indikator
USD/IDR
Nilai Terkini
Rp17.432 (intraday), Rp17.403 (pembukaan)
Perubahan
+0,22% (melemah)
Tren
naik
Sektor Terdampak
Importir dan distributor barang konsumsiEmiten infrastruktur dan energi dengan utang valasPerbankan dengan eksposur kredit valasE-commerce dan ritel yang bergantung pada imporPariwisata inbound (menguntungkan)

Ringkasan Eksekutif

Rupiah melemah 0,22% ke Rp17.432 pada Selasa (5/5), menembus level psikologis Rp17.400 dan mencetak rekor intraday terlemah sepanjang masa. Menteri Keuangan Purbaya, Gubernur BI Perry, CEO Danantara Rosan, dan Ketua OJK Friderica menggelar pertemuan mendadak di kantor Menko Perekonomian Airlangga. BI menyebut tekanan lebih banyak dari faktor eksternal — konflik Timur Tengah dan penguatan dolar AS — dan berkomitmen aktif melakukan intervensi di pasar valas melalui NDF, DNDF, dan pembelian SBN.

Kenapa Ini Penting

Rupiah di level ini menyamai puncak krisis 1998 — pertama kalinya dalam 28 tahun. Bagi importir, emiten dengan utang valas, dan bisnis yang bergantung pada bahan baku impor, biaya operasional melonjak drastis. Bagi investor, capital outflow semakin tertekan.

Dampak Bisnis

  • Importir menghadapi kenaikan biaya langsung: setiap Rp100 pelemahan rupiah terhadap USD menambah beban biaya impor secara proporsional — level saat ini sudah 11% lebih lemah dari rata-rata 1 tahun (Rp15.598–Rp17.366).
  • Emiten dengan utang valas (terutama infrastruktur, energi, dan manufaktur) mencatat kerugian selisih kurs yang signifikan di laporan keuangan kuartal II 2026.
  • BI akan mengoptimalkan intervensi NDF offshore, DNDF domestik, dan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menahan volatilitas — namun intervensi ini menguras cadangan devisa (~USD148 miliar per Maret 2026).

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: rilis data pertumbuhan ekonomi BPS hari ini (5/5) — jika pertumbuhan melambat di bawah ekspektasi, tekanan terhadap rupiah bisa bertambah.
  • Risiko yang perlu dicermati: eskalasi konflik Timur Tengah — harga minyak Brent sudah di USD107,26 (persentil 94% dalam 1 tahun), memperburuk defisit transaksi berjalan Indonesia.
  • Yang perlu dipantau: hasil pertemuan Menko Airlangga dengan pimpinan otoritas ekonomi — apakah ada kebijakan fiskal atau moneter darurat yang akan diumumkan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.